Sepekan Pecas Ndahe
Maret 1, 2007 § 29 Komentar
Senin
Mata rembulan. Wangi Bvlgari. Lambaian tangan dan sederet angka di atas sobekan tisu.
Selasa
SMS. Email. Telepon singkat sepanjang siang dan malam hari. “Udah maem?” … Buzz and emoticons.
Rabu
Kinokuniya. Plaza EX. Starbucks. Dragonfly. Kerling berbinar. “See you tomorrow and sleep tight, dear.”
Kamis
Lantai 9, Apartemen Rasuna. Room service. Don’t disturb mode on.
Jumat
Ranjang yang lusuh. Blinking light … “Home calling.”
Sabtu
Incoming message: “I am leaving.”
Minggu
“Jangan lupa anak-anak dimandiin … “
Peringatan Pecas Ndahe
Februari 27, 2007 § 14 Komentar
Saya baru perhatikan ternyata Surat Yahoo! memasang peringatan semacam ini di halaman depan surat elektronik kita. Peringatan sejenis ini ndak ada di Mail Yahoo! [versi bahasa Inggris].
Saya ndak tahu sejak kapan papan peringatan ini mulai dipasang. Saya baru menyadarinya tadi ketika mau membuka kotak Inbox. Biasalah, ngecek-ngecek surat dari para penggemar gitu. Eits, jangan mencibir dulu ah. « Read the rest of this entry »
PR Pecas Ndahe
Februari 21, 2007 § 17 Komentar
Ini sebetulnya pekerjaan yang mudah: membantu anak mengerjakan PR. Tapi, jadi sulit karena dua hal: pekerjaan rumah itu soal bahasa Inggris dan bapaknya bukan tipe penjelas yang sabar. Akhirnya, si anak tambah bingung, bapaknya apalagi.
Ki Sanak, sampean jangan tertawa dulu ya. Tulung, tenan iki. Sebab, ini true story.
Ceritanya, anak sulung saya yang masih kelas 1 Sekolah Dasar itu mendapatkan PR bahasa Inggris. Soalnya sebetulnya mudah-mudah saja, cuma mengisi titik-titik kosong dengan imbuhan “a”, “an”, “some” atau “any”.
Gampang, kan? « Read the rest of this entry »
Babi Pecas Ndahe
Februari 17, 2007 § 25 Komentar
Tanpa terasa waktu berlalu dan Ahad besok masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2558. Kita memasuki masa yang disebut Tahun Babi.
Seperti biasa, saya lalu berbincang ringan dengan Paklik Isnogud tentang Imlek, tentang barongsai, tentang pesta-pesta yang didominasi warna merah, dan sebagainya.
“Bagaimana nasib dan peruntungan kita di Tahun Babi, Paklik?”
“Hahaha … ” Paklik tertawa. “Sampean ini kok aneh-aneh, lah wong saya ini bukan peramal je, Mas. Tentu saja saya ndak tahu bagaimana nasib sampean di Tahun Babi ini. Ngomong-omong soal babi, saya kok jadi ingat sebuah dongeng.”
“Dongeng apa, Paklik?” « Read the rest of this entry »



