Spelling Pecas Ndahe
November 4, 2008 § 43 Komentar
Seorang kawan menceritakan sebuah lelucon — guyonan para sekretaris. Sampean mungkin juga pernah mendengar atau membacanya di milis-milis atau media cetak.
Syahdan ada seorang sekretaris yang menelepon untuk reservasi tempat makan siang buat bosnya di sebuah restoran Jepang di jantung Jakarta.
Sekretaris : Mas, bisa pesan tempat untuk bos saya?
Pelayan : Bisa, Bu. Untuk berapa orang?
Sekretaris : Satu orang saja, atas nama Mister Bolesvky. Biar nggak salah orang, saya spelling namanya ya. Tolong dicatat, Mas …. Bravo-Oscar-Lima-Echo-Siera-Viktor-Kilo-Yangky … Sudah, Mas?
Pelayan : Sudah, Bu. Namanya spelling kan?
>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah reservasi tempat untuk makan siang?
Teror Pecas Ndahe
November 3, 2008 § 54 Komentar
Bom melahirkan teror. Dan ketakutan pun tak punya persembunyian lagi di abad ke-20.
***
Sarapan bersama Paklik Isnogud pagi ini membuat perasaan saya campur aduk, antara senang dan galau. Senang karena setelah berpekan-pekan tak bersua dengannya, akhirnya saya bisa menghabiskan waktu berdua lagi dengan Paklik di meja makan.
Tapi kami juga terpaksa menelan galau karena setiap suap nasi yang disendok berlauk berita-berita pagi yang muram.
“Lihat saja headline koran ini, Mas,” kata Paklik sambil memperlihatkan sampul depan sebuah koran yang memajang wajah Amrozi, Muklas, dan Imam Samudera — trio bomber Bali itu.
Saya tersenyum kecut. « Read the rest of this entry »


