Gymnastiar Pecas Ndahe

Desember 3, 2006 § 37 Komentar

Dai kondang Aa Gymnastiar akhirnya mengaku punya istri muda. Dengan hati remuk, ibu-ibu pun menangis. Mereka merasa kehilangan seorang tokoh yang selama ini jadi idola, panutan.

Seorang wakil rakyat ketahuan berbuat mesum dengan penyanyi dangdut perempuan. Rekaman videonya beredar ke mana-mana. Dan orang ramai mengumpat-umpat. Mereka merasa tertipu — lagi.

Hari-hari ini kita membaca cerita tentang memudarnya sebuah imaji. Tentang para tokoh yang sosoknya ternyata berbeda dari yang kita bayangkan semula. Lalu orang pun mengumpat. “Ah, ternyata cuma segitu doang, sama saja dengan yang lain.”

Ki Sanak, selamat datang di dunia tempat roda terus berputar: from zero to hero, from hero to zero.

Paklik Isnogud cuma senyum-senyum ketika saya mengajaknya berdiskusi tentang dua hal yang sedang jadi omongan orang itu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Saya protes.

“Jangan begitu, Paklik. Penting ini. Kenapa para tokoh sekarang jadi seperti itu? Bagaimana sebetulnya kita harus melihat sosok seorang tokoh?”

“Saya ndak tahu Mas. Saya justru mau bertanya ke sampean, benarkah kita masih bisa punya tokoh? Saya juga ndak tahu benarkah kita memang perlu cari tokoh? Sebab, memang tak ada lagi manusia serba luar biasa: Superman pun datang dari planet Krypton, dan itu cuma khayal.

Lebih dari itu, seorang tokoh selalu membingungkan, ia seperti sebatang air kali yang mengalir, yang bisa ditepuk dengan pelbagai ragam tangan, dan mengeluarkan pelbagai ragam bunyi.

Karena itu, orang-orang resah mencari tokoh dari puing-puing — dari pelbagai macam puing. Kita tahu, Indonesia, yang dalam sejarahnya yang keras cukup banyak menyaksikan penggusuran dan penghancuran, adalah sebuah lingkungan yang peka untuk impian semacam itu.

Orang mencari lambang, juga sumber, kekuatan dari situ. Tentu saja dalam proses itu mereka bisa salah, bisa tertipu oleh penampilan. Sebab, terkadang dari puing-puing yang berkecamuk itu hanyalah sejenis amarah, perasaan ‘aku-paling-suci’, dan pemujaan kepada kekuatan diri, bukan rasa solidaritas dan kepekaan kepada rasa pedih yang menusuk orang lain.

Terkadang tokoh-tokoh yang bangkit dari reruntuhan, dari penjara, dari kekalahan politik, dari keterdesakan kekuasaan, akhirnya juga tidak bisa bebas dari sindrom jagoan-tua: punya penyakit ego bengkak, merasa tergolong jawara abadi, dan mengira — dengan rasa proporsi yang telah dirundung encok — bahwa perjuangan masa lalu adalah ukuran segala-galanya.

Tapi di mana lagi tokoh? Rakyat, terutama yang muda dan resah (dan pada saat yang sama mungkin juga yang paling kreatif), tak ingin bertepuk buat orang-orang empuk yang duduk di mobil dan kursi enak, yang sering mengesankan suka makan terlalu banyak dan hampir tiap hari menambah lapisan lemak di perut. Dengan kata lain, tak menarik.

Kisah-kisah orang sukses telah kehilangan daya pikatnya, karena di Indonesia, semua hanya seperti kisah lampu Aladin: mukjizat yang tanpa keberanian, tanpa ikhtiar. Kita mencari tokoh karena tak ingin bermain sim salabim.

Tetapi tidakkah sebenarnya hasrat mencari seorang tokoh untuk dikagumi siang dan malam itu termasuk dalam bagian hasrat mencari kisah fantasi? Khususnya di Indonesia?

