28 Hari Pecas Ndahe

Februari 25, 2010 § 83 Komentar

Awalnya adalah percakapan via Yahoo! Messenger pada sebuah siang. Antara @ndorokakung dan @beradadisini. Dan setelah beberapa menit berlalu, diselingi jeda akibat kesibukan pekerjaan masing-masing, obrolan yang melantur ke mana-mana itu tiba-tiba berbelok tajam seperti elang di angkasa menyambar tikus di selokan.

“Bagaimana kalau kita duet bikin cerita bersambung?” dia bertanya.

“Siapa takut?” saya balik bertanya.

Kami memang pernah beberapa kali membuat posting yang saling berkaitan tanpa direncanakan di blog masing-masing. Saya pikir, duet membuat cerita bersambung lagi tak akan terlalu sulit.

Saya tahu, Hanny adalah penulis yang bagus. Cara berceritanya mengalir lancar, jujur, dan bagian akhirnya kerap tak terduga. Pilihan katanya memukau. Pandangan-pandangannya tentang pelbagai masalah selalu mencengangkan. Imajinasinya pun luas.

Maka jadilah sepanjang siang itu kami membahas rencana duet membuat cerita secara bersama. Temanya klise tapi tak lekang dimakan zaman: tentang cinta, relasi antara seorang lelaki dan perempuan.

Duet itu maujud dalam bentuk dua blog serupa tapi tak sama, Perempuanku dan Lelakiku. Siapa menulis yang mana, sampean pasti mampu menebaknya.

Kami memakai tagline untuk blog itu 28 Hari untuk Selamanya. Mengapa 28 hari? Karena kebetulan kami mengerjakan proyek bersama ini selama bulan Februari yang umurnya tahun ini hanya 28 hari. Tapi kami ingin karya bersama ini abadi, selamanya. Tsaaah…

Salah satu dari kami memulai kisah dalam blog itu dengan posting bertajuk Pada Senja Ini. Lalu yang lain lalu ganti membalasnya dengan posting berjudul Bintang. Begitu seterusnya. Tapi kami saling membebaskan. Tak ada ketentuan siapa harus menulis apa dan bagaimana menuliskannya. Kami hanya menyepakati tema, fokus, dan sudut cerita. Selanjutnya terserah kami masing-masing untuk mengembangkannya.

Nah, setiap kali ada posting baru, kami menyiarkannya di Twitter dengan hashtag #28hari. Itu sebabnya sampean kerap melihat di timeline saya bertebaran kata kunci itu. Dan membuat sampean penasaran ya? 😀

Tentu saja jalan yang kami lalui untuk membuat blog itu tak selalu mulus. Ada saja kendala yang membuat proses bertukar cerita itu tersendat. Dan membuat kami tak bisa setiap hari menulis. Hanny bahkan sempat pakansi sepekan lebih ke Vietnam. Akibatnya proyek itu ikut terhenti sementara.

Dengan susah payah, toh proyek itu akhirnya kelar juga persis pada 14 Februari 2010. Kami berencana mengumpulkan seluruh tulisan di kedua blog itu menjadi satu kesatuan, lalu dibagikan secara gratis dalam bentuk ebook. Tapi entah kapan. Mungkin nanti kalau sudah sempat.

UPDATE: enovel 28 Hari bisa diunduh di sini (versi pdf) atau di sini (versi doc).

Kami telah selesai. Giliran sampean, membaca, menikmati, dan memberi komentar. Kami akan mendengarkannya dengan hati terbuka. Seperti musim semi yang bercahaya ….

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean dirudung gerimis?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 83 Responses to 28 Hari Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 28 Hari Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: