Kartun Pecas Ndahe

November 20, 2008 § 118 Komentar

Kartun Nabi Muhammad kembali menjadi pembicaraan di ranah blog. Meski sudah beberapa bulan muncul, baru pekan ini memicu kegegeran setelah media arus utama menyantapnya sebagai berita panas. Pemerintah bereaksi. Polisi bergerak. Para blogger menyikapinya secara beragam.

Seorang kawan khawatir kasus ini akan membuat citra blogger tercoreng. “Masyarakat bisa menganggap kita, para blogger, sebagai kelompok yang ndak bener, Mas. Publik yang tak begitu paham blog akan mengira kita sejenis gerombolan pengacau belaka,” katanya.

Buat saya, begitulah kehidupan di ranah Internet dan blog. Blog memang bukan wilayah atau benda suci. Ia bisa tercemar oleh bakteri dan kuman pengganggu. Lalu ada kelompok yang tersinggung dan marah.

Tapi, sebaiknya kita lebih arif dan bijaksana menghadapi kasus ini. Tak perlu emosional. Blog bisa berpengaruh sekali. Isi blog yang tersebar bisa menghasut. Pendapat khalayak ramai bisa terbentuk. Dan seseorang atau sekelompok orang dirugikan. « Read the rest of this entry »

Iklan

Max Pecas Ndahe

Mei 21, 2008 § 39 Komentar

Max Moein. Nama itu tiba-tiba jatuh dari udara ke pangkuan saya pada sebuah siang yang lengas. Jangan tanyakan bagaimana prosesnya sebab saya pun tak tahu — dan ndak terlalu peduli.

Mungkin tak banyak di antara sampean yang mengenal Max Moein, politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, karena kamera televisi jarang menampilkan wajahnya.

Meski lama berkarier di Senayan, sosoknya memang kalah pamor ketimbang, misalnya, Megawati Soekarnoputri atau Pramono Anung, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai berlambang banteng hitam dalam lingkaran merah itu.

Max Moein pernah menjadi Ketua Komisi IX DPR RI periode 1999-2004. Beberapa anggota Komisi yang dipimpin Max ini disebut-sebut media massa menerima aliran dana dari Bank Indonesia. Kasus aliran dana ini masih ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with pelecehan at Ndoro Kakung.