Saya ndak tahu masih bisakah kita punya tokoh. Saya juga ndak tahu masih perlukah kita mencari tokoh. Barangkali yang lebih penting adalah berbicara tentang tindakan-tindakan tauladan, ketimbang berbicara tentang orang-orang tauladan — yang cuma kita kenal dari jauh, nun di atas sana, disinari oleh cahaya publisitas yang cerlang-cemerlang. Sebab, tokoh tauladan bisa berubah. Tindakan tauladan menetap dalam hati.”

“Ah, tapi tetap saja kita boleh kecewa dong, Paklik.”

“Ya boleh saja, Mas. Siapa yang bisa melarang sampean, dan orang-orang itu, untuk kecewa atau tidak. Tapi, saya malah merasa beruntung karena tetap percaya bahwa Tuhan itu ndak bisa digantikan dan nabi sudah ndak ada lagi. Sebab, dengan begitu saya bisa pas memasuki zaman edan ini, ketika tiap tokoh diurai-jajaki jiwanya sampai ke dalam.”

“Adoh, Paklik. Sampean iki kok ya … begitu menggetarkan.”

§ 37 Responses to Gymnastiar Pecas Ndahe

  • avatar atta atta berkata:

    setuju. lebih penting tindakan tauladan. saya tahu di luar sana, masih banyak tindakan tauladan yang dilakukan orang-orang berhati mulia dalam senyap, jauh dari publisitas
    🙂

    btw, perempuan-perempuan di kantor saya berkerumun di depan televisi dan ramai-ramai bersuara… huuuuu begitu melihat tayangan tentang kabar pernikahan kedua itu siang tadi. hehehehe

    atta, jangan sedih … 🙂

  • avatar Anang Anang berkata:

    poligami kan halal.. ngapain repot2.. asal adil dan ikhlas…

    lah itu masalahnya: adil dan ikhlas. apa iya sudah ada keadilan dan keikhlasan?

  • avatar wong pati wong pati berkata:

    bener mas roda mah akan terus berputar dari atas ke bawah , bawah ke atas. dan saya yakin tidak ada lagi AAGym, AAGym baru selanjutnya, God Bye AA…..selamanya. Ku hapus
    Quran on sms di Hp-ku. kenapa nggak Nikahnya nggak pas waktu masih miskin AA..?

  • avatar ancilla ancilla berkata:

    lepas dari boley atau tidak…
    saya sebagai perempuan, tetap tidak setuju 🙂
    sentimen gender aja memang :p

  • avatar mbakDos mbakDos berkata:

    selama manusia masih menganggap manusia lain sebagai tokoh… ya pastinya akan terus2an kecewa. lha wong sama2 manusia kok, dituntut untuk bertindak seperti yang bukan manusia saja?! 😉

    aih, mbak dos sangat bijaksana deh … 😀

  • avatar nananias nananias berkata:

    si aa juga manusia?

    iya dong, dan pasti butuh emceka juga .. 😀

  • avatar nila nila berkata:

    mungkin bener juga kata nananias….

    aa juga manusia….
    tapi kita juga kan manusia…..

    kadang hati juga ga bisa di bo’ongi untuk menerima tokoh ulama yg konon idola itu, melakukan hal2 yg sebetulnya juga manusiawi…..

    (…..’tarik napas panjang…..)

  • avatar siberia siberia berkata:

    pernah sih 2x datang ke pengajian dia di DT, pertama pas dia belum ngetop spt sekarang lupa kapan, ngajinya masih di rumah dia. kedua, beberapa tahun yll nganterin kawan yang baru masuk Islam.

    isi ceramahnya bagus, banyak yang nangis2 di akhir ceramah. hanya, jujur saja…isi ceramahnya bukan selera saya. ibarat baksolah, meski sama2 enak saya lbh suka bakso ramuan gus mus, pak m.zuhri, cak nun atau kang jalal drpd aa gym 🙂 saya belum pernah denger ceramah dia di radio dan tv yg disiarkan di seluruh Indonesia raya dan LN.

    jadi pas dia nikah lagi..ya cuma mengangkat bahu.

    setuju dengan pak isnogud dan atta, tindakan teladan itu yg akan menetap di hati, dan masih banyak tindakan teladan dari orang2 biasa, di sekitar kita, yg sepi dari publisitas, yg bisa dijadikan panutan.

    maaf jadi curhat disini 😀

  • avatar dodi dodi berkata:

    bila ada dua tipe laki: 1. macam aa gym 2. macam YZ;
    maka memang berat jadi perempuan!

