Sungai Pecas Ndahe
Februari 2, 2007 § 14 Komentar
Hujan lebat datang berkepanjangan. Sungai-sungai meluap. Kampung-kampung tergenang. Dan Jakarta pun kebanjiran. Ah, ritual tahunan yang selalu mencemaskan …
Saya dan Paklik Isnogud terbengong-bengong di depan TV yang menayangkan gambar-gambar warga pinggiran yang mengungsi karena rumahnya kelelep air. Antara sedih, trenyuh, dan gemes, saya heran kenapa masih juga ada orang yang nekat tinggal di bantaran kali. « Read the rest of this entry »
Penalti Pecas Ndahe
Februari 1, 2007 § 20 Komentar
Banyak anak, katanya, banyak rejeki. Tapi di Cina, banyak anak berarti kena penalti. Kalau tak mau kena denda, ya jangan punya anak lebih dari satu.
Lah, anak kan titipan Tuhan? Maaf, Cina sudah terlalu banyak menerima titipan. Halah. Pecas ndahe tenan!
Begitulah aturan yang berlaku di Cina. Setiap keluarga hanya boleh memiliki satu anak. Jika mau nambah, ya harus bayar penalti Rp 90 juta rupiah.
Jumlah denda bisa lebih besar jika yang punya anak itu keluarga kaya. Lah kalau tak punya uang piye untuk bayar denda? Orang tuanya masuk bui atau anaknya diambil negara. Modyar! « Read the rest of this entry »


