Paman Pecas Ndahe
Februari 26, 2007 § 19 Komentar
Apa yang dilakukan orang ketika berulang tahun? Ada yang mentraktir teman-temannya, mengundang makan kerabatnya di rumah atau di warung. Ada yang tidur seharian. Ada yang memilih liburan, jalan-jalan ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, dan sebagainya.
Paman yang terkenal iseng itu memilih cara yang lain ketika hari ini berulang tahun. Ia menulis sebuah nostalgia, pengalaman ketika kanak-kanak, masa-masa yang penuh kebandelan, khas para bocah.
Mungkin Paman sekadar ingin mengenang perjalanan hidupnya yang sudah sangat panjang. “Ah, jebule aku wis tuwek,” begitu mungkin yang ada dalam benaknya. « Read the rest of this entry »
Statistik Pecas Ndahe
Februari 22, 2007 § 19 Komentar
Lumayan, gara-gara saya nunut mejeng di komunitas ini, statistik [tipuan] pengunjung blog ini jadi naik. Ada beberapa orang yang nyasar ke sini. Boleh dong, sekali-sekali narsis sedikit. Hihihihi …. « Read the rest of this entry »
Venus Pecas Ndahe
Februari 12, 2007 § 29 Komentar
Sir Mbilung Mac Ndobos teman baik saya itu menyangsikan bahwa Top 10 Blog Perempuan di posting saya yang lalu itu benar-benar dimiliki perempuan.
Saya sebetulnya juga meragukannya, terutama blog nomor 10 karena terus terang saya belum pernah membuktikan keperempuanannya.
Kalau dilihat sepintas, dari namanya saja, blog itu mengisyaratkan pemiliknya seorang perempuan. Venus itu, katanya, simbol perempuan. Simbol laki-laki itu Mars. Posting-posting-nya juga bernuansa perempuan.
Pokoknya selama ini saya hakul yakin blog itu milik seorang perempuan aseli. Mosok sih, dia bohong? Tega nian. Soalnya selama ini saya menganggapnya teman yang baik, terlalu baik malah. Saya ndak pernah menyangsikannya barang sedikit pun. Tapi … « Read the rest of this entry »
Corong Pecas Ndahe
Februari 9, 2007 § 51 Komentar
Seorang pemandu acara sebuah televisi swasta terkenal, sekaligus seorang blogger, melampiaskan kekecewaan di blognya ketika meliput perjalanan wisata di Malaysia.
Curahan hatinya itu ternyata membuat pemerintah Malaysia dan stasiun televisi yang memberinya tugas merasa tak nyaman. Mereka keberatan “rahasia dapur”-nya diumbar ke publik. Aha, sekali lagi sebuah blog telah menunjukkan kekuatannya.
Tapi, beberapa pertanyaan kembali menari-nari di benak saya. Bagaimana sebetulnya etika menulis di blog? Bagaimana pula seharusnya sebuah lembaga yang merasa dirugikan oleh tulisan di sebuah blog mengajukan keluhannya? Bikin blog korporat?