  • avatar Hedi Hedi berkata:

    karena situasi dan sebagainya, kadang kita terlalu berharap dengan orang² itu, secara tak sadar, kita justru menanamkan di kepala bahwa orang ini bagus (ideal), ga tahunya sebuah idealisme susah banget diraih.

  • avatar bangsari bangsari berkata:

    menurut saya, pernikahan aa gym tak mengurangi bobot beliau. begitu juga misalnya dia tak menikah, juga tak kan menambah bobot ketokohannya. (tokoh bukan sih?)

    dulu, para kaum terdahulu juga sering mengeluh: “gimana kami mau beriman kalo nabinya masih manusia seperti kami?”

    nah lo!

  • avatar evi evi berkata:

    tentang pernikahan ke-2 Aa Gym, barusan di pabrik ada diskusi seru, krn disini lengkap ada yg jadi pelaku (Bpk2 yg berpoligami), korban (istri pertama) dan penikmat (istri kedua) seruuu banget….

  • avatar dewi dewi berkata:

    hari gini berbicara ttg kepahlawanan? sedih.

  • avatar erika erika berkata:

    Adalah hak AA Gym dan Teh Ninih untuk menata hatinya dengan hidup berpoligami. Tapi, saya sangat terharu dengan setiap kata kata “manis” yang diucapkan oleh teh Nini. Betapa dia sangat menggantungkan hidupnya ke Allah bukan kesuaminya lagi setelah 20 tahun bahagia bersama. Betapa mandiri dan kuatnya dia. Yang membuat saya heran adalah mengapa seorang pakar Manajemen Kalbu, menjadi “slip” tidak dapat membaca hati istrinya, mengajak istrinya jumpa pers seolah istrinya tidak terluka, tidak terjadi apa apa. Lebih baik, luka yang terbayang diwajah lembut itu tidak diperlihatkan di depan khalayak. It is cruel. Sangat tidak pantas dan melukai kaum wanita muslimah yang percaya ajaran Islam yang benar adalah bahwa wanita itu harus diperlakukan dengan lembut, kasih sayang dan pengertian.
    Ikhlas, dan kemuliaan hati memang dapat dicapai oleh Teh Ninih, tapi untuk Aa Gym, wallahualam.
    Haruskah untuk menebar kasih ke wanita lain dilakukan dengan melukai hati istri yang paling dicintai? Kelihatan seperti cintanya Aa tidak setara dengan Teteh, dan tidak sebanding dan setara cinta rasul dengan Siti Chadijah istri pertamanya yang tak pernah dimadu sampai istrinya itu meninggal.
    dari Muslimah mandiri.

  • avatar Fernando Fernando berkata:

    memang berat jadi laki-laki.

    jadi perempuan juga ndak ringan lo, bang … 🙂

  • avatar trie trie berkata:

    saran saya untuk para suami..coba deh dampingi istri kalian (bener2 di sampingnya bukan dari balik jendela kamar bersalin) ketika akan dan sedang melahirkan anak2 kalian, barangkali akan bisa membuat kalian sebagai laki2 berpikir lagi bila hendak menyakiti istri.
    Akur sama ndoro, apakah benar ada laki2 yang benar2 adil dan adakah perempuan yang benar2 ikhlas??.

  • avatar orang_baru orang_baru berkata:

    kasus yang muncul sekarang ini sangat dilemmatik.
    btw, mengenai tokoh yang senyap dari publikasi bisa dibaca di blog yang gak sengaja saya temukan di jagad maya ini.

    nyang punya blog ngebahas tokoh2 di sekitar dia.
    http://mysarimatondang.blogspot.com/

    buka2 archivenya deh, pasti ketemu cerita tokoh2 di sekitar kita

    nb: klo dipublish di blog belum termasuk sepi publikasi ya:P

  • avatar Ibnu Nasit Ibnu Nasit berkata:

    yah…mungkin aa gym mempunyai prinsip nikah tu kan sunah nabi yang paling wenak tenan.

