Archive for December, 2007
Kalender Pecas Ndahe
Untunglah pergantian tahun dihitung berdasarkan aturan kalender Masehi. Coba seandainya pakai metode melihat bulan dan sebagainya itu, bisa-bisa ada yang sudah merayakan tahun baru hari ini, ada yang besok, dan ada yang kemarin.
Tapi, kenapa ya masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah, membuat soal yang gampang jadi rumit?
37 commentsBukit Pecas Ndahe
Di atas bukit-bukit itu, kembang api melukis langit. Apinya menyala. Sinarnya membelah malam.
Di ujung cemara itu, dar-der-dor suara mercon mengoyak sepi. Gaungnya berderai sampai jauh.
Di bawah mendung itu, ada hati yang layu. Ngelangut. Membeku bersama rindu. Aku tak tahu punya siapa.
Kamukah? Atau kita …
11 commentsAdsense Pecas Ndahe
Ini pertanyaan iseng-iseng, seandainya saya memasang Adsense di blog ini, apakah sampean akan mengkliknya? Kenapa sampean mau mengklik?
Bukan … bukan … bukan. Jangan curiga dulu. Saya ndak mau benar-benar memajang Adsense di sini — sungguh. Saya juga bukan hendak meminta pendapat sampean soal Adsense dan iklan-iklan sejenis yang bertebaran di blog-blog. Posting ini juga bukan tentang apakah saya setuju atau menentang advertensi di Internet.
Saya cuma sedang penasaran saja, pengen tahu apakah benar pemasangan Adsense dan iklan sejenis yang memberi komisi berdasarkan jumlah klik pengunjung itu memberi berkah dan bisa menghidupi blogger?
Isu basi? Mungkin iya buat sampean. Tapi, tidak buat saya. Read more
37 commentsPerempuan Pecas Ndahe
Bukan perempuan namanya kalau ndak nggaya. Lah wong cuma makan pisang saja kok posenya atraktif seperti ini. Apa punggung dan lehernya ndak pegel ya?
Lantas yang satu ini kok ya milih celana panjang yang gampang melorot. Apa ya ndak khawatir bakal menimbulkan hil-hil yang mustahal? Read more
36 comments



