Ndoro Kakung


Beranda | Arsip


Penerbit Pecas Ndahe

Juni 3, 2008 9:17 am

Jadi begini kelanjutan dari kasus piracy itu. Penerbit buku mengirimkan surat permintaan maaf ke saya, dan berjanji merevisi di edisi berikutnya.

surat minta maaf

Pengarang dan desainer buku juga sudah mohon maaf secara pribadi. Saya memutuskan untuk tak memperpanjang persoalan ini, seraya berharap agar kasus ini tak berulang kembali dan menimpa siapa pun kelak.

Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu, baik melalui kecaman doa maupun komentar, serta khususnya pada Momon dan Tika, yang ikut mengangkat kasus ini di blog.

Beri peringkat:

Diposkan oleh: Ndoro Kakung

Kategori: Indonesiana

Tag:

42 Tanggapan to “Penerbit Pecas Ndahe”

  1. AGIP.. tenan, Ndorokakung iki.

    Piss… bae lah,
    moga next time gak kejadian lagi.

    *angkat 2 tangan & berharap*

    By ning on Juni 3, 2008 pada 9:40 am

  2. Dapat kompensasi royalti gak? Kalau gak siap-siap pecas ndahmu… πŸ™‚

    By elfarid on Juni 3, 2008 pada 9:54 am

  3. di jaman sekarang jarang ada orang yang mau mengakui kesalahan dengan lapang dada dan minta maaf dengan tulus. Terus berkreasi bos…

    By wawanwae on Juni 3, 2008 pada 9:57 am

  4. amin, semoga komentar/tuduhan ke kang arul juga bisa dan telah diklarifikasi juga…

    By kangarul on Juni 3, 2008 pada 10:02 am

  5. siplah kalo udah selese ndoro

    By detnot on Juni 3, 2008 pada 10:04 am

  6. bisa ndongkrak penjualan bukunya tuh

    By iqranegara on Juni 3, 2008 pada 10:12 am

  7. trus, ndoro ndak dapet apa2 selain surat permintaan maap? πŸ™‚

    By dilla on Juni 3, 2008 pada 10:12 am

  8. sae ing pungkasane, yo sukur

    By Nayantaka on Juni 3, 2008 pada 10:16 am

  9. Mau tak mau memang blog akhirnya jadi media yang bisa di copy-paste oleh penerbit ya Ndoro πŸ™‚

    By Donny Verdian on Juni 3, 2008 pada 10:20 am

  10. akhirnyaa..
    oiya, sebenernya sayah masih penasaran bab proses pemilihan judul buku ituh loh… hihi… :mrgreen:

    By tikabangetβ„’ on Juni 3, 2008 pada 10:30 am

  11. oh jadi begitu ya duduk permasalahannya? agak repot juga ya nerbitin buku? apalagi kalau penerbit/editor/desainernya tidak teliti, padahal nama kita yang nempel di sampul.

    sebetulnya pengarang berhak mereview manuskrip terakhir sebelum naik cetak nggak sih?

    By herman saksono on Juni 3, 2008 pada 10:53 am

  12. alhamdulillahh…kelar jg urusannya..

    btw, udah mo cetakan ke-2 ndoro? laris maniss… πŸ™‚

    By yainal on Juni 3, 2008 pada 10:58 am

  13. setelah mas iman lalu ndoro…
    gimana ya andai yg jadi korban itu bukan ‘orang terkenal’?

    By edy on Juni 3, 2008 pada 11:07 am

  14. makan makan ™

    By david on Juni 3, 2008 pada 11:12 am

  15. Kalau menurut saya sich, lebih baik gambarnya ada ndoro, cuman kenapa ndoro gak numpang popularitas saja dengan kasus ini?? yach… gimana gimananya biar ndoro yang ngatur dech.. *peace* ndoro, saya ndak ikut2an provokasi koq πŸ™‚

    By Eka Yudha on Juni 3, 2008 pada 11:14 am

  16. wah bagus tuh penanganan dari penerbitnya.
    Lha kalau aku, satu buku tuh njiplak semua dari website ku di trulyjogja.com, tapi setelah tak hubungin orangnya, malah ga ngaku dan kemaki ga karuan.

    bukunya jadi best seller lagi, ugh, piracy yang kebangeten.

    http://o.gi.web.id/archives/119/kasus-plagiat-buku-100-warung-makan-enak-di-jogja/

    By ogi on Juni 3, 2008 pada 11:41 am

  17. #1 : AGIP ??? maksudnya ???

    Saran untuk ndoro : ndang nuliso buku, mengko ben di-scan karo wong liyo lan didekek nang blog-e, trus nuntut maneh … hehehe …

    Lha iyo, uwong kok senengane mbajak membajak … lha mosok sawah ….

    Ah mbuh, mending nang Glodok, golek bajakane Maia Ahmad “Dhani” … “EGP” … πŸ˜€

    By Dhani Aristyawan on Juni 3, 2008 pada 12:05 pm

  18. Kalo buku saya ndak ada yang mbajak tulisan situ lho, Ndor. Apalagi kartun stripnya. Saya ndak berani, kualat ntar :mrgreen:

    By Yahya Kurniawan on Juni 3, 2008 pada 12:18 pm

  19. “Saya mengucapkan terima kasih kepada sampean semua yang sudah membantu…”

    >>Sama-sama Ndoro…, sebaliknya Saya juwega ngucapin tengkiu ke nJenengan nyang tlah ngasih pelajaran gemana cara menyelesaikan masalah/bersikap dgn bijaksana.

