Game Pecas Ndahe
Februari 5, 2010 § 40 Komentar
Manusia adalah makhluk bermain (homo ludens). Seorang sejarawan Belanda, Johan Huizinga, pernah menulis buku klasik dengan judul seperti itu, Homo Ludens, pada 1938.
Dalam buku itu, Huizinga membuktikan bahwa kebudayaan tumbuh dalam permainan dan-paling tidak pada mulanya-tetap tinggal dalam suasana permainan. “The play element OF culture, and not the play element IN culture,” katanya.
Kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pemenuhan hidup, seperti berburu, juga diawali dengan permainan. Tarian dan nyanyian adalah dialog dalam bentuk permainan.
Tapi dunia berubah. Begitu juga peradaban. Semakin maju kebudayaan, makin lemah peran permainan di dalamnya. Ada kecenderungan umum dalam umum suatu kebudayaan, permainan berubah semakin serius sehingga permainan melarut dalam bentuk-bentuk kultural yang lebih mantap, seperti olahraga, kesenian, ilmu pengetahuan, dan tata negara. Untunglah, karena lebih tua dari kebudayaan dan sudah ada dalam taraf bawah manusiawi, permainan selalu muncul kembali. « Read the rest of this entry »
Februari Pecas Ndahe
Februari 1, 2010 § 40 Komentar
Where is that old friend gone
Lost in a February song
Tell him it won’t be long
Til he opens his eyes …
Malam ini, entah kenapa, tiba-tiba saja saya ingin mendengar lagi Josh Groban menyanyikan February Song yang nglangut itu. Sendirian. Di kamar hotel yang senyap, di tepi Singapore River.
Mungkin karena saya kangen pada detingan piano akustik yang mengiringi suara Groban yang jernih. Melodius. Membuat saya ingatan saya seperti terbius. Mengingatkan saya pada angan-angan. Juga kenangan. Tentang hujan. Musim semi. Dan waktu yang terbang secepat angin lesus.
Barangkali juga karena saya terbawa mitos yang diembuskan orang: Februari adalah bulan yang istimewa. Bulan penuh cinta katanya. « Read the rest of this entry »