Warnet Pecas Ndahe

Agustus 8th, 2011 § 123 Komentar

SUATU malam di sebuah warung Internet (warnet) di jantung Kota Yogyakarta. Seorang penjaga terlihat sedang duduk setengah mengantuk menunggu pelanggan datang. Hanya sekitar lima orang anak muda yang saya lihat di belakang komputer saat itu. Padahal di ruangan tersebut ada sekitar 40 komputer. Ke mana para pelanggan warnet yang dulu saya ketahui selalu penuh itu?

“Mereka sudah punya handphone Cina, Mas,” kata penjaga warnet. “Anak-anak kuliah yang dulu biasa mampir ke sini, sekarang membuka Facebook atau chatting dari handphone.”

Dalam hati saya berpikir, ternyata ada yang berubah dalam perilaku orang dalam mengakses Internet. Perubahan ini mungkin berlangsung secara perlahan. Dan saya baru menyadarinya sekarang di dalam warnet dengan penjaga yang mengantuk itu.

Warnet-warnet di kota lain mungkin sedikit lebih beruntung nasibnya. Barangkali juga malah lebih buruk. Di Jakarta saja, saya melihat bisnis warnet seperti tak menguntungkan lagi. Banyak tempat nongkrong, seperti kafe, yang sudah menyediakan hotspot gratis berkoneksi Wi-Fi. Data statistik beberapa lembaga pun menunjukkan bahwa akses Internet masih didominasi dari kantor, rumah, dan perangkat bergerak. Baru setelah itu dari warnet.

Yang menarik adalah kenaikan jumlah pengakses Internet melalui telepon seluler pintar. Menurut riset terakhir Yahoo! yang mengambil sampel pada Januari–Maret 2011, sementara jumlah pengakses di warnet terus menurun, peselancar dunia maya melalui ponsel pintar justru meningkat.

Sebagai perbandingan, pada 2009 jumlah pengakses mobile Internet hanya 22 persen dari total pengguna Internet di Indonesia, pada 2010 naik menjadi 48 persen, dan pada kuartal pertama 2011 melonjak hingga 58 persen.

Semakin murahnya harga ponsel yang bisa mengakses Internet memang menjadi faktor pendorong peningkatan itu. Dewasa ini, hanya dengan Rp 200 ribu kita sudah bisa membeli sebuah ponsel pintar buatan Cina yang bisa mengakses Internet. Pembeli dengan kocek lebih tebal memiliki alternatif pilihan ponsel pintar yang lebih banyak, baik yang berbasis Android, BlackBerry, maupun Apple.

Media sosial, seperti Facebook dan Twitter, juga menjadi daya tarik orang Indonesia mengakses Internet via ponsel pintar. Jumlah penggunanya terus melonjak. Menurut data Yahoo!, 80 persen pengakses Internet via telepon pintar membuka media sosial, jauh lebih banyak ketimbang mengirim e-mail (42 persen), chatting (41 persen), mengakses portal berita (31 persen), dan mengunduh nada dering (29 persen).

Perubahan ini mempengaruhi banyak hal. Perusahaan pemilik merek, artis, hingga partai dan politikus memasukkan media sosial sebagai ranah berjualan atau berkampanye. Sementara dulu aktivitas kampanye hanya sampai pembuatan dan pengelolaan situs resmi, sekarang akun Twitter, Facebook Page, dan kanal YouTube pun mereka gunakan sebagai ajang kampanye.

Konsekuensi dari berubahnya pola mengakses Internet melalui ponsel adalah perubahan desain sebuah situs. Jika dulu mempunyai situs dengan tampilan muka yang keren lengkap dengan program Flash yang membutuhkan koneksi cepat dan spesifikasi komputer yang tinggi merupakan keharusan, sekarang anggapan seperti itu mulai ditinggalkan.

