Daun Pecas Ndahe

Juni 19, 2007 § 23 Komentar

Daun-daun kenangan berdesah sedih dalam gelap — Longfellow.

Saya bangun ketika rumah sudah sepi. Anak-anak pasti sudah berangkat ke sekolah diantar ibunya sejam yang lalu.

Angin merayap pelan melalui jendela mengelus badan. Saya menengok keluar dan melihat daun-daun rontok satu-satu di halaman. Kemarau tampaknya sebentar lagi datang.

Setengah mengantuk, agak keliyengan, saya ke dapur, mencari-cari toples kopi dan gula. Ah, rasanya tak perlu. Saya lihat ada secangkir kopi hangat masih mengepul di meja. Istri saya tadi pasti sempat membuatkan sebelum pergi. Ritual setiap pagi.

Saya memang suka kopi. Rasanya ada yang kurang jika bangun pagi dan tak menyesap cairan hitam berkafein itu. Biasanya saya menikmatinya menjelang mandi. Baru setelah itu berangkat ke pabrik. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with angin at Ndoro Kakung.