Code of Conduct Pecas Ndahe
April 20, 2007 § 12 Komentar
Kontroversi kekerasan di IPDN yang berujung kematian dan kemunculan blog IPDNmania yang memicu “perang kata” di blogosphere telah membuat saya bertanya-tanya, perlukah ada semacam code of conduct untuk para blogger? « Read the rest of this entry »
IPDNmania Pecas Ndahe
April 17, 2007 § 33 Komentar
Saya baru tahu ternyata ada blog baru yang seru. Tentu saja isinya menyangkut institut yang lucu bin menggemaskan itu.
Kenapa seru? Rupanya blog bernama IPDNmania itu memicu kontroversi baru yang menyulut api peperangan di blogosphere, membuat para blogger seperti Venus, Anto, Wadehel, dan mungkin banyak lagi, ngamuk. Sampai-sampai mereka membuat petisi segala. Wis jan, pokoke ramai bener. Syeneng aku …
Saya ndak tahu siapa pembuat blog wagu tur lucu itu. Saya cuma gumun, kenapa kita mesti ngamuk melihat kemunculan blog itu? « Read the rest of this entry »
Waktu Pecas Ndahe
April 16, 2007 § 15 Komentar
Berapa lama sampean nonton TV, baca media cetak [koran/majalah], mendengarkan radio, dan menjelajah Internet? Apakah sudah berubah dibanding ketika Internet, dan blog, belum ada?
Tanpa saya sadari, pola saya mengakses media ternyata berubah sama sekali, katakanlah, dibanding sepuluh tahun yang lalu.
Mari kita berhitung-hitung. Sehari itu ada 24 jam. Saya tidur rata-rata 6 jam/hari. Jadi masih ada sisa 18 jam untuk pelbagai beraktivitas, termasuk mengakses media. Berapa lama saya mengakses aneka media? « Read the rest of this entry »
Kaos Pecas Ndahe
April 12, 2007 § 21 Komentar
Kata Tukang Koran, lumayan buat nakutin-nakutin preman dan copet. Murah lo, cuma Rp 45 ribu (Jakarta) dan Rp 55 ribu (luar Jakarta).
Hayo, siapa mau pesen? Silakan ke sini.
[NB: Penjualnya bukan saya lo … 😀]
Komputerakt!f Pecas Ndahe
April 10, 2007 § 12 Komentar
Bukan Paman Tyo kalau di tengah kegalauan hatinya tak sempat kriuk-kriuk ngemil ketika saya meneleponnya tadi pagi. Ia justru asyik mengunyah sambil ngoceh di pagi hari persis prenjak di atas wuwungan. Saya menikmati garing dan renyahnya kudapan lewat telepon.
Semula saya cuma hendak mengirimkan simpati dan dukungan saya atas musibah yang sedang menimpa pabriknya. Tapi, obrolan di pagi hari tadi malah menyiratkan bahwa Paman belum habis. Ia masih menyimpan segudang gagasan untuk bertahan.
Teriring doa dan simpati saya untuk Paman dan teman-temannya di Komputerakt!f. Pabrik boleh tutup, blog jalan terus. Begitu kan, Paman?