Sekarang tampilan situs bukan lagi yang utama. Meski wajah depannya tetap didesain secara atraktif, setiap situs harus dibuat agar mudah diakses lewat telepon. Atau pemilik situs membuat situsnya dalam versi mobile agar pengguna tak repot atau susah membuka sebuah situs sehingga kapok tak mau datang lagi. Desain program sebuah situs harus dibuat sederhana, ringan, dan nyaman dilihat lewat layar ponsel yang kecil.

Tidak sedikit pula perusahaan yang beralih menggenjot Facebook Page daripada membuat situs sendiri. Hal ini disebabkan oleh Facebook yang gampang dibuka melalui perangkat bergerak, seperti ponsel pintar dan komputer tablet.

Dunia memang bergerak cepat. Mereka yang tak sanggup menyesuaikan diri dengan perubahan ini mungkin akan bernasib seperti penjaga warnet di Yogyakarta yang terkantuk-kantuk menunggu pelanggan itu.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Berapa kali sepekan sampean ke warnet?

§ 123 Responses to Warnet Pecas Ndahe

  • Bukik mengatakan:

    Bisa jadi, dalam pengalaman pelanggan, mengakses intenret di warnet dengan di hp cina itu sama saja. Artinya, warnet tidak menawarkan pengalaman berinternet yang berbeda dengan hp cina. Nah lho…..
    Padahal untuk ke warnet tentu butuh cost lebih

  • dzale mengatakan:

    mending saat ini usaha game online saja, daripada warnet hehe…

    • Ndoro Kakung mengatakan:

      oh iya, saya lihat beberapa warnet mengubah bisnis mereka menjadi tempat game online. ini langkah bagus agar tetap bertahan

      • eMo mengatakan:

        Warnet udah akan berakhir seperti Wartel ndoro, kalo game online tetep ga bisa diganti oleh akses hape china, karena perlu akses stabil, hardware bagus dan monitor lcd minim 17 inch…

        Saya pernah menangi ada user yang akses di game online selama 1 bulan gak pulang2, klo sehari akses 24 jam dgn perjam 2500, bisa diitung sebulan doi menghabiskan dana berapa?

        • akatsuci mengatakan:

          wow, niat sekali,

  • sibair mengatakan:

    hohoho warnet spertinya tidak tertinggal jauh kok ndoro.. mungkin kebetulan saja waktu ndoro kesana sepi.. di tempat saya masih rame, walau memang sudah banyak orang yg mengakses internet melalui handphone pintar..

    • Bukik mengatakan:

      Daerah mana itu mas? Pelosok ya? *nyengir

  • snowbrigades mengatakan:

    nilai tambah warnet sekarang ada di kecepatan koneksinya.. klo mau striming bola atau donlot gila ya mendingan ke warnet hehe

  • @beradadisini mengatakan:

    eyaolo, terakhir ke warnet itu jaman kuliah :D

  • rachifu mengatakan:

    untuk bisa bertahan, warnet itu harus menyediakan layanan yang ga disediakan hp cina.. contohnya file sharing, yang isinya wallpaper, musik, film, dll.. diharapkan pengunjung warnet ga cuma datang untuk ngenet, tapi juga bisa hunting film atau musik.. :D

  • devilpenakut mengatakan:

    Warnet yang sepi,saya rasa disamping mudahnya akses lewat ponsel,namun juga krn semakin murahnya modem dan biaya internet.
    Dulu,saya ke warnet jika akan mengunduh file ukuran besar,skrg dgn biaya 35 rb sudah bisa mengunduh ber mega2.
    Warnet,sudah tdk menguntungkan lg (dr nasib tmn2 yg punya warnet) bila mau tetap hidup harus ada tambahan sebagai game center.

  • DollySW mengatakan:

    Nice share and nice insight ndor..

