Walkman Pecas Ndahe
Februari 16, 2007 § 31 Komentar
Gara-gara mau mendengarkan kaset lagu-lagu The Police dan Genesis, saya terpaksa bongkar-bongkar laci. Saya harus mengaduk-aduk koleksi lawas itu jauh di bawah tumpukan kertas-kertas, arsip, dokumen, dan segala tetek-bengek yang dibuang sayang itu.
Gara-gara itu pulalah, saya mengeluarkan walkman Sony uzur saya yang usianya sudah sekitar sepuluh tahun itu. Saya mau leyeh-leyeh di meja sambil mendengarkan suara Sting, menikmati suara Phil Collins.
Tapi, belum juga saya menekan tombol play, kawan sebelah meja saya tiba-tiba menowel dan bertanya, “Masih punya gituan to, Mas?” katanya sambil menunjuk walkman saya yang sudah pudar warnanya itu. “Emang nggak punya iPod? Nggak punya MP3 playernya? Komputernya nggak ada playernya, ya?” « Read the rest of this entry »
Konser Pecas Ndahe
Februari 15, 2007 § 36 Komentar
Ki Sanak, dua grup band jagoan saya mau bikin konser lagi. Ini konser reuni pertama setelah mereka berpisah selama bertahun-tahun.
Siapa? Itu lo, The Police dan Genesis. Apa ndak gendeng itu?
Bayangkan, The Police, man! Genesis, Bung! Siapa yang ndak kenal mereka? Sampean? Ah, dasar beda generasi. Payah!
Saya kasih tahu ya, The Police itu grupnya Sting, si vokalis rambut jabrik dengan suara seksi itu. Sedangkan Genesis itu grup yang melahirkan Phil Collins yang suaranya bindeng mirip orang pilek itu.
Nah, sampean mulai ingat kan? « Read the rest of this entry »
Penalti Pecas Ndahe
Februari 1, 2007 § 20 Komentar
Banyak anak, katanya, banyak rejeki. Tapi di Cina, banyak anak berarti kena penalti. Kalau tak mau kena denda, ya jangan punya anak lebih dari satu.
Lah, anak kan titipan Tuhan? Maaf, Cina sudah terlalu banyak menerima titipan. Halah. Pecas ndahe tenan!
Begitulah aturan yang berlaku di Cina. Setiap keluarga hanya boleh memiliki satu anak. Jika mau nambah, ya harus bayar penalti Rp 90 juta rupiah.
Jumlah denda bisa lebih besar jika yang punya anak itu keluarga kaya. Lah kalau tak punya uang piye untuk bayar denda? Orang tuanya masuk bui atau anaknya diambil negara. Modyar! « Read the rest of this entry »
Novelis Pecas Ndahe
Januari 31, 2007 § 26 Komentar
“Jika benar ada Tuhan, perlihatkanlah wajahmu kepadaku.”
Selasa kemarin ini, Sidney Sheldon sang novelis kondang itu, benar-benar melihat wajah Tuhan. Ia meninggal pada usia 89 tahun karena radang paru-paru.
Sheldon memang sudah lama merindukan Tuhan. Umurnya baru 17 tahun ketika negerinya dilanda krisis ekonomi pada 1934. Ratusan bank harus tutup. Puluhan usaha gulung tikar. Lebih dari 13 juta manusia kehilangan pekerjaan. Sheldon pun ikut tergerus frustrasi massal dan mengatakan kalimat itu dengan sedih.
Penggalan kisah itu tertuang dalam buku terakhir Sheldon, The Other Side of Me, yang terbit pada 2005. Tak seperti 16 buku sebelumnya yang berupa novel, buku ini berkisah tentang perjalanan hidup sang penulis — yang berhenti sehari yang lalu.
Saya hanya bisa menundukkan kepala begitu membaca berita kepergian jago cerita nomor wahid itu. Dust to dust, ashes to ashes …
Adakah di antara sampean yang suka karya-karya Sheldon? Judul yang mana favorit sampean, Ki Sanak?




