Freddie Pecas Ndahe

November 24, 2006 § 7 Komentar

Freddie Mercury

Hari ini, 15 tahun yang lalu, Freddie Mercury meninggal dunia. Siapa yang ndak kenal frontman dan penyanyi utama Queen, grup musik rock dahsyat itu?

Hayo, para wadya bala 80-an pasti kenal to? Mari kita mengenang sejenak si tonggos berkumis dengan suara tiada tanding itu. Ah, Freddie, you take my breath away

Freddie lahir dengan nama Farrokh Bulsara di Stone Town, Zanzibar, pada 5 September 1946. Orang tuanya Bomi dan Jer Bulsara. Adiknya bernama Kashmira. Freddie meninggal pada 24 November 1991 karena AIDS.

Kematiannya tak sia-sia: publik makin ngeh terhadap bahaya penyakit AIDS. Ribuan orang dengan takzim melantunkan salah satu single legendaris Queen ketika Freddie dimakamkan, Bohemian Rhapsody. « Read the rest of this entry »

Freehold Pecas Ndahe

November 24, 2006 § 2 Komentar

Namanya juga Freehold. Jadi boleh dong kalau dia memegang atau justru tak memegang apa-apa. Namanya juga “free”. Jadi bebas-bebas saja dia beli bubur ayam, kutang, atau pepesan kosong [baca: saham]. Sampean dilarang protes!

Begitulah Ki Sanak, pengetahuan yang saya peroleh dari ribut-ribut tentang penjualan saham PT Lapindo Brantas ke Freehold Group Limited. Sampean tentu tahu PT Lapindo Brantas, kan? Tapi sampean mungkin belum tahu Freehold itu perusahaan apa, alamatnya di mana, dan siapa pemiliknya, kan? Sama dong, saya juga ndak tahu, Ki Sanak …

Saya ndak tahu pasti apakah Freehold itu perusahaan yang benar-benar ada atau cuma perusahaan yang cuma nitip papan nama. Jangan-jangan, nama Freehold itu pun hanya sebuah lelucon? Apalagi, katanya, markasnya ada di British Virgin Islands — pulau perawan milik Inggris? « Read the rest of this entry »

Bencana Pecas Ndahe

November 24, 2006 § 1 Komentar

Pipa gas Pertamina di bawah lumpur PT Lapindo meledak. Tujuh orang meninggal karenanya, empat orang lagi hilang. Mungkin lebih. Apakah arti angka-angka ini, selain sebagai rekor kesedihan? Apalah arti statistik?

Bagi seorang komandan koramil, para lelaki yang terbaring hangus bersama rekan kerjanya, angka-angka itu berbicara dengan jangat yang terbakar. Ada napas yang dicekik asap, ada paru yang dirobek. Mereka telah memberikan suaranya dengan ajal, dalam suatu pemungutan pendapat untuk pembangunan tanggul penahan lumpur yang berubah menjadi bencana.

Tentang bencana, Paklik Isnogud pernah bercerita begini. “Dulu ya Mas, ketika Sodom berubah menjadi kota penuh kemaksiatan, Lut pun berdoa, ‘Tuhanku, tolonglah aku mengalahkan kaum yang berbuat kejahatan.’ Maka, suara gemuruh menimpa Kota Sodom pada waktu matahari terbit. Bumi terbalik, dan batu-batu keras turun bagaikan hujan. Sebuah bencana. « Read the rest of this entry »

Jalak Pecas Ndahe

November 22, 2006 § 2 Komentar

truk jalak

Burung jalak ternyata banyak penggemarnya. Pendobos burung, misalnya, pernah menuliskan kekagumannya pada sosok burung kecil yang langka itu di sini. Soalnya, kata Sir Ndobos, jalak itu burung yang cantik.

“Lihatlah daerah seputar matanya yang biru terang, bukan biru seperti habis digebuki, sangat kontras dengan warna tubuhnya yang putih salju. Warna hitam di ujung sayap dan ekor seolah menjadi aksen pemanis yang pas.”

Eh, rupanya tak sendirian. Seperti halnya dengan Sir Ndobos, pemilik truk ini tampaknya juga suka jalak [putih]. Saking sukanya, dia sampai memajang gambar jalak putih di pantat truknya. Truknya pun jadi berbeda dari truk lain yang biasanya memasang gambar perempuan atau kata-kata lucu bin menggelikan.

Buat saya, ini pertanda bagus. Grafiti truk menunjukkan keragaman dan tak membosankan. Menurut sampean bagaimana?

Pos Pecas Ndahe

November 21, 2006 § 2 Komentar

kartu pos

Mungkin saya saja yang terlalu ndesit. Mungkin juga ini gara-gara zaman yang terlalu maju. Tapi yang jelas saya tetap takjub ketika tiba-tiba menemukan kartu pos seperti ini. Kok ya masih ada yang beginian ya di zaman serba digital ini?

Saya nyaris tak pernah ke kantor pos dalam lima tahun terakhir ini, apalagi berurusan dengan yang namanya benda-benda pos. Semua yang berkaitan dengan kertas pelan-pelan menghilang dan digantikan oleh yang serba digital [paperless]. Semua urusan surat-menyurat telah digantikan oleh surel (surat elektronik] atau sandek [pesan pendek]. Lah ini kok tiba-tiba saya menemukan produk dari kertas bin manual seperti ini. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for November, 2006 at Ndoro Kakung.