  • avatar Guntar Guntar berkata:

    Saya sepakat dg gagasan rekan2, keteladanan tu dilihat dari tindakannya. Ndak perlu sampe mengagung2kan atau menokohkan dg sangat. Yg penting dari semua itu kan, apakah kita lantas jadi insan yg lebih baik. Jikapun sang teladan berbuat cela, toh kita masih miliki cipratan kebaikannya.

    Btw, komennya mbak Erika dalem bgt deh ^_^

  • avatar didi didi berkata:

    kalo orang kumpul kebo itu gejala apa ya ndoro? kok nggak sekeras ini reasinya?

  • avatar eddy eddy berkata:

    Aa Gym yang poligami, kok kita-kita yang repot! Lha mbok ya wis ben (biar saja lah!)Kalo ada yang kumpul kebo, yang selingkuh, eeh.. malah dianggap lumrah. Lha poligami itu kan bukan hal yang dilarang oleh agama (al Qur’an). Justru selingkuh dan kumpul kebo itu yang sangat dilarang oleh agama. Barangkali Aa Gym ingin mencari hikmah tersembunyi dengan dibolehkannya poligami menurut Qur’an. Ada apanya di balik poligami itu ? Mungkin… uada wuenakk tenaan! nuwun.

    lah saya ya ndak repot kok, mas. pancen kerjaan sehari-hariku yo pancen ngumentari orang. soale berkumentar itu wuenak tenan, je … 😀

  • avatar buddee buddee berkata:

    Welah tenan….Paass tenan…siji pinter agomo siji maning pinter strategi politik campur dadi siji dari MESUM kabeh….
    Sak jane (sebenarnya) kita ndak perlu repot2 kok mending ngidolake Semar,bagong,petruk lan Gareng….
    Semar ijowantahe Bataro ismoyo kang ngayomi pendowo iso dadi panutan uwong sak tanah jowo kanggo urip tentrem ala jaman bah-bah biyen….
    Angkoro murko di lerem ngango topo broto nyuwun sama sang mahrumabing dumadi…kanthi ati resik lan suci…\
    dijamin urip ra klebinger…
    jamanne jaman edan…sak edan-edane wong jaman kuwi bakal mukti sing gelem eleng lan waspodo (ronggo wasito)
    BUL SHEET AA GIM, BREL GEDES..WAKIL RAKYAT….

  • avatar -tikabanget- -tikabanget- berkata:

    apa salahnya sih kalo aa’ gym nikah lagi?
    hehe..

    *gak ada maksud dukung poligami*

  • avatar anna anna berkata:

    Buat tikabanget, gak salah aa nikah lagi,…itu hak pribadi..
    Cuman gue keberatan tuh kalo aa gym nikah alasannya karena dibolehkan alquran,or untuk jadi contoh, berarti dia tau bahwa selama ini, yang melakukan poligami gak ada yang jadi contoh…jadi harus mempraktekkan dulu.Wenak..tenan…
    kenapa alsannya gak “emang saya jatuh cinta lagi and kesengsem dengan teh rini yang kuning langsat itu,…itu lebih jujur ..jangan bawa-bawa agama..
    And..ada jurus2 melawan poligami, khusus bagi perempuan :
    1. untuk istri pertama, kalo suami nekat kawin lagi, minta cerai aja,…emang cowok cuman satu…
    2. Untuk calon istri kedua, jangan mau dijadikan yang kedua dong lah yaw… kenapa gak milih jadi yang kesatu ajha…jadi kalo ada suami ganjen yang ngajak kawin..tolaklah di mentah-mentah…buaya darat busyet aku tertipi lagi…
    bersatulah wahai kaum perempuan, jangan meyakiti kaummu sendiri…caileh…

  • avatar faza faza berkata:

    kalau mau amal sunah itu ya..seperti yang dilakukan nabi ialah shalat malam sampai kakinya bengkak- bengkak..itu baru panutan. apalagi ya.. hartanya habis untuk berdakwah.. bukan kaya karena dakwah.. lha dalah.. sunah kok nggo dolanan..

  • avatar AA Games AA Games berkata:

    lah..kalo AA nikah lagi waktu melarat gimana mau kasih nafkah?, please deh buat kaum hawa…tau lelaki dah beristri masih dilayanin juga (bagi yang gak setuju poligami), tetapi anda juga punya hak untuk memiliki lelaki yang telah beristri (bagi yang setuju poligami).
    Dan untuk semua ini ada ilmunya, gak semua yang lo denger itu bener lho!

  • avatar putri fatimah putri fatimah berkata:

    saya teringat ketika seorang teman dekat mengatakan pada saya, “Aa Gym itu baik lho, Mbak.” Mungkin beliau melihat reaksi saya yang tampak sinis saat mendengar kabar Aa Gym poligami. Ucapannya langsung saya jawab,”Iya, saya tahu dia baik. Saya tidak ada urusan. Saya juga tidak perduli niatan dia itu karena Allah ta’alla atau yang lain. Saya tidak punya hak untuk memvonis.” Jujur, bagi saya mengapa harus mencari yang lain, sedangkan yang di depan mata sudah merupakan karunia Allah yang menyejukkan mata.Ah, sudahlah memang manusia tidak pernah puas. Dikasih hati minta jeroan. Benar, Rasulullah berpoligami. Tetapi selama dengan Khadijah, pernahkah beliau menikah lagi (padahal saat itu banyak suami berpoligami dan menyimpan perempuan-perempuan cantik untuk dijadikan gundik).Ingat pernikahan Aa Gym dengan Teh Ninih belum selama pernikahan Rasulullah saw dengan Khadijah, kok sudah …? Oh, maaf lupa, Aa Gym bukan Rasulullah.

  • avatar putri fatimah putri fatimah berkata:

    saya teringat ketika seorang teman dekat mengatakan pada saya, “Aa Gym itu baik lho, Mbak.” Mungkin beliau melihat reaksi saya yang tampak sinis saat mendengar kabar Aa Gym poligami. Ucapannya langsung saya jawab,”Iya, saya tahu dia baik. Saya tidak ada urusan. Saya juga tidak perduli niatan dia itu karena Allah ta’alla atau yang lain. Saya tidak punya hak untuk memvonis.” Jujur, bagi saya mengapa harus mencari yang lain, sedangkan yang di depan mata sudah merupakan karunia Allah yang menyejukkan mata.Ah, sudahlah memang manusia tidak pernah puas. Dikasih hati minta jeroan. Benar, Rasulullah berpoligami. Tetapi selama dengan Khadijah, pernahkah beliau menikah lagi (padahal saat itu banyak suami berpoligami dan menyimpan perempuan-perempuan cantik untuk dijadikan gundik).Ingat pernikahan Aa Gym dengan Teh Ninih belum selama pernikahan Rasulullah saw dengan Khadijah, kok sudah …? Oh, maaf lupa, Aa Gym bukan Rasulullah.
    Rasulullah berpoligami dalam rangka menyebarkan ajaran Islam, menolong janda miskin dan anak-anak yang suami serta ayah mereka meninggal akibat perang melawan kaum kafir. Ini berarti sebenarnya Islam lebih menitikberatkan pernikahan monogami. Poligami dapat dilakukan dalam keadaan darurat. Nah, untuk Aa Gym, daruratnya yang mana (rahasia ya?}?!

