Boys Pecas Ndahe

Juni 5, 2007 § 27 Komentar

Boys are getting harder to make. Halah. Tenane?

Leh sampean ndak percoyo, silakan saja kunjungi dan baca berita di situs Washington Post, persisnya di rubrik sains, edisi kemarin. Atau klik tautan yang sudah saya sediakan di sini.

Para ahli statistik, seperti dikutip Washington Post, mengatakan:

From 1970 to 2001, they found, the number of boys born for every 100 girls dropped steadily from 105.5 to 104.6. Male births among U.S. whites dropped even more steeply, from 105.9 per 100 girls to 104.7 … The researchers found similar declines in Japan, another industrialized country with excellent birth records.

Lalu ada teori yang mengira-ira mengapa bocah lanang kian jarang dan sebagainya, namun penyebabnya tetap saja merupakan misteri.

Silakan baca kelanjutan berita itu di situs itu langsung. Saya cuma mau berkomentar bahwa anak lanang ternyata kian lama semakin langka. Jadi sampean semua, ndak peduli laki-laki atau perempuan, wajib ikut menjaganya agar tak punah atau lari dari sisi kita.

Caranya? Yah, berbaik-baiklah pada kaum adam. Jangan sampai mereka disepak-sepak ke sudut. Sayangilah mereka, para lelaki itu. Banggakanlah kelebihannya dan maklumi kekurangannya.

Kalau suami sampean pulang malam, misalnya, mbok ya dibukakan pintu. Jangan malah ditinggal molor. Kalau pasangan sampean minta dimasakin makanan kesukaannya, lah ya mbok dibikinken. Paling-paling mereka minta mie rebus. Ndak susah kan, bikin mie rebus?

Kalau lagi tanggal tua, ya jangan minta dibelikan yang aneh-aneh dan mahal. Kasihan para lelaki sampean yang sudah terbongkok-bongkok di kantor karena dimarahi juragannya. Jangan sampai sampean ikut menyiksanya di rumah. Mesakno, rek

Terakhir, sampean jangan nesu, ngomel-ngomel ke saya yang sudah susah-susah bikin posting ini. Mentang-mentang saya laki-laki, eh sampean terus protes … 😀

Boys will be boys

§ 27 Responses to Boys Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke pembaca Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Boys Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta