Tepi Pecas Ndahe
Mei 9, 2007 § 7 Komentar
“Hidup manusia terbatas, tapi revolusi tak mengenal tepi.”
Pemimpin Pecas Ndahe
Mei 7, 2007 § 13 Komentar
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan kabinetnya yang baru sore ini. Lima nama baru masuk, dua wajah lama sekadar bergeser posisi.
Tapi, bukan perombakan kabinet itu benar yang menarik perhatian saya. Saya lebih tertarik pada wajah Tuan Presiden yang ketika mengumumkan nama-nama menteri baru itu terlihat sangat capek. Ia sepertinya kurang tidur, mungkin juga karena energi dan konsentrasinya telah terkuras untuk mengevaluasi kinerja para pembantunya itu.
Pidatonya datar — seperti sudah kita duga — dan ringkas saja. Ia seperti ingin buru-buru menyudahi kalimatnya supaya bisa segera istirahat di kasur dan bantal yang empuk. Tapi, mana bisa? Ia seorang presiden. Banyak tugas dan pekerjaan lain yang menunggu. Reshuffle kabinet pasti hanyalah sebutir pasir di tengah lautan pekerjaannya. « Read the rest of this entry »
Pers Pecas Ndahe
Mei 3, 2007 § 4 Komentar
Aduh, saya hampir lupa. Tepat pada 3 Mei ini para jurnalis dunia memperingati World Press Freedom Day.
Hari Kebebasan Pers Dunia dirancang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebebasan pers. Jalan memang masih panjang menuju kebebasan dari rasa takut, ancaman, tekanan, teror, kekuasaan negara, dan sebagainya. Tapi, minimal satu langkah sudah diayunkan.
Saya mau mengucapkan selamat kepada para pekerja pers di seluruh dunia atas usaha dan kerja keras mereka selama ini demi memperjuangkan pers bebas. « Read the rest of this entry »
Perjanjian Pecas Ndahe
April 27, 2007 § 11 Komentar
Hari ini pemerintah Indonesia meneken perjanjian ekstradisi dengan Singapura di Bali. Inilah perjanjian yang ditunggu-tunggu banyak orang, terutama kalangan penegak hukum. Penandatanganan perjanjian ekstradisi itu menandai babak baru hubungan kedua negara.
Singapura selama ini terkesan ogah meneken perjanjian itu, sementara Indonesia ngotot. Ada yang bilang, Singapura menolak perjanjian itu karena sama saja dengan menyerahkan tikus-tikus gemuk yang selama ini hidup aman dan nyaman di apartemen-apartemen pinggiran Marina Bay, Sentosa Island, ke aparat berseragam di Gedung Bundar, Jakarta.
Ada sebab lain. Apa itu? « Read the rest of this entry »
Che Pecas Ndahe
April 25, 2007 § 15 Komentar
Gara-gara Paman menulis tentang palu-arit, saya jadi ingat posting Kang Mbilung tentang angkot berstiker Che.
Dan, saya tiba-tiba merasa harus bertanya pada Paklik Isnogud tentang tokoh kita yang satu ini: Ernesto “Che” Guevara. Soalnya, saya kadang terheran-heran. Che itu datang dari negeri yang jauh, tapi entah kenapa banyak anak muda di sini mengidolakannya.
Stiker dan kaos bergambar Che dijual di mana-mana. Saking terkenalnya sampai ada yang menyangka itu foto Che itu gambarnya pelawak Betawi Benyamin S di masa muda. Ada pula yang mengira itu gambar penyanyi reggae. Halah. « Read the rest of this entry »



