Kukuh Pecas Ndahe

Juli 6, 2008 § 53 Komentar

Keseriusan main-main atau main-main yang serius? Entahlah. Tapi, begitulah yang saya tangkap dari sosok seorang Kukuh T. Wicaksono.

cover cosmo girl

Contoh sampul Cosmo Girl a la MeonCover

Kawan kita yang satu ini selalu serius meskipun untuk sebuah proyek yang terkesan main-main alias permainan yang serius, seperti yang karya aplikasinya yang terbaru: MeonCover (MoC).

Dengan MoC, sampean bisa membuat sebuah sampul majalah rekaan dengan gambar dan teks pilihan sampean seperti contoh di atas. Caranya gampang, sampean tinggal mengunggah foto, mengisikan teks, pilih jenis, warna, dan ukuran huruf, pilih logo majalah, lalu klik. Dan, tralalala … « Read the rest of this entry »

Noor Din Pecas Ndahe

Juli 5, 2008 § 33 Komentar

Kebahagiaan manusia tak terdiri dari kebebasan, melainkan dari sikapnya menerima kewajiban.

noor din m top

dicari: hidup atau mati

Toh banyak hal yang memang tak kita mengerti lagi dalam hidup ini. Mungkin karena semuanya tak cukup dengan penjelasan, dengan alasan. Barang kali karena semuanya diawali dengan cita-cita.

Mungkin kau tak tahu, siapa yang berdiri di tepi, akan semakin sulit ke gelanggang. Siapa yang tak punya beban sejarah di pundaknya dalam tempaan negeri tua ini, hanya akan bingung untuk menerjunkan diri di sana.

Salam takzim dari saya.

Kekuasaan Pecas Ndahe

Juli 4, 2008 § 36 Komentar

Mengapa seseorang yang tengah berkuasa cenderung semena-mena?

Gara-gara membaca kalimat itu di sebuah majalah, seorang kawan lalu bertanya kepada Paklik Isnogud, “Manakah yang lebih baik, di bawah kekuasaan orang atau menjadi penguasa?”

Paklik yang arif bijaksana pun menjawab, “Di bawah kekuasaan orang.”

“Mengapa?”

“Orang yang di bawah kekuasaan orang lain senantiasa diberitahu oleh yang berkuasa bahwa ia salah, baik ia memang bersalah atau tidak. Ini memberinya kesempatan memperbaiki diri dengan menelaah dirinya sendiri, sebab terkadang ia memang bersalah. « Read the rest of this entry »

Telanjang Pecas Ndahe

Juli 4, 2008 § 50 Komentar

Bulyan Royan mungkin adalah contoh paling telanjang tentang betapa rakusnya wakil rakyat kita yang terhormat. Ia ditangkap Komisi Pemberantas Korupsi di Plaza Senayan yang mentereng itu dengan barang bukti di tangan: uang suap senilai Rp 684 juta.

Tentu saja Bulyan belum tentu bersalah sampai pengadilan memutuskannya kelak. Namun, yang jelas, dia bukan satu-satunya tokoh politik pilihan rakyat yang tersandung kasus uang sogokan. Sebelumnya, beberapa anggota Dewan yang lain juga telah masuk bui gara-gara uang haram, seperti Al Amin Nasution, Hamka Yamdu, dan Antony Zeidra Abidin. Yang lain bisa jadi akan segera menyusul.

Mengapa anggota DPR tak kapok-kapok dan masih saja menerima suap? Kenapa mereka tak jeri pada pemberantasan korupsi? Adakah ini soal keserakahan manusia semata?

Pada malam yang lengas, saya menanyakan soal itu kepada Paklik Isnogud yang tengah melamun di atas lincak, kursi bambu lapuk di rumahnya. Apa jawaban Paklik? « Read the rest of this entry »

Bimbi Pecas Ndahe

Juli 3, 2008 § 34 Komentar

Seseorang kehilangan kejenakaannya tadi pagi. Parasnya lesi, seperti bayi kurang gizi. Matanya suwung, sedikit linglung.

“Hari-hari ini, saya teringat Bimbi, Tuan,” begitu bisiknya lirih.

Bimbi? Aha, tentu saja saya tahu siapa Bimbi, gadis lugu dalam lagu ciptaan Titiek Puspa yang legendaris itu.

Tapi, siapakah Bimbi sebenarnya? Gadis yang tak kenal lagi saudara? Pelacur murahan? Seleb numpang lewat atau seseorang yang kehilangan masa lalu? « Read the rest of this entry »