Bengawan Pecas Ndahe

Januari 18, 2007 § 14 Komentar

Bengawan terjun ke kali mungkin sama absurdnya dengan apa yang digambarkan oleh pepatah Jawa, kebo nyusu gudel. Tapi, begitulah kejadian yang dialami rangkaian kereta api kelas ekonomi Bengawan, jurusan Solo-Jakarta, ketika terjungkal di sungai dan mengakibatkan lima penumpangnya tewas, Senin lalu.

Ini kecelakaan angkutan massal keempat dalam tempo sebulan, setelah kapal Tristar dan Senopati Nusantara, serta pesawat Adam Air. Jadi lengkap sudah lokasi bencana itu: laut, udara, dan darat. Tinggal kepolisian saja yang belum dapat giliran [ups!].

Masya Allah, musibah kok ndak berhenti-henti. Mungkinkah ada yang tak beres di negeri ini? Tapi, apanya yang tak beres ya? Siapa sih yang salah? Kendaraannya, penumpangnya, pengusahanya, ngaparat pemerintahnya, aturannya, alamnya, atau siapa? « Read the rest of this entry »

Malari Pecas Ndahe

Januari 15, 2007 § 11 Komentar

Hari ini, 33 tahun silam, huru-hara pecah di jantung Jakarta. Mahasiswa dan rakyat turun ke jalan menolak dominasi Jepang. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka berkunjung di Jakarta.

Aksi unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan. Pasar Senen membara. Militer lalu turun tangan. Jenderal Soemitro pun berorasi di atas panser, di bundaran Hotel Indonesia, menenangkan massa. Beberapa tokoh mahasiswa ditangkap, di antaranya Hariman Siregar. Dan insiden itu pun dikenal sebagai Peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari).

Hari ini, Hariman Siregar sepertinya mau bernostalgia — dengan beberapa perbedaan. Ia memang kembali menggelar aksi unjuk rasa persis di bundaran Hotel Indonesia. Tapi, ia tak sedang menolak Jepang. Ia memprotes pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hariman juga tak akan dihadapi petinggi tentara sekelas Sumitro. Pejabat paling tinggi yang akan menghadapinya mungkin cuma berpangkat ajun komisaris. « Read the rest of this entry »

Beckham Pecas Ndahe

Januari 13, 2007 § 15 Komentar

Bagaimana rasanya punya gaji Rp 9 miliar per minggu? Enaknya buat apa ya uang sebanyak itu? Tanyakanlah pada David Beckham.

Bintang sepak bola Inggris itu pindah ke klub Los Angeles Galaxy, Amerika, dengan nilai kontrak senilai US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,28 triliun. Ini salah satu kontrak termahal dalam sejarah olahraga di dunia dan rekor kontrak tertinggi sepak bola Amerika sejak 1975, ketika Pele bergabung dengan New York Cosmos.

Busyet, dah! Itu kan sama dengan sekitar Rp 9 miliar per minggu atau Rp 1,232 miliar per hari, Rp 52,8 juta per jam, Rp 880 ribu per menit. Jadi berapa harga setiap tarikan napas Beckham setiap detik? Silakan hitung sendiri … « Read the rest of this entry »

Citra Pecas Ndahe

Januari 9, 2007 § 15 Komentar

Siapa tak pernah menggambar pemandangan seperti ini sewaktu kanak-kanak? Pemandangan dengan dua gunung, jalan, sawah, dan matahari seperti ini mungkin gambar paling klasik dalam sejarah anak-anak Endonesah. Dan, sangat khas. Saya tak tahu kenapa rata-rata anak-anak kita melukis pemandangan seperti ini, bahkan anak-anak di daerah yang tak punya gunung dan persawahan.

Keseragaman imajinasi? « Read the rest of this entry »

Modernisasi Pecas Ndahe

Januari 4, 2007 § 7 Komentar

Setelah jaringan internet njengking tempo hari dan masih terasa imbasnya hingga hari ini, ada yang menulis — dengan nada agak khawatir — tentang bagaimana sulitnya kita hidup tanpa internet.

Bayangkan, katanya, bagaimana kita akan berkomunikasi, transaksi, dengan orang lain di tempat yang jauh tanpa internet? Bagaimana kita bisa bekerja cepat dengan tanpa internet? Wah, dunia serasa mau kiamat …. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Paklik Isnogud category at Ndoro Kakung.