  • Tarjum mengatakan:

    Mau tak mau emang kita harus membiasakan diri dengan perubahan…perubahan yang cepat bahkan….lebih bagus lagi klo kita yang membuat perubahan :) )

  • MdarulM mengatakan:

    Benar sekali pak, Sebagai penjaga warnet hal itu juga sangat saya rasakan dalam waktu 1 tahun terakhir ini, terlebih sekarang banyaknya modem yg cukup terjangkau membuat perubahan sosial jarang sekali menggunakan Warnet. :)

    Perlu berpikir 2 kali untuk membuat bisnis warnet saat ini, kecuali game online :)

  • KIP! mengatakan:

    Mungkin kondisinya mirip sama wartel jaman dulu. Duluu banget wartel berkembang sangat pesat, bahkan bisa berapa meter sekali ada wartel.. tapi begitu penggunaan HP udah banyak, jadinya wartel banyak yang gulung tikar..

    tapi bener tu kata SnowBrigades, nilai tambah warnet sekarang ada di koneksi yang kenceng.. kalo itu warnet koneksinya biasa aja, ya wassalam.. hehee.

  • ladeva mengatakan:

    Yup, apalagi harga modem juga sudah lebih murah.

  • anto banang mengatakan:

    hmm,baru ngeh soal ide mengubah tampilan web untuk media HP/mobile….hmmm artikel yg mencerahkan ndoro..

  • mikhael mengatakan:

    tapi untuk urusan blogging kayanya masih mendingan di warnet ketimbang pakai hape china… :mrgreen:

    • Bukik mengatakan:

      Bloggingpun sudah enggan, pada milih ngetweet *eh

  • creativedonk mengatakan:

    Kupikir kata kuncinya konvergensi media (gadget) ya…
    Tulisan yang menarik… menyentuh karena pada akhirnya, trend bisnis yang pernah begitu kesohor 10 taon silam itu mulai terpinggirkan.

    Roda kehidupan terus berjalan

  • mPIG mengatakan:

    Sekarang sih sudah tidak pernah ke warnet lagi. Sudah ada akses internet sendiri.

    Nasib warnet diini lebih tragis. Sudah 3 warnet yang dulu sering saya kunjungi yang tutup.

  • Fotodeka mengatakan:

    warnet oh warnet. nasibmu kini.

  • 'Ariefmas mengatakan:

    sami mawon kok Ndor… Desa saya terpencil, tapi warnet di sini kata penjaganya hampir 90% pemakaian untuk game online

  • ded mengatakan:

    Tapi, benar Pak, saya kemarin jemput anak saya ke warnet. Di sana ada 40 unit komputer yang penuh dengan anak-anak. Bahkan ada yang rela antri berjam-jam. Tentu saja semuanya bermain game on line (salah satu cara mensiasati tetap bertahannya usaha warnet)

  • jarwadi mengatakan:

    kebiasaan orang mengakses internet dari ponsel, katanya juga mengubah konten yang disukai oleh pengakses internet. dengan akses internet dari ponsel orang cenderung males membaca tulisan/artikel yang panjang panjang, makanya twitter dan facebook jadi lebih sukses disukai :D

  • seiring majunya teknologi sekarang mengakses internet bisa darimana saja, bahkan dari handphone yang dulu notabene hanya bisa dipakai untuk telpon atau paling tidak sms. saya jadi ingat “wartel” apabila berbicara tentang warnet. apakah nasib warnet nantinya akan seperti wartel ya? waktu dulu wartel cukup booming tapi sejak munculnya handphone, komunikasi bisa dengan mudah dilakukan dengan handphone, belum lagi biaya interlokal bisa murah apabila pembicaraan dilakukan dari provider yang sama.
    begitu juga dengan internet, bukan saja dari handphone, bahkan harga modem sekarang sudah terjangkau juga banyak anak yang sudah mempunyai laptop dan handphone yang bisa wi-fi gratis..

  • Dana mengatakan:

    Itu, warnet di Setiabudi Jakarta, saya lihat tetap penuh padahal bisa dibilang daerah ber “uang” itu.

