Gajah Pecas Ndahe

Agustus 12, 2013 § 23 Komentar

Hari ini dunia merayakan World Elephant Day, 2013. Saya mengetahuinya lewat situs yang didedikasikan khusus untuk acara tersebut.

Mengapa gajah?

Elephants are simply one more natural resource that is being caught up in human greed on the one hand and human need on the other. We somehow need people to become reacquainted with nature or they can have no clue as the interrelatedness of cause and effect. [Dr. Stephen Blake, Mac Planck Institute for Ornithology]

Meski sosoknya besar, gajah adalah salah satu satwa yang dicintai dan dihormati oleh penduduk dan budaya di pelbagai pelosok dunia. « Read the rest of this entry »

Aceh Pecas Ndahe

April 24, 2009 § 54 Komentar

acehjourneySEJARAH kembali berderak-derak di Nanggroe Aceh Darussalam. Pernah jadi negeri yang dikoyak-koyak oleh operasi militer, dihembalang tsunami, kawasan itu kini mencoba bangkit dan menyongsong masa depan. Luka-luka masa lalunya yang pedih nyaris 100 persen sembuh.

Saya melihat Aceh yang kembali hidup di warung-warung kopi yang tak pernah sepi sepanjang hari. Gampong-gampong yang pikuk selepas magrib, Pantai Lampuuk dengan debur ombak yang tak putus dan pasir putihnya yang lembut, juga para blogger Aceh yang ramah dan bersahabat.

Saya beruntung sempat ke Aceh pada 22 April lalu untuk bertemu dengan kawan-kawan blogger di sana, sekaligus menghadiri acara peluncuran dua situs baru, Aceh Journey dan AcehPedia. Acara bertema Mari Menuliskan Aceh ini diselenggarakan di Aceh Community Center, Banda Aceh, dan dihadiri lebih dari 200 peserta. « Read the rest of this entry »

Mulut Pecas Ndahe

November 3, 2008 § 81 Komentar

Ini berita dari Okezone yang menggegerkan itu.

Lalu, di bawah ini berita dari Serambi Indonesia Online yang menjelaskan duduk perkaranya. Tapi, sayang ndak ada konfirmasi dari salah satu pihak.

Silakan sampean mengambil kesimpulan sendiri. Tapi, buat saya, ini semacam pengingat bahwa mulutmu harimaumu …

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with aceh at Ndoro Kakung.