Madam Pecas Ndahe
Mei 3, 2007 § 17 Komentar
Inilah muncikari paling top di jantung kekuasaan dunia: Debora Jeane Palfrey alias DC Madam.
Nama perempuan berusia 50 tahun itu meroket di Amerika setelah ia mengancam akan membeberkan daftar kliennya, termasuk rekaman telepon, bila aparat hukum ngotot mengirimkannya ke penjara. Halah!
Ancaman perempuan yang dijuluki Madam DC itu [karena operasinya di Washington DC] ndak main-main. Satu korban bahkan sudah jatuh. Ia menyebut nama petinggi lembaga donor Amerika (USAID) dan yang bersangkutan langsung mengundurkan diri dari jabatannya. Kereeeen … « Read the rest of this entry »
Pendidikan Pecas Ndahe
Mei 2, 2007 § 19 Komentar
Di Hari Pendidikan Nasional ini ada baiknya kita mengenang sebuah fragmen ringkas di Hindia Belanda, awal abad ke-19.
Beberapa anak kecil menangis di depan rumah Asisten Wedana di satu kota di Madura, 1919. Mereka memang dihukum. Tubuh mereka dicap tinta dengan tulisan Je Maintendrai — semboyan Raja Belanda yang termasyhur itu.
Kesalahan mereka: tak masuk sekolah! « Read the rest of this entry »
Foke Pecas Ndahe
Mei 1, 2007 § 21 Komentar
Kampanye pemilihan gubernur Jakarta belum lagi dimulai, tapi sangkakala perang sudah ditiup jauh-jauh hari. Saya mengetahuinya lewat harian Media Indonesia hari ini.
Di halaman dua koran itu disebutkan Fauzi Bowo, calon Gubernur DKI Jakarta, akan melaporkan pengelola blog Bang Fauzi Watch. Tapi, tak jelas ia akan lapor ke mana. Aha, ini yang namanya kelemahan jurnalistik yang sangat elementer. « Read the rest of this entry »
Buruh Pecas Ndahe
Mei 1, 2007 § 11 Komentar
Tentang buruh, kita tahu betapa lemah kedudukannya dalam sebuah kehidupan sosial-ekonomi yang berkelebihan tenaga kerja seperti Indonesia sekarang.
Tentang perempuan, kita tahu betapa senantiasa genting posisinya dalam sebuah lingkungan budaya yang semakin memuja ”Ramboisme” seperti sekarang.
Karena itu, berbicara tentang perempuan yang bekerja sebagai buruh [atau buruh yang perempuan] sama saja dengan berbicara tentang posisi lemah yang sangat genting.
Karena itu, marilah kita mengingat para perempuan di Hari Buruh.
Dolly Pecas Ndahe
April 28, 2007 § 18 Komentar
Para lelaki penggemar “molimo” tampaknya harus mencari tempat nongkrong baru. Setelah Saritem Tbk. di Bandung ditutup pekan lalu, Dolly Inc. di Surabaya pun terancam gulung tikar.
Kenapa?
Saya baca di situs Earthtimes.org bahwa lumpur panas Lapindolah yang membuat Dolly, kawasan industri esek-esek terbesar Indonesia (?) itu, mulai memasuki masa-masa sulit.
Pelanggan luar kota jarang datang karena terhadang lautan lumpur. Roda bisnis pemuas syahwat itu pun terganggu. « Read the rest of this entry »




