Mourinho Pecas Ndahe
November 28, 2006 § 4 Komentar
Malam itu, setelah Chelsea bermain imbang 1-1 ketika bertemu Manchester United, suasana murung terlihat di ruang ganti. Seseorang berbisik, pelatih Chelsea, Jose Mourinho, sedang tak enak hati. Ada apa gerangan?
“Frustrasi terbesarku dalam sepak bola bukan saat aku kalah, tapi ketika kalian tak melakukan sesuatu untuk menang,” kata Mourinho dengan masgul.
Drogba, Ballack, Lampard, dan Cole, membisu dalam kelu seperti menelan biji duku. Sebab, siapa berani menentang pria elegan dari Portugal, arsitek ulung berwajah murung itu?
Pertandingan memang usai sudah, tapi perjalanan masih jauh. Kompetisi Liga Inggris belum setengah jalan. Mengapa Mourinho merasa dunia sudah kiamat? « Read the rest of this entry »
Asupan Pecas Ndahe
November 28, 2006 § 8 Komentar
Kalau buku ibarat protein bagi jiwa, maka musik adalah vitaminnya…. dan pekerjaan itu lemaknya. Silakan sampean gabungkan ketiganya dalam kehidupan ini, niscaya sampean bakal beroleh hikmah dan manfaatnya.
Begitulah resep “joss gandoss” ala komunitas buruh pabrik sego kucing. Sampean tertarik, Ki Sanak?
Bila ya, silakan mampir di acara Book Event ke-4. Kapan? Catat waktunya, 24 November – 3 Desember, 2006, dari pukul 09.00 -19.00 WIB, di Gedung A, Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Jenderal Sudirman [samping Ratu Plaza], Jakarta.
Masih ada waktu, kan? Eh, ada diskon gede-gedean lo katanya — sampai 50 persen. Kapan lagi sampean menambah protein jiwa kalau tidak sekarang? « Read the rest of this entry »
Gubernur Pecas Ndahe
November 28, 2006 § 8 Komentar
Sebuah peristiwa lumayan besar dan penting terjadi di Banten. Pada Minggu dua hari yang lalu, provinsi ini menggelar pemilihan kepala daerah — calon gubernur baru, Ki Sanak.
Sebentar lagi kita akan tahu siapa orangnya setelah kartu suara selesai dihitung. Tapi tetangga kiri-kanan saya kok kayaknya adem ayem ya, dan seperti tak pernah merasakan gregetnya hingga pagi ini. Apa yang salah?
Karena orang ramai ndak peduli, malas ikut coblos, atau karena hajatan itu dirasa kurang penting? « Read the rest of this entry »
Pindahan Pecas Ndahe
November 27, 2006 § 35 Komentar
Ya, Ki Sanak. Saya pindah dari rumah lama ke rumah baru ini. Dari tempat indekos lama, ke rumah sendiri di sini. Maaf Ki Sanak, pindahannya ndak pakai banyak cingcong, macam-macam penjelasan, dan petatah-petitih lainnya. Juga ndak pakai selamatan jenang bubur tujuh rupa. Pokoke pindah begitu saja. Wis!
Hanya alamat yang berbedalah sebagai pertanda kepindahan ini. Selebihnya kurang lebih sama. Tentu saja tak lupa saya mau kasih matur nuwun sebesar-besarnya kepada Pujiono yang telah membantu saya angkat-angkut barang dan menyediakan ubo rampe untuk pindah ke sini.
Untuk sementara itu saja, Ki Sanak. Semoga sampean betah di sini.
Salam Pecas Ndahe
Dummies Pecas Ndahe
November 25, 2006 § 4 Komentar
Saya bukan pembaca buku yang baik dan benar. Ndak baik karena saya jarang beli sendiri — lebih sering meminjam dan [pura-pura] lupa mengembalikan atau diberi oleh orang baik seperti Paman Kemplu. Ndak benar karena saya jarang baca buku sampai tamat. Biasanya saya cuma memilih bagian yang saya sukai, atau kebetulan menarik perhatian.
Kalau ada novel, misalnya, biasanya cuma saya lihat bagian awal dan akhirnya. Begitu baca buku literatur, saya pilih yang penting-penting saja. Bagian intinya…. 😀
Karena itu, ilmu, pengetahuan, wawasan saya ya ndak nambah-nambah. Hanya mirip katak dalam tempurung.
Buat saya, kegiatan membaca buku itu terlalu menghabiskan waktu. Padahal waktu itu sesuatu yang “mewah” buat saya. Saya juga bukan orang yang sabar, maunya sekali lihat langsung sampai bagian akhir dan saya tambah pinter seperti Miss Doyle yang hobinya membaca itu … 😀 « Read the rest of this entry »




