GPS Pecas Ndahe

Maret 29, 2007 § 30 Komentar

Saya baru tahu, ternyata sekarang ada situs pelacak lokasi telepon selular. Memang masih versi beta sih, tapi lumayan akurat karena pakai satelit GPS.

Sampean bisa mencobanya sendiri di sini. Dengan situs ini, siapa pun tak bisa bersembunyi.

Tapi awas, jangan disalahgunakan ya … 😀

Kata-kata Pecas Ndahe

Maret 28, 2007 § 14 Komentar

Harga naik atau disesuaikan? Kelaparan atau kurang makan? Miskin atau pra sejahtera?

Mengapa ada masanya ketika orang lebih suka menghaluskan-haluskan bahasa — bahkan hingga sekarang?

Paklik Isnogud cuma tersenyum ketika saya memberondongnya dengan pertanyaan-pertanyaan itu.

“Karena kata-kata juga punya sejarah, Mas,” kata Paklik singkat.

“Maksudnya?” « Read the rest of this entry »

Otak Pecas Ndahe

Maret 27, 2007 § 19 Komentar

Jika bocah-bocah lelaki dan perempuan tumbuh di sebuah tempat terpencil, tanpa masyarakat yang mengatur atau orangtua yang memimpin mereka, apakah gadis-gadis akan tetap membuat lingkaran teman dan bermain boneka, sedangkan para jejaka akan tetap bersaing satu sama lainnya, berkelahi, dan membentuk kelompok dengan kepemimpinan yang jelas?

Paklik Isnogud mengajukan pertanyaan yang memusingkan itu setelah Minggu kemarin dia bercerita tentang gedebog pisang yang membuat saya ngakak.

Dan, seperti biasa, tanpa menunggu jawaban saya, Paklik berbicara sendiri, menjawab pertanyaan itu. « Read the rest of this entry »

Tikus Pecas Ndahe

Maret 26, 2007 § 23 Komentar

Inilah jenis perlombaan baru di Republik Wagu:

« Read the rest of this entry »

Gedebog Pecas Ndahe

Maret 25, 2007 § 17 Komentar

Pria dan wanita memang beda. Bukan lebih baik atau lebih buruk — hanya berbeda. Lelaki susah menemukan G-spot, perempuan seperti batang pisang.

***

Setiap ada hari libur, Paklik Isnogud mengajak saya melewatkannya dengan cara ala kadarnya. Paklik membaca buku atau mengisap tembakau lintingannya sambil menyesap kopi, saya memancing bersama bedes-bedes.

Pada prakteknya, Paklik menyela kegiatan memancing itu dengan acara tanya-jawab. Tepatnya, dia bertanya, saya dipaksa menjawab.

Ada kalanya pertanyaan Paklik tak ada jawabannya, atau minimal saya tak punya. Pertanyaannya lebih sering hanya menunjukkan kecerdasannya atau kebingungan Paklik sendiri. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Maret, 2007 at Ndoro Kakung.