Belanja Pecas Ndahe

Juni 11, 2014 § 89 Komentar

Libur telah tiba. Sampean mau ke mana bersama keluarga? Di rumah? Ke Taman Safari? Ancol? Bromo? Yogyakarta? Belitung? Raja Ampat? Bangkok? Singapura? Melbourne? Paris? Terserah, silakan pilih sesuai keinginan.

Saya mau ke Bali. Setelah didera hawa panas Jakarta dan tekanan pekerjaan, kerinduan bermain di pantai dan keasyikan petualangan di Night Safari begitu menggoda.

Hanya itu? Tentu saja tidak. Bali menyimpan segudang lokasi wisata, atraksi budaya, sawah terasering, air terjun, pantai nan elok, makanan yang lezat, dan semua yang dibutuhkan oleh mereka yang ingin berlibur.

Ini terlihat sempurna. Tujuan wisata sudah ditentukan. Agenda pun telah direncanakan.

Lantas? « Read the rest of this entry »

Freeport Pecas Ndahe

Juli 16, 2009 § 53 Komentar

Papua, Freeport, dan penembakan adalah trio yang erat sejak 1970-an. Ada masalah kemakmuran, ketimpangan ekonomi, dan rebutan jatah keamanan.

cover koran tempoSebuah pesan pendek masuk ke telepong genggam saya pagi tadi. Pengirimnya seorang kawan lama, konsultan di sebuah departemen. Isinya singkat saja. Sebuah pujian.

“Keren bener cover koran hari ini. salut dan salam buat infografernya.”

Saya tersenyum, lalu membalas pujian itu seraya mengucapkan terima kasih. Padahal terus terang saya malah belum melihat seperti apa sampul yang dipuji itu.

Saya baru tahu setelah menemukan koran itu di meja kerja saya. Dan sepakat dengan penilaian kawan lama saya lewat SMS tadi.

Sampul itu bercerita tentang insiden penembakan di daerah yang terus mendidih sejak lebih dari dua puluh tahun silam, Papua. Aksi penembakan misterius itu memakan korban warga Australia dan sejumlah polisi lokal. Apakah gerangan yang sedang terjadi di bumi cendrawasih itu? Kenapa masalah keamanan selalu muncul di sana? « Read the rest of this entry »

Portal Pecas Ndahe

Mei 29, 2009 § 60 Komentar

Pemerintah Jakarta menggelar operasi pembongkaran portal. Di Pondok Indah, sejumlah jenderal polisi keberatan terhadap operasi itu.

jenderalEntah sejak kapan tepatnya kita mengenal penghalang jalan yang disebut portal ini. Tiba-tiba saja palang, biasanya terbuat dari besi bulat, menjadi sesuatu yang akrab di lingkungan perumahan.

Seorang kawan bercerita, ribuan portal mengepung Jakarta setelah Kerusuhan Mei 1998. Waktu itu, warga Jakarta ramai-ramai membangun penghalang akses ke kawasan perumahan untuk mencegah terulangnya aksi penjarahan. Tapi seingat saya, kita sudah mengenal portal jauh sebelum tragedi berdarah di Ibu Kota itu.

Sampai hari ini, portal masih bertebaran di seluruh penjuru Jakarta. Sebagai ilustrasi, di wilayah Jakarta Utara saja ada 722 portal. Rinciannya, Kecamatan Cilincing 3, Kecamatan Kelapa Gading 285, Kecamatan Penjaringan 67, Kecamatan Tanjungpriok 285 dan Kecamatan Koja 35. Sedangkan di Jakarta Selatan ada 1224 portal, tersebar di Kecamatan Kebayoran Baru, Kecamatan Kebayoran Lama, Kecamatan Mampang, Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Pasar Minggu. Dasar hukum pembangunan portal adalah Peraturan Daerah tentang Tonase dan Portal. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with aman at Ndoro Kakung.