Kelamin Pecas Ndahe

April 4, 2007 § 24 Komentar

Blog itu laki-laki, perempuan, aseksual, atau hermaprodit?

Menurut saya, blog itu berjenis kelamin perempuan. Seperti pada umumnya perempuan, setiap hari blog melahirkan anak-anaknya: jutaan posting. Anak-anak blog ini lalu berkembang berbiak, kadang bertautan satu sama lain, menjalin pesaudaraan.

Ada anak blog yang cantik, menggoda, seksi. Ada pula anak blog yang tampan, kekar, tapi njelehi. Posting ini termasuk dari jenis anak blog yang kurus, wagu, sekaligus ndak mutu.

Nah, kalau menurut sampean, blog itu laki-laki, perempuan, aseksual, atau hermaprodit?

Koruptor Pecas Ndahe

April 3, 2007 § 13 Komentar

Mengapa semua koruptor [paling tidak yang sudah dipenjara] itu laki-laki?

Seandainya perempuan memang tak pernah korupsi, berarti kunci pemberantasan korupsi sebetulnya sangat sederhana: semua pegawai negeri harus perempuan.

Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak?

Sebelum berkomentar, ada baiknya kalau sampean mengetahui lebih jauh tentang tindak pidana korupsi [definisi, ancaman hukuman, dll]. Informasinya ada di sini.

[pic taken from here]

Microwave Pecas Ndahe

Maret 31, 2007 § 11 Komentar

<div class=”gambar”

Pria adalah micowave; Wanita itu kompor listrik.

***

Kami, saya dan Paklik Isnogud, sedang mendengarkan album lama Guruh-Gipsy hasil kolaborasi Chrisye dan Guruh Soekarnoputra siang itu ketika Mas Mbelgedes datang tergopoh-gopoh. Keringat berleleran di wajahnya yang bersemu ungu — karena saking hitamnya. Napasnya terengah-engah, nyaris putus.

“Wadoh Paklik, Mas … tobat-tobat. Ketiwasan saya … ” kata Mas Mbelgedes sambil menunduk-nundukkan badannya.

Melihat Mas Mbelgedes yang datang mendadak dan sikapnya yang tak biasa itu, saya kaget campur heran. Selama ini seingat saya ndak pernah Mas Mbelgedes berani masuk ruang kerja Paklik. Ia buruh lapangan, sehari-hari dia jarang di pabrik. Kalaupun tak ada tugas ke luar, Mas Mbelgedes biasanya lebih suka nongkrong di warung depan pabrik, bukan di sini di ruang Paklik. Kenapa tiba-tiba dia menghambur kemari? Ada apa? « Read the rest of this entry »

Otak Pecas Ndahe

Maret 27, 2007 § 19 Komentar

Jika bocah-bocah lelaki dan perempuan tumbuh di sebuah tempat terpencil, tanpa masyarakat yang mengatur atau orangtua yang memimpin mereka, apakah gadis-gadis akan tetap membuat lingkaran teman dan bermain boneka, sedangkan para jejaka akan tetap bersaing satu sama lainnya, berkelahi, dan membentuk kelompok dengan kepemimpinan yang jelas?

Paklik Isnogud mengajukan pertanyaan yang memusingkan itu setelah Minggu kemarin dia bercerita tentang gedebog pisang yang membuat saya ngakak.

Dan, seperti biasa, tanpa menunggu jawaban saya, Paklik berbicara sendiri, menjawab pertanyaan itu. « Read the rest of this entry »

Gedebog Pecas Ndahe

Maret 25, 2007 § 17 Komentar

Pria dan wanita memang beda. Bukan lebih baik atau lebih buruk — hanya berbeda. Lelaki susah menemukan G-spot, perempuan seperti batang pisang.

***

Setiap ada hari libur, Paklik Isnogud mengajak saya melewatkannya dengan cara ala kadarnya. Paklik membaca buku atau mengisap tembakau lintingannya sambil menyesap kopi, saya memancing bersama bedes-bedes.

Pada prakteknya, Paklik menyela kegiatan memancing itu dengan acara tanya-jawab. Tepatnya, dia bertanya, saya dipaksa menjawab.

Ada kalanya pertanyaan Paklik tak ada jawabannya, atau minimal saya tak punya. Pertanyaannya lebih sering hanya menunjukkan kecerdasannya atau kebingungan Paklik sendiri. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Psikologia category at Ndoro Kakung.