  • Jeung Vita mengatakan:

    warnet sekarang utk bisa bertahan dr perubahan jaman, sptnya harus menciptakan formula yang berbeda supaya konsumen mau datang dan betah.
    misal, bilik yang tinggi, privat, dan nyaman *eeeehhh :lol:
    becandaaaaa…itu mah masa2 kapan ya, warnet jd ajang gituan

  • slamsr mengatakan:

    yap..
    sekarang ini yang tidak bisa berubah akan kegilas sengan perkembangan jaman yang semakin meroket..

    yang punya warnet harus siap siap kukutan kaya wartel kalau harga modem dan smarthhone udah seperti beli kacang aja

  • aku malah ga pernah ke warnet ndoro :D

  • Gusti Raditia Madya mengatakan:

    Sekarang warnet hanya sebagaai tempat bermain game online.

  • Outbound Bogor mengatakan:

    Berawal dari sebuah kesulitan yang dirasa perlu untuk dicari jalan keluar yang mudah, maka IPTEK lahir.

    Semoga yang awalnya sulit itu adalah sesuatu yang selalu positip untuk dilakukan dengan alat IPTEK.

    Karena kemajuan IPTEK harus berbanding lurus dengan kemajuan akhlak :-)

    • tetimardiana mengatakan:

      Kenyataannya, game online di warnet banyak menjadi penyebab anak bolos sekolah karena game online addicted

  • drean mengatakan:

    mungkin bukan cuman gara2 hp cina, tapi juga gara2 modem cina (termasuk saya penggunanya, yg hobi mendonlot, xixixixi).
    mungkin harus lebi kreatif kaya warnet di jepang (yang notabene internet sudah sangat cepat dan sangat terjangkau) yang masi bisa bertahan

  • solusidualapan mengatakan:

    saya pernah berada pada posisi penjaga warnet yang terkantuk-kantuk menunggu pelanggan dalam tulisan ini :D

  • Ditter mengatakan:

    Warnet mah sekarang lebih dimanfaatkan sebagai tempat mesum…. Ya nggak semua warnet, sih…. BIasanya warnet2 yg tertutup :D

  • Trimo Leksono mengatakan:

    Warnet sekarang berevolusi jadi Kafe net, selain internet warnet sekarang memberikan layanan lain seperti makanan, minuman dan tempat nongkrong yang enak :)

  • Arham mengatakan:

    Hihihi jadi ngeliat diri sendiri, aku sekarang ber-kampanye macaroni schotel panggang</a. via mobile. Kecuali sewaktu menulis di Simplyecho.net atau merapihkan coding di rendangMia.com yah tentu harus via laptop, malah kadang ngewarnet

  • Arham mengatakan:

    Hihihi jadi ngeliat diri sendiri, aku sekarang ber-kampanye macaroni schotel panggang. via mobile. Kecuali sewaktu menulis di Simplyecho.net atau merapihkan coding di rendangMia.com yah tentu harus via laptop, malah kadang ngewarnet

  • lilliperry mengatakan:

    selain menjadikan game online, warnet juga mulai banyak menyediakan folder film2 baru hasil donlotan sebagai penarik minat pengunjung.
    Jadi kalo ke warnet itu bukan mau ngenet, tapi ngopi film *pengalaman* :D

  • ac-elektrik mengatakan:

    Kulo jarang ten warnet Ndoro, ngagem pc ten nggriyo…

  • ngapaen ke warnet mending pake modem aja

  • Memez mengatakan:

    Dulu bisa setiap hari, sekarang sih enakan langganan dari rumah…

  • Saputra Fijai mengatakan:

    Di Samarinda pun seperti itu ndoro, sepi. Emang Hp cina telah merubah peruntungan saya sebagai penjaga warnet, huhuhuhu :’(

  • andredrake mengatakan:

    di kota saya masih belum tu
    karena warnet di dominasi game online
    kan game online ga bisa pake hp,,hehehehhe

  • bath mengatakan:

    “Mereka sudah punya handphone Cina, Mas,” kata penjaga warnet…..he he handphone cina emang mantap: murah, feature lengkap, rusak tinggal beli lagi :D

  • Togap Tartius mengatakan:

    kalau sekarang kafe-kafe sudah menyediakan layanan internet, seharusnya warnet2 sekarang jgn mau kalah juga menyediakan fasilitas kafe. hehe :D

