Kondom Pecas Ndahe
Februari 6, 2007 § 30 Komentar
Aburizal Bakrie, juragan besar yang juga menteri itu, sekarang ngurusin kondom. Ndak tanggung-tanggung, kondom khusus perempuan loh. Sampean pasti ndak percaya yo? Mosok dari urusan lumpur kok dia banting stir ke urusan pembungkus burung?
Ndak usah kaget, ndak perlu gumun. Saya juga baru baca berita di sini. Di berita itu disebutkan, Ical meluncurkan kondom khusus perempuan sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk menanggulangi HIV dan AIDS.
Radio Pecas Ndahe
Februari 5, 2007 § 19 Komentar
Ketika banjir menyapu Jakarta, orang kembali melirik radio. Para pendengarnya mengandalkan siaran radio untuk mencari dan mendengarkan pelbagai info seputar banjir.
Hari-hari ini radio kembali menunjukkan kekuatannya sebagai media yang belum tergantikan oleh media lain seperti koran, majalah, televisi bahkan Internet sekalipun.
Televisi memang masih mencoba merebut sisa-sisa kekuatannya dengan menayangkan secara langsung gambar-gambar yang dramatik. Namun, tetap saja orang kembali ke radio — bukan ke laptop, seperti Thukul.
Peluang Pecas Ndahe
Februari 5, 2007 § 7 Komentar
Selalu ada berkah di balik musibah. Berkah itu biasanya datang secara tak terduga. Namanya juga berkah. Makanya, di Jawa ada istilah ngalap berkah atau “berburu” berkah.
Begitu pula ketika musibah banjir melalap Jakarta hari-hari ini. Ada saja orang yang secara tak terduga mendapatkan durian runtuh dari bencana banjir dan “kesialan” orang lain. Mereka mungkin memang jeli melihat peluang itu atau sekadar beruntung saja.
Setidaknya saya tahu ada empat peluang yang baru muncul ketika musibah datang. Dan, ada saja orang yang memanfaatkan peluang itu menjadi rupiah. « Read the rest of this entry »
Interaktif Pecas Ndahe
Februari 2, 2007 § 13 Komentar
Situs berita yang interaktif itu sekarang punya blog. Halah. Elok tenan iki. Katanya, ini blog para kuli digital pertama di Endonesah. Saya ikut senang. Sampean juga bisa ikut berpasitisapi dan menjadi bagian dari komunitas itu di sana, Ki Sanak. Monggo silakan ditengok.