    *Ternyata saya ndak salah pilih “tempat” buat blajar…*

    By serdadu95 on Juni 3, 2008 pada 12:29 pm

  20. hmm…
    akirnya insyap juga olangnya..

    hmm…
    ndoro gitu loo!!..

    cip2..

    By kucluk on Juni 3, 2008 pada 12:36 pm

  21. komik kayak gitu aja dibajak . . . !?!?!?!?!?!?!?!?!?
    ini sungguh2 sangat keterlaluan . . . πŸ˜›

    By ebeSS on Juni 3, 2008 pada 12:49 pm

  22. sukur berakhir dame ya om….
    jadi nantinya dicipratin juga gak tuw? :p

    By oon on Juni 3, 2008 pada 1:07 pm

  23. […] Ndoro Penerbit Pecas NdaheBangkit Pecas NdahePancasila Pecas […]

    By Salam Jempol Buat Kang Arul « k.a.n.g.t.u.t.u.r on Juni 3, 2008 pada 1:19 pm

  24. Maaf doang tanpa kompensasi? Harusnya si penerbit sekalian menarik semua buku itu dari pasar tanpa harus menunggu terbit edisi cetakan ke-2.

    By Ben on Juni 3, 2008 pada 1:27 pm

  25. […] (June 3rd, 2008) The publisher issued an apology regarding to the copyright infringement, which was claimed […]

    By » Victim: Ndoro Momonolog on Juni 3, 2008 pada 1:27 pm

  26. kompensasi! lalu makan-makan…. hehehe

    By windede on Juni 3, 2008 pada 2:02 pm

  27. hum…, ndoro beruntung sang penulis dan penerbit mau minta maaf. ndak malah ngeles serong kanan-kiri

    By ngodod on Juni 3, 2008 pada 2:16 pm

  28. saya tetep berpikir betapa sulitnya bikin buku 😦
    tapi melihat cara yg ini kemarin, ternyata begitu mudah ya! judul ma isi ga nyambung, boleh nyontek pula

    By munyuk pemalu on Juni 3, 2008 pada 4:09 pm

  29. waaah…penerbitnya mau mengakui kesalahan. asik asik…

    makan-makan ga nih? πŸ˜›

    By cK on Juni 3, 2008 pada 4:18 pm

  30. dapet royalti gak ndoro? πŸ˜€

    By Epat on Juni 3, 2008 pada 4:47 pm

  31. Sekali lagi pelajaran buat kita semua dan bersyukur tidak ada pertumpahan darah. Jadi gak perlu di bentuk Front Pembela Ndoro

    By sofyanr on Juni 3, 2008 pada 7:33 pm

  32. makan makan ndoro

    By geblek on Juni 3, 2008 pada 8:37 pm

  33. Hahahahaha… ya udah ndak jadi silly maki2 pake bahasa pasar kalo gitu… hihihihi… πŸ™‚

    (gue juga takut sich sebetulnya, πŸ™‚ )

    By Silly on Juni 3, 2008 pada 8:44 pm

  34. btw… keberuntungan berun tun gini kok ndak nraktir makan2 toh ndoro???…

    **kabur sebelum ndoro bener2 ngajakin makan2**

    By Silly on Juni 3, 2008 pada 8:47 pm

  35. happy ending ya πŸ˜€

    By kenji on Juni 3, 2008 pada 11:41 pm

  36. wakakakkk.. telah terjad kesepakatan damai..
    pk bagi hasil ga ndoro..? traktir dong.. jumat minggu ini di BHI ya.. hahahaaaa

    By Julia on Juni 4, 2008 pada 8:48 am

  37. wah akhire masalahnya slese juga…

    By ika on Juni 4, 2008 pada 9:12 am

  38. @ dhani

    jadi orang LEGOWO.. apa gak AGIP.
    katanya, orang paling uenak sedunia itu, org yg legowo hatinya, tapi ya… itu susahnya minta ampyuuunn.

    memang segala yg enak itu harus dibayar mahal.

    Terbuktikan! PAMOR mbah KAKUng jadi tambah KINCLONG karena KEBIJAKSANAANYA yg didsari dari hati yg LEGOWO dlm menerima PACOBAN.

    *PISS… yo kANg* ( 2 jari membentuk huruf V)

    By ning on Juni 4, 2008 pada 9:59 am

  39. mbajaknya harusnya yg ndak terkenal πŸ˜€

    By dobelden on Juni 4, 2008 pada 10:57 am

  40. Jadi kalau yang nggak terkenal boleh dibajak? 😦

    Hebat juga nih milih namanya…semua orang termasuk penerbit jadi panggil ndoro… (“Kakung”nya boleh kecilan dikit bunyinya…)

    By Retty on Juni 4, 2008 pada 1:21 pm

  41. […] penulis: jospephine k. christian aka rulli nasrullah.  ada komik yang diambil dari blognya ndorokakung. namun seperti yang di tulis di webnya  dia sudah minta maaf. "kalo saya hanya menyerahkan naskah saja… tidak gambar, tidak ilustrasi, dan tidak berkaitan dengan perwajahan. dan penerbitnya juga sudah minta maaf ke yang punya komik […]

    By hidup yang singkat, mari kita rayakan :: buku original bajakan blog :: June :: 2008 on Juni 4, 2008 pada 6:29 pm

  42. aduh ndoro… turut senang membaca ini. semoga masalahku berakhir sedamai ndoro ya… *mengurut dada*.

    By miund on Juli 20, 2008 pada 2:08 am

Tinggalkan Balasan



Mobile Site | Full Site


Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.