28 Hari Pecas Ndahe
Februari 25, 2010 § 83 Komentar
Awalnya adalah percakapan via Yahoo! Messenger pada sebuah siang. Antara @ndorokakung dan @beradadisini. Dan setelah beberapa menit berlalu, diselingi jeda akibat kesibukan pekerjaan masing-masing, obrolan yang melantur ke mana-mana itu tiba-tiba berbelok tajam seperti elang di angkasa menyambar tikus di selokan.
“Bagaimana kalau kita duet bikin cerita bersambung?” dia bertanya.
“Siapa takut?” saya balik bertanya. « Read the rest of this entry »
Lagu Pecas Ndahe
Februari 19, 2010 § 49 Komentar
Bagaimana menjadi pemimpin yang kreatif, efektif, dan efisien? Seth Godin menuliskan kiatnya dalam salah satu bukunya yang laris, Tribe.
Di halaman 120 buku itu, Godin menulis kisah tentang Jacqueline yang berhasil menyampaikan sebuah pesan kepada tribe, ibu-ibu di Rwanda, Afrika, dengan cara yang berbeda. Jacqueline adalah contoh tentang seorang pemimpin yang mampu mengubah keadaan yang tak menguntungkan menjadi peluang untuk meraih kesuksesan.
Bagaimana kisahnya?
Jacqueline bercerita tentang Unicef yang menghabiskan dana besar untuk menciptakan poster kampanye vaksinasi anak bagi ibu-ibu di Rwanda. “Poster itu menakjubkan — menampilkan foto ibu dan anak dengan pesan sederhana yang ditulis dalam bahasa Kinyarwandan (bahasa lokal) mengenai pentingnya vaksinasi untuk setiap anak. Sempurna. Tapi sayang mereka tidak memperhitungkan tingkat buta huruf wanita Rwanda yang melebihi 70 persen. Pesan yang ditulis dalam bahasa Kinyarwandan secara sempurna pun menjadi tidak terlalu berpengaruh.”
Jacqueline memang memilik ide hebat. Agar pesan tersebut menyebar di Rwanda, ia mengubahnya menjadi lagu. Sekelompok wanita akan bernyanyi untuk kelompok lainnya, dengan demikian mereka bisa menyebarkan pesan sekaligus menyenangkan orang lain. Tidak ada lagu, tidak ada pesan. « Read the rest of this entry »
RPM Pecas Ndahe
Februari 15, 2010 § 105 Komentar
Ini bukan cerita tentang RPM (revolutions per minute) di dashboard mobil itu. RPM yang sedang bikin geger di Indonesia adalah Rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang Konten Multimedia. Mengapa dia memicu kontroversi?
Yusuf Nurrachman bukan tokoh nasional. Dia juga bukan seseorang yang populer seperti para pesohor itu. Meski posisinya tinggi, bos perusahaan web hosting Rumah Web, Yusuf jauh dari liputan dari media massa.
Saya sering bertemu lelaki yang santun itu di kantor cabang Rumah Web di Jalan Langsat, Jakarta Selatan. Salah satu pertemuan terjadi Februari tahun lalu, ketika Rumah Web merayakan ulang tahun yang ke-7.
Malam itu, di antara riuhnya obrolan para tetamu, saya melihat Yusuf berbincang serius dengan seseorang berbaju batik. “Itu tadi perwira polisi dari unit cybercrime,” Yusuf menjelaskan kemudian, setelah kami akhirnya sempat ngobrol malam itu.
Polisi? Apakah Yusuf tersangkut urusan pidana? « Read the rest of this entry »
Picture Pecas Ndahe
Februari 10, 2010 § 67 Komentar
Jika gambar adalah puisi, berapa larik kalimat yang dituliskannya? Entah. Mungkin puluhan. Barangkali ratusan. A picture is worth a thousand words, kata orang.
Bagi saya, foto-foto yang terpampang di Poetic Picture memang bernilai lebih dari ribuan kata. Bagaikan puisi. Kita bisa melihat passion and soul di sana, juga kedalaman bahkan renungan fotografernya.
Sang fotografer, orang di balik Poetic Picture, Sasha namanya. Di Twitter, Sasha dikenal dengan julukan @poeticpicture alias Marrysa Tunjung Sari. Aha, siapakah dia? « Read the rest of this entry »
Telepon Pecas Ndahe
Februari 9, 2010 § 63 Komentar
Bagaimana menangani telepon dari customer service yang menjengkelkan itu? Bagaimana menolak tawaran mereka dengan sopan?
Saya belajar mengenai urusan itu dari postingan @imanbr di Twitter tadi. Meski dia sangat kesal, jengkel setengah mati setelah berkali-kali ditelepon bank yang menawarkan kredit dan segala macam layanan lainnya, Iman paham benar bagaimana melayani mereka. Dia bahkan memberi sedikit sentuhan humor.
Bank: dng Pak Iman?
Jawab: dari mana?
Bank: ANZ
Jawab: salah sambung
Bank: tp data kami..
Jawab: kalau dari bank pasti salah sambung
Saya ngakak membaca potongan percakapan itu. « Read the rest of this entry »

