Perjanjian Pecas Ndahe
April 27, 2007 § 11 Komentar
Hari ini pemerintah Indonesia meneken perjanjian ekstradisi dengan Singapura di Bali. Inilah perjanjian yang ditunggu-tunggu banyak orang, terutama kalangan penegak hukum. Penandatanganan perjanjian ekstradisi itu menandai babak baru hubungan kedua negara.
Singapura selama ini terkesan ogah meneken perjanjian itu, sementara Indonesia ngotot. Ada yang bilang, Singapura menolak perjanjian itu karena sama saja dengan menyerahkan tikus-tikus gemuk yang selama ini hidup aman dan nyaman di apartemen-apartemen pinggiran Marina Bay, Sentosa Island, ke aparat berseragam di Gedung Bundar, Jakarta.
Ada sebab lain. Apa itu? « Read the rest of this entry »
Che Pecas Ndahe
April 25, 2007 § 15 Komentar
Gara-gara Paman menulis tentang palu-arit, saya jadi ingat posting Kang Mbilung tentang angkot berstiker Che.
Dan, saya tiba-tiba merasa harus bertanya pada Paklik Isnogud tentang tokoh kita yang satu ini: Ernesto “Che” Guevara. Soalnya, saya kadang terheran-heran. Che itu datang dari negeri yang jauh, tapi entah kenapa banyak anak muda di sini mengidolakannya.
Stiker dan kaos bergambar Che dijual di mana-mana. Saking terkenalnya sampai ada yang menyangka itu foto Che itu gambarnya pelawak Betawi Benyamin S di masa muda. Ada pula yang mengira itu gambar penyanyi reggae. Halah. « Read the rest of this entry »
Dressel Pecas Ndahe
April 23, 2007 § 21 Komentar
Saya kaget ketika membaca berita utama koran ini. Sejumlah tokoh terkenal tertipu oleh bisnis investasi oleh PT Wahana Bersama Globalindo — agen produk penanaman modal Dressel Investment Limited.
Yang bikin saya tercegang, selain karena kasus ini menyangkut uang triliunan rupiah, korbannya adalah nama-nama kondang di Indonesia. Ada Ketua DPR Agung Laksono, artis Sandy Harun, Peggy Melati Sukma, Iwan Fals, sutradara Mira Lesmana, Riri Reza, pengacara O.C. Kaligis, konglomerat Sukamdani Sahid, budayawan Goenawan Mohamad, dan banyak lagi.
Dalam hati saya bertanya-tanya, kok bisa? Bagaimana mungkin mereka masih percaya pada bisnis akal-akalan seperti Dressel itu? « Read the rest of this entry »
Golf Pecas Ndahe
April 23, 2007 § 9 Komentar
<div class=”gambar”
Ndoro Juragan Bos memberi saya perintah untuk mencari tahu kebenaran rumor bahwa seorang menteri telah mengundurkan diri. Halah, tugas kok berat betul ya? Kenapa nggak tanya soal lain sih?
Tapi, karena ini perintah, dari Ndoro Juragan Bos pula, terpaksalah saya melakukannya. Masalahnya, bagaimana caranya? Saya ini bukan siapa-siapa je. Presiden bukan, menteri bukan, pejabat pun bukan. Piye yo?
Aha, kebetulan saya punya kenalan, seorang ajudan menteri. Kenapa ndak tanya dia? Sip. Saya pun mengirimkan SMS. Biasa, taktik pancingan. Beginilah korespondensi saya dengan Mas Ajudan itu melalui SMS. « Read the rest of this entry »
Phnom-Penh Pecas Ndahe
April 19, 2007 § 12 Komentar
Hari-hari ini, 28 tahun yang silam, adalah masa yang mencemaskan di Kamboja. Pada 17 April 1979, kota Phnom-Penh jatuh. Pasukan berbaju hitam berkalung sarung yang kumuh masuk.
Itulah awal masa yang kemudian tercatat dengan bulu roma berdiri: hampir tumpasnya bangsa Kamboja, di ujung abad ke-20 yang beradab.
Saya mendapatkan cerita ini dari Paklik Isnogud. Ia menuturkannya dengan memesona, tapi terasa betul ada yang mencekam dari kisah itu. Saya sampai meriding saat membayangkannya. « Read the rest of this entry »



