Preman Pecas Ndahe
April 18, 2007 § 12 Komentar
Pada suatu malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Seorang preman terminal menghampiri pedagang rokok. Rambutnya gondrong. Badannya gede dan kekar, penuh tato. Tapi, jalannya agak doyong, miring ke kiri dan ke kanan, tanda sedikit mabok. Matanya yang merah, setengah merem.
Preman : Bang, rokok sebungkus dong (sambil ngasih duit sepuluh ribu)
Penjual : Koreknya nggak sekalian? (sambil ngasih sebungkus rokok)
Preman : Nggak usah. Ada kembaliannya nggak?
Penjual : Ada nih, seceng (seribu).
Preman : Cup-A-cup dua deh.
Penjual : @#$@%@% (preman kok doyan permen emut???) …
IPDNmania Pecas Ndahe
April 17, 2007 § 33 Komentar
Saya baru tahu ternyata ada blog baru yang seru. Tentu saja isinya menyangkut institut yang lucu bin menggemaskan itu.
Kenapa seru? Rupanya blog bernama IPDNmania itu memicu kontroversi baru yang menyulut api peperangan di blogosphere, membuat para blogger seperti Venus, Anto, Wadehel, dan mungkin banyak lagi, ngamuk. Sampai-sampai mereka membuat petisi segala. Wis jan, pokoke ramai bener. Syeneng aku …
Saya ndak tahu siapa pembuat blog wagu tur lucu itu. Saya cuma gumun, kenapa kita mesti ngamuk melihat kemunculan blog itu? « Read the rest of this entry »
Carrefour Pecas Ndahe
April 11, 2007 § 17 Komentar
Ada dua insiden yang membuat saya miris pekan ini. Yang pertama seorang bocah meninggal tertimpa rak di Carrefour, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, pada Ahad yang lalu. Yang kedua, seorang bocah diculik dan dibunuh di Yogyakarta.
Dua orang anak. Dua-duanya meninggal secara mengenaskan. Duh Gusti, ada apa gerangan ini? Coba bayangkan betapa hancurnya perasaan orangtua kedua anak itu? « Read the rest of this entry »
Komputerakt!f Pecas Ndahe
April 10, 2007 § 12 Komentar
Bukan Paman Tyo kalau di tengah kegalauan hatinya tak sempat kriuk-kriuk ngemil ketika saya meneleponnya tadi pagi. Ia justru asyik mengunyah sambil ngoceh di pagi hari persis prenjak di atas wuwungan. Saya menikmati garing dan renyahnya kudapan lewat telepon.
Semula saya cuma hendak mengirimkan simpati dan dukungan saya atas musibah yang sedang menimpa pabriknya. Tapi, obrolan di pagi hari tadi malah menyiratkan bahwa Paman belum habis. Ia masih menyimpan segudang gagasan untuk bertahan.
Teriring doa dan simpati saya untuk Paman dan teman-temannya di Komputerakt!f. Pabrik boleh tutup, blog jalan terus. Begitu kan, Paman?