  • Ian Andrianto mengatakan:

    Artikel menarik, Ndoro. Perlahan namun pasti warnet bakal menyusul wartel = ALMARHUM. Indikasinya:

    1. Ponsel sudah dapat dipake online.
    2. Ponsel online harganya 200 ribuan.
    3. Ponsel bisa difungsikan jadi modem trus konek ke
    laptop trus ngeblog deh. Modem pun harganya juga 200
    ribuan.
    4. Internet perang tarif. Mau pake harian, mingguan,
    bulanan, tri wulan, tahunan, ada.
    5. Koneksi cenderung stabil. Memang yang murah tidak
    mungkin cepat, namun dari pengalaman ane rata-rata
    koneksi sekarang cenderung stabil (153 kbs)

  • TUKANG CoLoNG mengatakan:

    saya sendiri pengen belajar dari para perusahaan itu untuk berpromosi lewat socmed ndoro

  • kaget mengatakan:

    Soal warnet yang sekarang hampir membuat pengusahanya ketar ketir akibat tarif yang semakin murah, apalagi kalau hanya browsing sudah bisa dengan mobile :)

  • Baha Andes mengatakan:

    Ndoro walaupun di Malaysia hampir setiap kedai atau kafe menyediakan Wi-Fi free dan hp2 pun pada udah canggih2 tapi warnet atau lebih akrabnya di panggil Cyber Cafe masih banyak pengunjungnya…. mungkin kebutuhan internet disini sudah lebih tinggi dibanding dinegara kita ya.

  • niee mengatakan:

    Udah gak pernah ke warnet lagi ndoro, semenjak 2tahun lalu pasang internet di rumah. Lagian lebih murah dan praktis juga. Kalau lewat HP seh masih srg juga seh, tp ttp enakan lewat desktop yak :)

  • infousahasampingan mengatakan:

    samping rumah saya warnetnya mulai menyepi, sebab depan rumah ada warnet baru, buka 24 jam. gimana tuh ndoro?

  • aagrosir mengatakan:

    untuk pemakaian media sosial memang masih praktis via HP, tetapi untuk keperluan download file besar tetap membutuhkan PC karena lebih murah dan lebih cepat. warnet tanpa game online memang akan sangat kesulitan untuk bertahan hidup, apalagi modem CDMA dan tarifnya semakin murah, bisa internetan di rumah maupun mobile.
    mungkin saat ini media social di indonesia dominan fb dan twitter, tetapi saat trend google plus nanti meningkat dan berbagi file video menjadi kebiasaan, HP2 cina itu pun harus segera menyesuaikan spesifikasi, atau user-nya harus kembali ke PC / warnet

  • ebook physics mengatakan:

    kriteria warnet yg kemungkinan akan rame menururt saya yaitu kecepatan akses internetnya gan, klo sama saja dengan kecepatan modem, mungkin orang akan lebih suka di rumah.:D

  • hitamputih19 mengatakan:

    Warnet lambat laun bakal tiarap bernasip sama seperti wartel

  • Printer Barcode mengatakan:

    pelopor pc IBM saja bilang bahwa sudah datang lonceng kematian pc desktop, ganti era ke gadget sekarang ujarnya

  • muhammad anhar mengatakan:

    di Medan pun mulai banyak warnet rubuh…kalau nggak kalah saing sm warnet yang kasi fasilitas ‘lebih’. ya itu dia kalah sama gadget keluaran cina….

  • Adhitanto mengatakan:

    Blognya keren! Postnya juga keren! Keep posting ya! Oh ya, visit juga dumblicious.blogspot.com ya!

  • connectico mengatakan:

    bisnis warnet … mengikuti jejak bisnis wartel ya
    begitu perangkat teknologi sudah tersebar luas, maka bisnis ini perlahan mulai tenggelam

  • Devi mengatakan:

    Dulu ada yang namanya wartel, hahaha. Kemana sekarang?

