Archive for March, 2007
Yockie Pecas Ndahe
Seorang empu, salah satu yang terbaik di negeri ini, meramaikan ranah blog. Dia Yockie Suryo Prayogo.
Buat sampean semua yang belum mengenal sosok Yockie, baiklah saya sedikit kasih gambaran berdasarkan ingatan saya yang terbatas ini. Read more
13 commentsMicrowave Pecas Ndahe
Pria adalah micowave; Wanita itu kompor listrik.
Kami, saya dan Paklik Isnogud, sedang mendengarkan album lama Guruh-Gipsy hasil kolaborasi Chrisye dan Guruh Soekarnoputra siang itu ketika Mas Mbelgedes datang tergopoh-gopoh. Keringat berleleran di wajahnya yang bersemu ungu — karena saking hitamnya. Napasnya terengah-engah, nyaris putus.
“Wadoh Paklik, Mas … tobat-tobat. Ketiwasan saya … ” kata Mas Mbelgedes sambil menunduk-nundukkan badannya.
Melihat Mas Mbelgedes yang datang mendadak dan sikapnya yang tak biasa itu, saya kaget campur heran. Selama ini seingat saya ndak pernah Mas Mbelgedes berani masuk ruang kerja Paklik. Ia buruh lapangan, sehari-hari dia jarang di pabrik. Kalaupun tak ada tugas ke luar, Mas Mbelgedes biasanya lebih suka nongkrong di warung depan pabrik, bukan di sini di ruang Paklik. Kenapa tiba-tiba dia menghambur kemari? Ada apa? Read more
10 commentsBatak Pecas Ndahe
Saya cuma mau minta komentar sampean tentang nasib yang menimpa rekan kita di Medan ini. Tapi baca dulu tulisannya tentang amplop dan blog.
Sedikit penjelasan, abang kita ini mengaku wartawan idealis yang selalu menolak amplop. Sayang, nasib tak berpihak kepadanya. Gaji dari kantornya rupanya tak memenuhi kebutuhan keluarganya. Istrinya bahkan sempat mengancam minta cerai jika si abang tak sanggup mengurus keluarga lebih baik.
Akhirnya, dia berhenti sebagai wartawan, lalu ngeblog. Untuk menyambung hidup, dia membantu istrinya berjualan.
Ia memberi pelajaran: jangan kampanye tolak amplop saja, tapi perjuangkan dulu standar gaji jurnalis.
Ah, perut rupanya tak ma[mp]u menunggu idealisme … Simpati saya untuk Bung Jarar.
11 commentsChrisye Pecas Ndahe
Chrisye pergi untuk selama-lamanya tadi pagi sekitar pukul 04.00. Saya tertegun ketika membaca posting Budi Putra mengenai kabar kepergian Chrisye. Begitu cepat?
Di Indonesia ini, siapa tak kenal Chrisye, penyanyi pria legendaris dengan timbre tak ada duanya itu? Siapa yang tak pernah mendengar lagu-lagu hitsnya?
Lahir di Jakarta, 16 September 1949, Chrisye mulai aktif merintis karier musik pada 1968 saat bergabung sebagai basis Sabda Nada. Pada kurun 1968 - 1969 Chrisye bergabung dengan Gipsy Band bersama Zulham Nasution, Keenan Nasution, Gauri Nasution, Onan dan Tami. Read more
24 commentsGedeg Pecas Ndahe
Nama Robot Gedeg pernah begitu menyebalkan bagi banyak orang. Pria yang nama aslinya Siswanto ini adalah terpidana mati kasus sodomi dan kejahatan anak.
Saya — agak telat — membaca kabar bahwa dia meninggal pada Senin lalu dari situs ini.
Dia kena serangan jantung dan menjempul ajal setelah dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Ketika masih hidup di penjara Nusakambangan, Robot Gedeg memelihara seekor kucing sebagai teman. Apa hubungan antara seorang psikopat dan kucing?
18 commentsGPS Pecas Ndahe
Saya baru tahu, ternyata sekarang ada situs pelacak lokasi telepon selular. Memang masih versi beta sih, tapi lumayan akurat karena pakai satelit GPS.
Sampean bisa mencobanya sendiri di sini. Dengan situs ini, siapa pun tak bisa bersembunyi.
Tapi awas, jangan disalahgunakan ya … ![]()







