Magazine Pecas Ndahe
Februari 16, 2007 § 12 Komentar
Saya baru tahu bahwa majalah yang bagus ini berhenti terbit mulai Februari ini. Saya agak telat mendengar kabar itu dari temen-temen di Maverick.
PC Magazine Indonesia diterbitkan oleh kelompok usaha penerbitan pers Femina Group.
Dalam penjelasan resminya di edisi terakhir itu, Wakil Presiden Grup Femina, Svida Alisjahbana, menjelaskan bahwa trend bergesernya sumber bacaan, dari cetak ke online, membuat perusahaannya menghentikan penerbitan majalah PC Magazine Indonesia.
“Perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah Teknologi Informasi, dari suatu bidang khusus menjadi gaya hidup yang diterima oleh semua golongan masyarakat … Melalui analisa dan pertimbangan mendalam, kami berpendapat sudah bukan masanya lagi untuk menyajikan perkembangan Teknologi Informasi dalam suatu majalah khusus. Dengan sangat menyesal kami sampaikan bahwa PC Magazine Indonesia edisi Februari 2007 merupakan edisi terakhir kami.”
Lewat posting ini saya hanya mau ikut menyampaikan keprihatinan saya atas ditutupnya PC Magazine Indonesia.
Well, everybody goes online. Is this the end of MSM era?
Walkman Pecas Ndahe
Februari 16, 2007 § 31 Komentar
Gara-gara mau mendengarkan kaset lagu-lagu The Police dan Genesis, saya terpaksa bongkar-bongkar laci. Saya harus mengaduk-aduk koleksi lawas itu jauh di bawah tumpukan kertas-kertas, arsip, dokumen, dan segala tetek-bengek yang dibuang sayang itu.
Gara-gara itu pulalah, saya mengeluarkan walkman Sony uzur saya yang usianya sudah sekitar sepuluh tahun itu. Saya mau leyeh-leyeh di meja sambil mendengarkan suara Sting, menikmati suara Phil Collins.
Tapi, belum juga saya menekan tombol play, kawan sebelah meja saya tiba-tiba menowel dan bertanya, “Masih punya gituan to, Mas?” katanya sambil menunjuk walkman saya yang sudah pudar warnanya itu. “Emang nggak punya iPod? Nggak punya MP3 playernya? Komputernya nggak ada playernya, ya?” « Read the rest of this entry »
Konser Pecas Ndahe
Februari 15, 2007 § 36 Komentar
Ki Sanak, dua grup band jagoan saya mau bikin konser lagi. Ini konser reuni pertama setelah mereka berpisah selama bertahun-tahun.
Siapa? Itu lo, The Police dan Genesis. Apa ndak gendeng itu?
Bayangkan, The Police, man! Genesis, Bung! Siapa yang ndak kenal mereka? Sampean? Ah, dasar beda generasi. Payah!
Saya kasih tahu ya, The Police itu grupnya Sting, si vokalis rambut jabrik dengan suara seksi itu. Sedangkan Genesis itu grup yang melahirkan Phil Collins yang suaranya bindeng mirip orang pilek itu.
Nah, sampean mulai ingat kan? « Read the rest of this entry »
Gudang Pecas Ndahe
Februari 14, 2007 § 20 Komentar
Saya selalu gemes mendengar cerita atau membaca berita tentang pemerkosaan. Rasanya pengen njabuti semua bulu si pemerkosa itu saja, dari bulu jempol kaki sampai bulu di atas jidat.
Apalagi kalau korbannya masih anak-anak di bawah umur seperti berita ini dan di sini. Huh, rasanya pengen tak sobek-sobek mulut si pelaku itu.
Bukan karena saya mau sok suci atau mau jadi pahlawan. Bukan itu, Ki Sanak. Tapi, karena saya selalu melihat korban pemerkosaan itu seperti orang yang sudah jatuh tertimpa tangga. « Read the rest of this entry »
Cinta Pecas Ndahe
Februari 14, 2007 § 23 Komentar
Mengapa lagu-lagu cinta umumnya terdengar cengeng? Mengapa pula penyanyi lagu-lagu ngak-ngik-ngok itu hampir selalu berwajah seragam, melankolis, dan suaranya rata-rata seperti orang tercekik?
Saya ingat, dulu ada Iis Sugianto, Betharia Sonata, Nia Daniaty, dan serombongan artis JK Record yang nada suaranya hampir seragam itu. Saya bahkan sering kali tak bisa membedakan mereka karena teriakannya pun sama, “Kauuu …. kaulah segalanya … ”
Halah. Jadul amat ya? « Read the rest of this entry »