  • elfira arisanti mengatakan:

    miris

  • Messi mengatakan:

    Warnet kayaknya sudah mulai tergusur, sudah beralih ke HP semua orang, :)

  • mpig mengatakan:

    Selain warnet, wartel pun juga makin menghilang…

  • alphasudirman mengatakan:

    tpi sekrang2 warnet2 menjadi kaya counter pulsa begitu merabah,,nanti2 pasti kya wartel tuhh ngilang satu persatu,,

  • elmira mengatakan:

    kenapa gak seperti di jepang, koneksi internet gratis tis

  • wanda mengatakan:

    keren blognya masuk kesini ea…

    http://the-best-make-money-online.blogspot.com/

    untuk mencari uang tambahan di internet

  • adibahri mengatakan:

    sipsip iya mas. saya sekarang melihat juga, sekarang warnet kayakya mulai sepi.. ditambah laptop sudah menjamur….

  • Hipnotis mengatakan:

    Terima kasih atas informasinya,
    Sukses selalu…

  • hajarabis mengatakan:

    halo semuaa :D
    lama nih kagak nimbrung disini, sekedar info & promo, kita masih buka ruang toko online gratis. Ditambah lagi space banner untuk promo produk/ jasa anda melalui website kami di http://www.hajarabis.com

    sukses selalu!!

    kemajuan peradaban ini semakin cepat ndoro, semuanya sangat dinamis sekali dalam tingkat mobilitasnya.

  • Bung Iwan mengatakan:

    katanya sebuah website flash pun bisa diakses melalui handphone. apakah itu benar?

    • Adnanomatic mengatakan:

      Sepertinya sekarang itu hal yang mudah sekali mas, Android adik saya bisa melakukannya.

  • Mvstova mengatakan:

    dulu sering mondar-mandir warnet, pas udah punya akses sendiri di rumah jadi malas.. apalagi kalo lemot jaringan di warnetnya. Hehehe

  • Nurhadi mengatakan:

    Malah Sekarang Warnet Banyak Disalah Gunakan Sebagai Tempat Memuaskan Nafsu Bagi Para ABG/ Anak Sekolahh..
    Naudzubillah.. Mau Di bawa Kemana Generasa Bangsa Kita Ini

  • Cyber Tech mengatakan:

    tapi warnet yang ada game online a tetep jaya,

  • awitara mengatakan:

    sekarang, (hampir) tidak pernah, soalnya ada Wi-Fi free berkeliaran dimana-mana:)

  • shendy mengatakan:

    mantap…
    mau share video bayi yg senyumnya cute bgt. sapa tahu terhibur ngelihatnya
    http://bit.ly/o3MJIv

  • shendy mengatakan:

    permisi…
    cuman mau share video bayi yg senyumnya cute bgt. kali aja jadi terhibur ngelihatnya

  • ia mengatakan:

    tp untuk warnet nge game kayaknya masih rame,ndoro..ihihihikk…
    warnet skr ngga bisa ‘sombong’ ky dulu. kalo dulu, mentang2 satu2nya di daerah itu, dia bisa jumawa. kalo skr, hrs mengedepankan akses. kalo cepet aksesnya, ramenya juga tetep. tp kalo lemot..ya gada yg mau… #bekasanakwarnet

    “Haloo..Gimana Mudik Lebaran kemarin? ada cerita seru dan berkesan? mari berbagi dan dapatkan hadiah Ipad 2 16GB , Galaxy tab 2 , Camera Canon DSLR EOS 1000D , Samsung galaxy mini , Domain dan hosting?
    Silahkan ikutan Lomba Nulis Blog bertema Mudik Lebaran di:
    http://temanhattarajasa.com/
    Paling lambat 30 September 2011
    Be inspiration for others!! Goodluck!!”

  • Khasyi mengatakan:

    Tapi kan ga semua hal bisa dilakukan smartphone…
    Untuk keleluasaan dan kenyamanan design blog, streaming, buffering mp3 tentu lebih warnet diandalkan

  • Bythra mengatakan:

    Bisnis, terutama yang terkait dengan IT, emang selalu dinamis. Bisnis yang profitable 10 tahun yang lalu mungkin sudah waktunya masuk kuburan hari ini. Tulisan yang menarik!

