Peluang Pecas Ndahe

Februari 5, 2007 § 7 Komentar

Selalu ada berkah di balik musibah. Berkah itu biasanya datang secara tak terduga. Namanya juga berkah. Makanya, di Jawa ada istilah ngalap berkah atau “berburu” berkah.

Begitu pula ketika musibah banjir melalap Jakarta hari-hari ini. Ada saja orang yang secara tak terduga mendapatkan durian runtuh dari bencana banjir dan “kesialan” orang lain. Mereka mungkin memang jeli melihat peluang itu atau sekadar beruntung saja.

Setidaknya saya tahu ada empat peluang yang baru muncul ketika musibah datang. Dan, ada saja orang yang memanfaatkan peluang itu menjadi rupiah.

Pengojek gerobak. Mereka ini biasanya menarik gerobak untuk mengumpulkan puing-puing bongkaran rumah dan sampah. Di musim banjir sekarang ini, mereka banting stir menjadi pengojek. Tugasnya yang mengangkut penumpang atau sepeda motor dari satu tepi ke tepi yang lain.

Bayarannya lumayan. Upah menyeberangkan sepeda motor sejauh seratus meter saja bisa Rp 20 ribu. Bayangkan kalau jaraknya satu kilometer.

Pendorong kendaraan. Di jalanan yang terbenam air, ada saja kendaraan yang nekat menyeberang. Sebagian berhasil, sebagian lagi akhirnya mogok di tengah jalan.

Saat inilah para pendorong swasta ambil bagian. Mereka ramai-ramai membantu kendaraan yang mogok itu ke sisi yang tak terjamah air. Tentu saja pemilik kendaraan harus membayar sejumlah uang sebagai upah keberhasilan para pendorong itu.

Penyewaan ban. Di hari yang terik, ban-ban bekas itu cuma menumpuk di tempat para tukang tambal ban. Di musim banjir, ban-ban itu banyak gunanya. Saya melihat ada sebuah bengkel di Tangerang yang menyewakan ban-ban itu untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah. Sayang, saya ndak sempat menanyakan berapa ongkos sewa ban itu.

Pemancing dadakan. Mereka biasanya memancing di kali atau pinggir laut. Hari-hari ini ada saja pemancing yang untung-untungan mengail di perumahan elit, seperti di kompleks menteri Widya Chandra.

Sampean mau tahu hasilnya? Ikan lele dan koi yang harganya ratusan ribu itu. Lelenya dimakan, ikan koi dijual ke pedagang ikan hias. Lah lumayan to?

Apa sampean mengetahui ada peluang lain yang ndak saya lihat, Ki Sanak? Ayo, bagi-bagi cerita di sini.

§ 7 Responses to Peluang Pecas Ndahe

  • avatar adipati kademangan adipati kademangan berkata:

    selamat banjir ndoro….
    dalam saat2 seperti ini warga kadipaten kademangan saya kerahkan ke pintu2 air. saya instruksikan MANCING semua, pokoknya apa saja yang bisa dipancing. di pintu air manggarai misalnya, mereka pada mancing kayu, balok2, bahkan kusen. bahkan ada yang dapat kasur ndoro. itung2 nambah penghasilan. pancen wargaku trengginas kabeh kok.
    Tidak jarang ada yang nemu peralatan elekronik, TV, komputer, radio, dll. lumayan kan bisa dijadikan pajangan. kalo tidak murub ya ditimbang, lha wong 1 Kg nya Rp. 1750 rupiah …..

  • avatar Herman Saksono Herman Saksono berkata:

    Kalau blogger yang nulis soal peluang, itu termasuk peluang lain bukan? 😀

    bukan. itu namanya hwasyu …. 😛

  • avatar pitik pitik berkata:

    mancing memang jadi peluang…apalagi mancing kerusuhan … 😀

    memancing keributan juga kan? 🙂

  • avatar balak6 balak6 berkata:

    Ini peluang untuk pejabat2 kita,…
    saatnya “profit taking” dari dana bantuan yang ngucur.

    melawan tikus memang syusyah ya … 🙂

  • avatar Hedi Hedi berkata:

    Ada satu lagi Ndoro, bengkel motor dadakan, buat ngeringin busi 😀

    oh iya itu. hasilnya: sepeda motornya malah makin mogok … 😛

  • avatar junianto junianto berkata:

    bagaimana dengan peluang jadi playboy blog baru? soalnya, setelah telanjur konangan jati dirinya –sebagai playboy blog yang mungkin juga playboy tenan– atribut ndoro kakung di blogtempo sekarang dibuat sangat minimalis. nggak ada lagi atribut playboy blog di sana…

    wah itu bukan peluang, mas. itu keniscayaan je — yang sayang udah ndak ada lagi. hiks … sedih saya karena ndak punya peluang tampil 😀

  • avatar -tikabanget- -tikabanget- berkata:

    lha ya itu tho pakdhe, peluang bikin wisata banjir..
    wekekek..

    kalo ndak salah, kemaren sayah liat tipi, banyak yang ngumpulin kayu kayu buwat dijual lagi.

Tinggalkan komentar

What’s this?

You are currently reading Peluang Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta