Batak Pecas Ndahe
Maret 30, 2007 § 11 Komentar
Saya cuma mau minta komentar sampean tentang nasib yang menimpa rekan kita di Medan ini. Tapi baca dulu tulisannya tentang amplop dan blog.
Sedikit penjelasan, abang kita ini mengaku wartawan idealis yang selalu menolak amplop. Sayang, nasib tak berpihak kepadanya. Gaji dari kantornya rupanya tak memenuhi kebutuhan keluarganya. Istrinya bahkan sempat mengancam minta cerai jika si abang tak sanggup mengurus keluarga lebih baik.
Akhirnya, dia berhenti sebagai wartawan, lalu ngeblog. Untuk menyambung hidup, dia membantu istrinya berjualan.
Ia memberi pelajaran: jangan kampanye tolak amplop saja, tapi perjuangkan dulu standar gaji jurnalis.
Ah, perut rupanya tak ma[mp]u menunggu idealisme … Simpati saya untuk Bung Jarar.
GPS Pecas Ndahe
Maret 29, 2007 § 30 Komentar
Saya baru tahu, ternyata sekarang ada situs pelacak lokasi telepon selular. Memang masih versi beta sih, tapi lumayan akurat karena pakai satelit GPS.
Sampean bisa mencobanya sendiri di sini. Dengan situs ini, siapa pun tak bisa bersembunyi.
Tapi awas, jangan disalahgunakan ya … 😀
Ancaman Pecas Ndahe
Maret 20, 2007 § 12 Komentar
Modus baru?
Kok berani ya? Bukankah ancaman lewat website [Internet] lebih gampang dilacak ketimbang, misalnya, surat kaleng tradisional [lewat pos biasa, tanpa nama dan alamat]? Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak?
Nananias Pecas Ndahe
Maret 9, 2007 § 10 Komentar
Karena hari ini miss narcisnias berulang tahun, saya kirimkan salam dari jauh. Ayo Ki Sanak, minta traktir ke bu guru yang pintar dan baik hati itu …
Dian Pecas Ndahe
Februari 27, 2007 § 34 Komentar
Terus terang, saya suka Dian Sastro. Ya, ya, ya … Dian yang mahasiswi sekaligus bintang film dan sinetron itu. Gadis yang disebut-sebut sebagai “Indonesians Sweet Heart” itu. Tahu, kan?
Karena itu, jangan heran bila saya nyaris selalu membaca semua berita tentang Dian. Halah. Dan, pagi ini saya dikagetkan oleh sebuah berita tentang Dian.
Sampean ndak usah bingung dulu, Ki Sanak. Saya bukan mau cerita tentang perempuan bernama lengkap Diandra Paramitha Sastrowardoyo itu. Tapi, saya cuma mau cerita tentang sebuah berita kembar tentang Dian di dua media cetak yang berbeda.
Kenapa saya sebut kembar? « Read the rest of this entry »