  • Sunu mengatakan:

    yah… kirain isine apa

  • tas pos motor mengatakan:

    Yaaah… Seperti nasibnya wartel dulu tuh.. Ketika HP bukan barang Mewah lagi dan setiap orang sudah bisa punya HP, WARTEL pun mulai ditinggalkan..

  • srilutena mengatakan:

    jadi merinding baca artikel ini…betul nasib warnet kian terpuruk ane punya 30 kompi gak pernah penuh …game juga jarang yg pada maen ..krn tdk di khusukan untuk game online… nasib2

  • Wirausaha mengatakan:

    aku malah ga pernah ke warnet ndoro

  • ahmadfazaa mengatakan:

    warnet seperti wartel pak…
    lama kelamaan akan bergeser :D
    kayaknya saya juga harus mengurungkan buat warnet (hohohoh)

  • deny eko yuwono mengatakan:

    kebanyakan anak kuliahan jaman sekarang juga sudah pada punya laptop, tinggal cari hotspot tinggal tancap… ya nggak om?

  • adibeyibey mengatakan:

    1 hal yang di lupakan oleh warnet adalah tidak adanya jasa pengetikan, print, kebanyakan hanya games online padahal untuk menutup biaya, jasa pengetikan sangat membantu sekali .. ini hanya opini saya aja, karna saya berkecimpung dalam dunia ini…heee, salam kenal

  • Komunikan mengatakan:

    Apakah Warnet akan bernasib sama seperti wartel???

    Mampir ke blog saya yah
    http://komunikan.com/pencak-silat-masuk-kurikulum-di-american-university/

  • azzam mengatakan:

    seru -seru ceritanya
    arung jeram bali

  • yumant mengatakan:

    pengusha warnet harus berputar otak agar bisnisnya bisa berjalan

  • hajarabis mengatakan:

    join the-netwerk

  • Lefisya mengatakan:

    Stujuh bang admin, saya sebagai IRT pun lebih suka ngenet pake hape..secara mudah bangedh gitu locks. Setelah ada teknologi SMS pun stau saya orang sudah meninggalkan kantor pos untuk sekedar mengirim surat. Serba sulit emang..

  • obataman27 mengatakan:

    sekarang mah daripada buka warnet mending buka rental PS aja konsumen nggk bosen-bosen pada main PS

  • heru mengatakan:

    Tulisannya menarik pak

  • Dennis mengatakan:

    Ada benarnya juga. Tapi, warnet-warnet di Jakarta masih cukup rame sepertinya. Itu fakta, orang lebih suka ngenet dari hp, soalnya ngga ribet. Apalagi dengan adanya Android, BB dkk, itu semakin membuat mereka malas untuk lepas dari hp, apalagi ke warnet (orang udah punya kompi sendiri haha). Gimana ya, pebisnis warnet harus pintar-pintar mungkin mengakalinya.

  • Kirana mengatakan:

    Kasihan loh, kalau operator telko sudah menilai pulsa gak ada harganya maka sejenis produk telko yang lain bakal diambil lahannnya

  • Hothotpop mengatakan:

    Jangan lupa jika ke warnet buka http://hothotpop13.blogspot.com banyak info dunia internet yang menarik..!!

  • soegianto mengatakan:

    Bagus

  • cis4all mengatakan:

    itulah yang namanya usaha, kadang rame kadang sepi..

  • karsiyan mengatakan:

    usaha warnet semakin menurun mendingan game online aja apalagi dekat sekolah

  • About Health mengatakan:

    Hotspot Gratis sudah bertebaran ,
    warnet pun sepi . . . :D

  • ardiyansyahh mengatakan:

    saya jarang kewarnet ndoro :D ;; enakn dirmh .. hhe

  • Rahmat mengatakan:

    Harus lebih kreatif nih juragan warnet agar tetep laris.

