TKTQ Pecas Ndahe
Maret 6, 2007 § 21 Komentar
Pantes. Seandainya saja cinta bisa dibeli, mungkin populasi jomblo di dunia ini bakal turun drastis. Soalnya, asal punya duit, perempuan atau lelaki lajang pasti gampang cari pasangan.
Sayang. Hidup itu seperti teka-teki. Jawabannya sering kali lebih sederhana ketimbang upaya membuat pertanyaan teka-teki itu sendiri.
Begitu juga dengan sebuah gagasan. Sepertinya ia mudah ditebak. Nyatanya, lebih banyak yang salah mengira. Tapi begitu diberi tahu jawaban sesungguhnya, nyaris tak ada yang menyangka.
“Ah, ngeles ya?”
Padahal tak selalu begitu. Sebuah gagasan tak lahir tiba-tiba dari ruang hampa. Gagasan muncul dari sebuah jalan yang panjang.
Ini sama dengan ketika banyak yang tak percaya bahwa jawaban untuk pertanyaan pertama di TKTQ Net adalah tekateki.
Bagaimana mungkin jawabannya begitu sederhana. “Ah, ini akal-akalan.”
Akal-akalan? Siapa yang pintar dan siapa yang tertipu?
Sebuah teka-teki jadi menarik, sekaligus menjengkelkan dan terasa njelehi, justru setelah kita tahu bahwa jawabannya ternyata sangat sederhana. Di luar dugaan mereka yang sudah memeras otak dan bertanya ke sana dan kemari.
Sayang, kadang-kadang orang lebih suka memilih mekanisme penyangkalan dan menganggap versinya sendiri sebagai kebenaran yang mutlak dan tak boleh diganggu gugat. Wajar. Memang tak semua orang suka diberi tahu bahwa ia sudah tersesat.
Kalau sudah begini, apa menariknya lagi sebuah teka-teki, Ki Sanak … 😀
Ndoro kakung.. ngamuk…???!!
*kabur**
Pengumuman,
Blognya Priyadi Nurcahyo sudah tutup. gara-garanya Priyadi marah isi blognya ditutup. Kasihan deh lu.
Yeeee… pakde spoiler deeeeehhhh….
wah, gara2 sampeyan, isuk2 nggak jadi kerja, malah mikirin jawaban tktq yg bikin penasaran ini…
saya sudah tamat hahaha
udah sampe level berapa ndoro…
baru di 23, istirahat dulu
item-item naik turun kringeten, apakah itu?
*bacane pake nada Isa Marshanda*
sayang, kadang-kadang orang lebih suka memilih mekanisme penyangkalan dan menganggap versinya sendiri sebagai kebenaran yang mutlak dan tak boleh diganggu gugat
waduh maafkan salah komen tadi, harusnya gini
sayang, kadang-kadang orang lebih suka memilih mekanisme penyangkalan dan menganggap versinya sendiri sebagai kebenaran yang mutlak dan tak boleh diganggu gugat … errr.. yang kek gini ga boleh ya ndoro?
wah bisa njawab level satu ndoro.
hajar aja langsung level 2 nya
adipati kademangan = lulus kelas 3
Kamu bisa membeli tubuhku, tapi bukan cintaku.
saiki sing ono, kamu bisa memakai tubuhku, tapi bukan cintaku…gt!!!keh keh
TKTQ??mbohlah kang, ra ruh…
lha lagune kok roxane toh ? dudu can’t buy me love-nya The beatles , luwih pepak sulih bahasane ….
berarti aku segolongan google dan wikipedia, soalnya sering ditanyain mereka yg ikutan hehehe
sampe langkah 27, ndoro..
dan bludreg sudah berdatangan, saya putuskan leren sikik..
(sambil kipas-kipas kepala!)
weeee tibaknya sang Ndoro KaKung melok2 gak mutu koyo si chaotic mind van Yogya
wooeeee..!!
mana ini, saya sebagai guru ndoro yang ngasi klu klu kok ndak disebut sebut..!!
*mutung*
#Moes Jum
weeooiii.. sapa yang ndak mutu ituu..?!!
*geer..*
tktq.net … situs yang menyebalkan. gara-gara itu, tugas kuliah jadi keteteran =))
*buruk muka cermin dibelah*
wah saya lagi ndak beruntung rupanya. saya buka tuh situs error terus je ndoro..piye ki..???
kalo sudah kebuka, saya tantangin ndoro deh..berani sampe level berapa?
waduh… baru sampe level 31… ketemu sudoku… jadi mampet… ada yang tau jawabannya ga… biar aku bisa lanjut… 😀