Belajar dari kasus kemiripan logo Vooya dan Voyagers

Mei 1, 2020 § 7 Komentar

Linimasa Twitter mendadak riuh tempo hari. Apa pemicunya? Para warganet ternyata membahas kemiripan logo koleksi terbaru sepatu FILA dengan bentuk finger heart milik merek lokal bernama VOOYA. VOOYA adalah perusahaan yang didirikan sejak 2016 oleh anak-anak muda yang bergerak di bidang konsultasi dan pengarahan dengan misi membantu generasi muda menemukan passion sesungguhnya.

Logo Vooya dan Voyager yang mirip,

Kedua merek itu sama-sama mempunyai logo berbentuk V yang diduga terinspirasi oleh gestur finger heart (lambang cinta) yang biasa dipakai oleh fans K-pop. Kebetulan grup penyanyi Korea BTS merupakan duta produk baru sepatu FILA yang keluar awal Maret 2020.

Logo mereka juga sama-sama didominasi warna ungu. Selain logo dan tone warnanya yang relatif sama, Vooya juga menyebut para targetnya sebagai The Vooyagers yang mirip nama koleksi Fila terbaru, Voyagers. « Read the rest of this entry »

Kita pembuang atau penampung sampah di media sosial

Januari 14, 2020 § 2 Komentar

“Ada orang-orang yang belum tahu bahwa makanan bisa dimasukkan langsung ke mulut tanpa masuk Instastory dulu.” Demikian kalimat yang saya tulis sebagai status di akun Facebook saya. Kalimat yang sama juga saya kirim ke Twitter.

sampahmedsos.jpg

Teman, pengikut, dan warganet yang membaca kalimat itu kontan memberikan bermacam-macam respons. Ada yang menyatakan setuju, ada yang tertawa, ada pula yang merasa tersindir, lalu membalas dengan sinis. Padahal saya tak sedang menyindir siapa pun, melainkan hanya menangkap perilaku warganet secara umum demi konten di media sosial. Mengapa? « Read the rest of this entry »

Wajah BUMN di Era Disrupsi Ekonomi

November 26, 2019 § 3 Komentar

Mau servis sepeda motor, tapi tak punya uang? Mau utang lewat aplikasi pinjaman online (pinjol), tapi takut terjerat bunganya yang tinggi? Mau gadai barang, tapi malas atau malu antre ke kantor Pegadaian?

PTPosIndo.jpg

Jangan khawatir. Kalau sedang terdesak dan butuh dana segar untuk keperluan darurat, sekarang Anda bisa menggadaikan barang tanpa perlu repot datang langsung ke gerai PT Pegadaian (Persero). Gunakan saja layanan Gadai on Demand (GoD). Apa itu?

« Read the rest of this entry »

Jangan Gampang Ngegas di Media Sosial

Oktober 28, 2019 § 1 Komentar

Kawan saya, Iim Fahima Jachja, menulis status jenaka di Facebook. Status itu berdasarkan pengalaman pribadinya saat kongko di sebuah kedai kopi. Begini tulisannya:

likeFB.jpeg

Overheard di sebuah coffee shop, young couple lagi ngambek2an.

Cewe: Jadi apa maksudmu nge like dan komen ke semua postingannya?

Cowo: *muka shock keselek kopi. kayaknya ga nyangka bakal ditembak dengan pertanyaan ini*

Me on the corner: *Nahan ngakak* « Read the rest of this entry »

Cara Menjadi Freelancer yang Bermanfaat

September 29, 2019 § Tinggalkan komentar

Tahukah Anda, dari 129,36 juta orang yang bekerja di Indonesia, sekitar 5,89 juta (4,55 persen) merupakan pekerja freelance? Demikian data BPS per Mei 2019. Anda mungkin termasuk salah satu di antara mereka yang mencari penghasilan dengan menjadi freelancer atau pekerja paruh waktu.

freelance.jpeg

Jumlah pekerja freelance di Indonesia ternyata cenderung naik dari waktu ke waktu. Sebuah perusahaan penyedia jasa freelance di Indonesia, Sribulancer, mengaku merasakan peningkatan jumlah penawaran maupun permintaan akan kebutuhan freelancer mulai tahun 2014.

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.