Libur Pecas Ndahe

Juni 7, 2007 § 22 Komentar

Liburan sebentar lagi. Ada sekolah yang mulai libur pertengahan Juni, ada yang akhir bulan ini. Kepala saya mulai mumet mencari kegiatan dan tempat paling asyik. Soale, bedes-bedes saya sudah merengek minta ke sana-sini. Tapi, mosok 3 hari untuk selamanya lagi?

Sampean punya saran, Ki Sanak?

Sebetulnya sih, asyik juga ya main ski. Sayang ndak ada salju di deket-deket sini. Jeng Evy mau ngirim tiket pesawat ndak yo? Salju di Anchorage sudah meleleh belum?

Bung Pecas Ndahe

Juni 6, 2007 § 21 Komentar

Hari ini, 106 tahun yang lalu, seorang calon pemimpin besar lahir di Surabaya. Namanya Soekarno. Ia kemudian memang menjadi orang besar: proklamator dan Presiden Republik Indonesia pertama.

Siapa yang tak kenal?

Saya sengaja mencari Paklik Isnogud untuk mendengar dongengnya tentang Si Bung Besar itu. Paklik tentu menyimpan pengetahuan segudang, juga kenangan, tentang tokoh yang dikaguminya itu. Apa komentar Paklik ya?

Yang saya cari ternyata sedang berada di ruang kerjanya, menatap foto Soekarno dalam bingkai kaca. Sebuah potret besar hitam-putih. Aha, sebuah kebetulan. Paklik tentu sedang mengenang Si Bung itu. « Read the rest of this entry »

Perez Pecas Ndahe

Juni 4, 2007 § 29 Komentar

What’s in a name, kata Shakespeare. Ya, apalah arti sebuah nama. Sebuah nama mungkin justru tak punya arti sama sekali.

Tapi, jangan coba-coba tanyakan kepada Julia Perez, apa arti namanya? Soalnya mungkin dia malah bakal bingung dan bertanya-tanya.

Nama? Namaku yang mana? Namaku kan ada dua.

Holoh. Lah kok dua, sih?

Ya iyalah. Lah wong Julia Perez itu cuma nama beken je. Namanya yang dulu bukan itu. Lah kok bisa? Embuh. Saya juga baru tahu nama lain [alias] artis yang seksi binti bahenol itu setelah baca berita di bawah ini.

Sampean pasti penasaran, dari mana saya dapat berita ini, kan?

Rahasia, Ki Sanak … 😀 … « Read the rest of this entry »

Marinir Pecas Ndahe

Juni 2, 2007 § 41 Komentar

Surat terbuka untuk anggota pasukan marinir, TNI Angkatan Laut, di mana saja berada.

Kepada bapak-bapak anggota pasukan marinir di mana saja,

Saya Choirul Anwar. Umur baru 3 tahun. Saya anak Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Kampung saya di dekat tempat bapak-bapak biasa latihan perang-perangan. Sekarang saya sedang terbaring di ranjang rumah sakit karena kata dokter saya tertembak. Dada saya sakit sekali. Kata dokter, ada peluru di dalamnya. Dokter belum bisa mengeluarkan peluru itu karena kondisi saya masih lemah.

Saya tak tahu bagaimana saya bisa terkena peluru itu. Saya hanya ingat, saya sedang digendong ibu ketika di kampung saya terdengar suara ribut-ribut dan dar-der-dor. Ibu lalu lari sambil menggendong saya. Tiba-tiba ibu jatuh dan dada saya perih. Setelah itu, saya tak sadar. « Read the rest of this entry »

5 Pecas Ndahe

Juni 1, 2007 § 11 Komentar

Hari ini, 62 tahun yang lalu, Bung Karno berorasi. Sebuah pidato bersejarah. Untuk pertama kalinya ia menyebut Pancasila.

Sebuah ideologi? Dasar negara? Paham?

Tak mudah untuk menafsirkannya secara persis hari-hari ini ketika banyak orang mulai melupakannya; pada saat hati nurani kita sepak jauh-jauh ke sudut. Tak gampang lagi kita menemukannya di relung-relung sanubari.

Dalam kebimbangan, saya mencari Paklik Isnogud untuk mendapatkan pencerahan. Bekal saya cuma pertanyaan: Kapan Pancasila lahir dan apa maknanya sekarang?

Paklik mengernyitkan jidat ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Ia seperti berpikir keras sebelum menjawab. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.