  • avatar QA QA berkata:

    Luka hati ini sampai sekarang belum terobati apalagi bila membayangkan si aa gym lagi sama si istri mudanya rasanya menangis hati ini… oh aa gym jujurlah pada diri sendiri benarkah perbuatan ini karena ALLAH SWT..
    Ya Allah, yang mempunyai maaf paling sempurna mempunyai kasih paling sempurna berilah cahaya terang di hati aa gym dan keluarganya
    amin

  • avatar stella maris stella maris berkata:

    Sebelum AA Gym terkenal sudah banyak dai dan alim ulama, masing2 dengan ciri khas, kekurangan dan kelebihan … saya belajar agama Islam dari berbagai sumber, meskipun utama dari ibu … dari dulu secara biologis lelaki memang punya potensi berpoligami … tapi Rasulullah di masa mudanya beristri satu Khadijah yang mulia … bukan daun muda … padahal banyak yg menawarkan wanita cantik kepada beliau asal mau berhenti dakwah … setelah AA GYm berpoligami, saya tidak terlalu kaget … tapi saya juga tidak gembira … begitulah hidup di dunia … tidak ada bayi yang lahir sambiul tertawa, semua bayi lahir menangis …

  • avatar Kristina Kristina berkata:

    Dulu para lelaki yg punya power (harta dan tahta) tidak dibatasi jumlah istri dan gundiknya. Perempuan-perempuan itu bisa diambil dan dibuang begitu saja. Tanpa ada kejelasan hukum, tak ada perlindungan. Lalu Islam membatasinya, menjadi empat. Kenapa empat? Mungkin saat itu, yg manageable adalah jumlah empat orang. Hukum perkawinan dibuat untuk melindungi perempuan, harus ada saksi dan wali, harus dilamar, harus diumumkan dsb.

    Rasul sendiri monogami selama 28 tahun dgn Siti Khadijah, sehingga Khadijah kerap dianggap sebagai cinta sejatinya. Sesudah Khadijah wafat, setelah beliau melewati usia 50 tahun (ada yg bilang 55 tahun?) barulah Rasul poligami, dgn 10 istri.

    Jadi jika hendak mengikuti Sunah Rasul, sesungguhnya Sunah Rasul adalah monogami, karena sebagian besar hidupnya dihabiskan bersama Khadijah.

  • avatar hamid hamid berkata:

    Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.

    Membaca Playboy dan nonton film porno pun dihalalkan oleh FPI.

    Habieb Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !
    Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka malah lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.

    Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas, dan yang pada dasarnya membuat umatnya bermoral bobrok.

  • avatar Jundi Jundi berkata:

    Hamid kamu fitanah,nama kau pasti bukan hamid tapi Hormuz kristus

  • Poligami dibolehkan asal mampu untuk berbuat adil

  • Parah ni. . .c0ment diataz.kabur ah. . .

    PUSAT SEGALA TIPS DAN TRICK

  • avatar Bronjonong kojos Bronjonong kojos berkata:

    UNTUK WONNG PATI

    Hubangan Aa Agym kawin lagi dan Sms Al Qur,an itu apa??????.ko setelah tau Aa kawin lagi ko sms al Qur,annya dihapus.anda ini tipe orang yang tidak mau menjadi lebih baik dan hanya mencari kesalahan.kalo tidak baik menurut anda ya jangan diteru.ambil yang baik2nya saja.dan belum tentu jelek dimata kamu jelek juga di mata allah.

    UNTUK Hamid
    ada perumpamaan ;ISI TEKO KELUAR APA YANG ADA DI DALAM TEKO.KALO KOPI YA KELUAR KOPI,TEH YA KELUAR TEH.AIR PUTIH YA SAMA.ISI HATI ANDA YA APA YANG KELUAR DARI MULUT ANDA YA ITU HATI ANDA.Mungkin para pembaca di sini tau arti dari prumpamaan itu..dan kata Allah jangan meng olok2 belum tentu yang mengolok2 lebih baik dari yang di olok2.

    INTINYA kita tidak berhak menilai orang lain.nilailah dirinya sendiri !!!apa sudah baikah diri kita.perbaikilah diri sendiri selama masih ada umur…HANYA KEPADA ALLAHLAH SWT ORANG MENYEMBAH DAN KEPADA ALLAHLAH MINTA PERTOLONGAN…

Tinggalkan Balasan ke Kristina Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Gymnastiar Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta