Sopir Pecas Ndahe

Juni 29, 2007 § 21 Komentar

Tak di semua tempat di Indonesia terjadi korupsi, kebejatan, dan kelalaian. Ada saja di sana-sini sekerat kebijaksanaan.

Syahdan seorang sopir bus menuturkan kisah tentang kebijaksanaan itu.

Pada suatu malam sopir bus antarkota itu membawa kendaraannya menyeberangi sebuah sungai. Jembatan rusak dan semua kendaraan harus mempergunakan jembatan darurat.

Sebenarnya lumrah saja. Tapi beberapa detik di malam yang hujan dan senyap itu sang sopir ragu kuatkah jembatan ini? « Read the rest of this entry »

Blacklist Pecas Ndahe

Juni 29, 2007 § 22 Komentar

Sebelum sampean naik pesawat terbang hari ini, sebaiknya baca berita ini dulu.

“All Indonesian airlines including national carrier Garuda are to be banned from the European Union. An updated blacklist of unsafe airlines also includes operators from Bulgaria, Moldova, Angola and Ukraine.” — BBC News

Halah. Pecas ndahe tenan ki … 😦

Hidup kita memang di tangan Tuhan. Tapi, apa ya sampean ndak mau berpikir-pikir dulu sebelum naik pesawat?

Ruwet Pecas Ndahe

Juni 28, 2007 § 18 Komentar

“Malu bertanya sesat di jalan.”

Kata-kata itu tertulis besar-besar pada dinding retak di dalam kamar kumuh penuh buku-buku filsafat milik seorang mahasiswa, sebut saja namanya Tanyamelulu.

Kuliahnya sudah semester sepuluh, tapi belum lulus juga. Rambutnya lusuh, berminyak. Kacamata minus tujuh nangkring di atas hidungnya. Ia cuma punya satu sepatu kulit lancip asli buatan Cibaduyut.

Di hari-hari ini, di saat ia merasa kesepian karena tak seorang pun mengacuhkan pertanyaannya, kawan-kawannya sekuliah sedang ramai mengecam pemerintah, ia memutar CD lawas yang sedang ia gemari: suara sayu Betharia Sonata. Halah. Jadul amat!

Hanya pacarnya yang masih telaten, bersedia mendengar pertanyaannya.

“Apa pertanyaanmu kali ini, Mas?” begitu tanyanya. « Read the rest of this entry »

Dishub Pecas Ndahe

Juni 28, 2007 § 11 Komentar

Ya beginilah yang namanya berebut rejeki di jalan. Siapa yang kuat, dia yang menang. Tinggallah pelanduk terjepit di tengah.

Siapa pelanduknya?

Siapa lagi kalau bukan kita Ki Sanak, saya dan sampean, para pengguna jalan. Kita ini cuma dianggap sekadar angka-angka, sasaran rebutan.

Di mata mereka, jidat kita ini ada tulisan besar-besar: DUIT.

Menulis Pecas Ndahe

Juni 27, 2007 § 16 Komentar

Menulis sesuatu yang orisinal untuk blog itu memang pekerjaan yang tak gampang. Butuh waktu, pemikiran, dan energi.

“Writing is 99% perspiration and 1% inspiration” — William Zinsser

Kuncinya: Jangan mudah menyerah. Ayo, sampean pasti bisa!

[untuk seseorang yang tengah berada di simpang jalan]

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Juni, 2007 at Ndoro Kakung.