  • Ndroid mengatakan:

    Nice info Ndoro . . . .

  • witarto mengatakan:

    bisnis warnet masih lumayan menjanjikan,,,www.kerjasambilbisnis.com/luxna

  • witarto mengatakan:

    mampir yuach….http://www.kerjasambilbisnis.com/luxna

  • soegianto mengatakan:

    mungkin disini perlu dibahas detil, bisnis apa yang bisa dilakukan pemilik warnet saat koneksi rumahan sdh sangat mudah

  • obat herbal hiv aids mengatakan:

    memang di satu pihak menguntungkan di lain pihak sangat merugikan

  • fey mengatakan:

    jk mau ttp bertahan, memang harus memadumadankan antara warnet dengan jenis bisnis lainnya. seperti game ol, cafe, ato sekedar tempat kursus. tp yang terpenting, baiknya para pengusaha warnet agar bisa memanfaatkan bandwith u/ bisnis online.

  • carpet mengatakan:

    waaaah artikel ini sangat membantu :)

  • JamTanganKanan mengatakan:

    artikel yang bagus pak,iya bener siapa yang tidak bisa menerima atau tidak mau berubah karena tuntutan zaman pasti dia akan ketinggalan.Jadi kalau kita tidak mau ketinggalan zaman ya harus bisa mengikuti zaman yang sekarang.
    Yang berubah pasti bisa lebih maju dari pada yang cuma diam diri.

  • bensukses mengatakan:

    Bener Ndoro, kemajuan memang semakin pesat. Namun kadang dampaknya menakutkan, di daerah saya, banyak pelajar2 (anak pondok) yang memiliki hp bisa acces macem2…kata guru saya yang he’e he’e..bukan yang ndak ndak…jadi mesti teliti dan jeli menyikapi kemajuan zaman

  • Michael mengatakan:

    Menurut saya sih daripada buka warnet mending buka usaha lain. Warnet membutuhkan modal yang cukup besar. Tapi pemasukannya kurang.

  • bagi-in mengatakan:

    wah bner banget tuh mas, jngan kan di kota, di kampung aja warnet dah mulai sepi tuh…
    saya pun bsa hmpir 24 jam online via HP..
    hihihi..

  • marketivaus mengatakan:

    facebook kedepan bisa jadi website primer bagi semua pengguna internet, baik untuk bisnis atau sekedar surfing biasa, semakin lami akan jadi penguasa internet….

  • wolak walie jaman kita seharusnya bangga bahwa technologi kita berkembang,kalau masalah warnetkan itu hanya segelintir usaha tapi coba rasakan manfaat dari kemajuan technologi….namanya usaha/bisnis/wiraswasta ada untungnya juga ada ruginya/gulung tikar itulah persaingan,inilah dunia bisnis …pesan saya berusaha,berdoa,cari ide2 bidang tersebut….salam sukses

  • The-Netwerk mengatakan:

    nice
    mampir balik yakk
    http://www.the-netwerk.com

  • Sriyono semarang mengatakan:

    Secara umum memang seperti itu ndoro, tetapi bisnis warnet masih banyak celahnya kalau mau sedikit gila, temen saya warnetnya malah tambah rame, dan malah buka cabang, satu hal, warnet kompetitor pada tutup, dia ganti dengan cpu yang mumpuni dan layar lcd yang cling 19 inchi, dan 15unit komputer dikasih speed 10Mbps, (paket speedy 1Mbps dengan 10line telepon), karena pengguna warnet ngaksesnya youtube yang lagi rame ndoro, bukan fb atau twitter…
    Begitu laporan dari semarang ndoro…

  • hajarabis mengatakan:

    nice :)
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami di http://www.hajarabis.com

  • bisnis warnet sekarang memang tdk seperti, bnyk warnet skrg pada tutup karna sepi

  • ghoz21 mengatakan:

    Reblogged this on @ghoz21 Blog.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Warnet Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 262 pengikut lainnya.