Bude Pecas Ndahe
November 30, 2007 § 36 Komentar
Kadang-kadang batas yang sangat jelas antara kehidupan dan kematian itu begitu kabur: seseorang mungkin meninggal dan pergi, namun dia tetap berada di antara mereka yang hidup …
:: untuk bude saya yang hari ini dimakamkan di bawah keteduhan pohon bambu di pemakaman blunyah redjo, yogyakarta.
Repetitif Pecas Ndahe
November 29, 2007 § 67 Komentar
Tadi malam, di Jalan Raya Daan Mogot, kilometer sekian, dari arah Jakarta ke Tangerang. Saya sedang mengemudikan kendaraan perlahan-lahan. Tiba-tiba dari jauh terlihat ada gerombolan — sekitar 20 orang — petugas berseragam berdiri di pinggir jalan.
Wah, razia nih. Kebetulan. Sudah lama saya ndak mengumbar keisengan. Show time!
Benar saja. Begitu saya mendekat, salah satu petugas itu melambai-lambaikan tangannya yang memegang sentolop, meminta saya ke pinggir dan berhenti. Lalu terjadilah percakapan ini.
Polisi : Selamat malam, Pak. Maaf mengganggu perjalanan. Boleh lihat surat-suratnya?
Saya : Silakan. Silakan. Sebentar saya cari dulu … Eh, tapi boleh ndak saya tanya dulu?
Polisi : Siap. Silakan, Pak.
Saya : Bener nih? Janji ndak tersinggung?
Polisi : Siap, tidak Pak. « Read the rest of this entry »
Albar Pecas Ndahe
November 28, 2007 § 30 Komentar


