PR Pecas Ndahe
Februari 8, 2007 § 20 Komentar
Banjir memang belum berlalu dari Jakarta. Di beberapa wilayah, air masih menggenang. Beberapa jalan juga masih terendam air dan belum bisa dilalui. Para pengungsi pun masih menginap di tenda-tenda pengungsian seadanya.
Tapi, ini soal waktu. Sebentar lagi air pasti surut dan … Everything back to normal, wild as usual. Sudah terbayang apa yang bakal terjadi begitu bencana itu lewat. Setidaknya saya mencatat 10 hal yang pasti bakal muncul setelah air surut dan menjadi pekerjaan rumah kita bersama.
Snob Pecas Ndahe
Februari 7, 2007 § 18 Komentar
Dalam setiap bencana selalu terselip cerita human interest. Kisah-kisah ringan yang menarik perhatian. Cerita-cerita tentang manusia dan pernak-perniknya. Ada yang lucu, dramatik, memprihatinkan, menggelikan, sekaligus ada juga yang ngeselin.
Saya mendengar satu kisah ringan yang ngeselin itu di radio tadi pagi. Syahdan si penyiar mewawancarai seorang relawan yang beberapa kali mengevakuasi korban banjir.
Si penyiar bertanya, “Apa sih suka dukanya jadi relawan? Ada nggak korban yang malah marah-marah ketika hendak ditolong? Ada nggak korban yang ngeselin?”
Kondom Pecas Ndahe
Februari 6, 2007 § 30 Komentar
Aburizal Bakrie, juragan besar yang juga menteri itu, sekarang ngurusin kondom. Ndak tanggung-tanggung, kondom khusus perempuan loh. Sampean pasti ndak percaya yo? Mosok dari urusan lumpur kok dia banting stir ke urusan pembungkus burung?
Ndak usah kaget, ndak perlu gumun. Saya juga baru baca berita di sini. Di berita itu disebutkan, Ical meluncurkan kondom khusus perempuan sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk menanggulangi HIV dan AIDS.
Radio Pecas Ndahe
Februari 5, 2007 § 19 Komentar
Ketika banjir menyapu Jakarta, orang kembali melirik radio. Para pendengarnya mengandalkan siaran radio untuk mencari dan mendengarkan pelbagai info seputar banjir.
Hari-hari ini radio kembali menunjukkan kekuatannya sebagai media yang belum tergantikan oleh media lain seperti koran, majalah, televisi bahkan Internet sekalipun.
Televisi memang masih mencoba merebut sisa-sisa kekuatannya dengan menayangkan secara langsung gambar-gambar yang dramatik. Namun, tetap saja orang kembali ke radio — bukan ke laptop, seperti Thukul.
Peluang Pecas Ndahe
Februari 5, 2007 § 7 Komentar
Selalu ada berkah di balik musibah. Berkah itu biasanya datang secara tak terduga. Namanya juga berkah. Makanya, di Jawa ada istilah ngalap berkah atau “berburu” berkah.
Begitu pula ketika musibah banjir melalap Jakarta hari-hari ini. Ada saja orang yang secara tak terduga mendapatkan durian runtuh dari bencana banjir dan “kesialan” orang lain. Mereka mungkin memang jeli melihat peluang itu atau sekadar beruntung saja.
Setidaknya saya tahu ada empat peluang yang baru muncul ketika musibah datang. Dan, ada saja orang yang memanfaatkan peluang itu menjadi rupiah. « Read the rest of this entry »




