Lumpur Pecas Ndahe
Desember 14, 2006 § 9 Komentar
Di tengah lautan lumpur Lapindo Brantas Inc., semua bisa berubah dalam hitungan jam atau hari. Termasuk papan nama ini. Lumpur telah menenggelamkannya secara perlahan tapi pasti.
Toh, di tengah bencana yang belum ketahuan kapan berakhirnya, kepungan papan peringatan tentang ini dan itu, ternyata warga Porong masih sempat memperhatikan penampilan, merawat wajah. Setidaknya begitu yang terbaca dari papan nama sebuah salon yang terpasang di sebuah sudut jalan. Ukurannya segede bagong: DK Salon, 50 meter!
Ah, lelucon ternyata belum mati di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan lautan lumpur pun tak sanggup menaklukkannya.
[All photos captured from Gembong video files]



… [All photos captured from Gembong video files]…
nganggo bahasa inggris barang, dab…
loh krena wes mumet kuwi mangkane gawe lelucon ae š
Lucu?
Coba bayangno seluruh Blok M kena lumpur lapindo. Iku baru lucu š
lucu itu kan tidak pandang situasi toh ndoro…. wong anggota DPR yang rapat itu ajah bisa lucu kalo ada yang gelut…. bukan begitu ndoro…
hihihi… š
makane aku dukung kang zumux untuk membanjiri kementrian dengan lumpur. biar kapok! kapok ngga ya?
gimana caranya bisa nongkrong di kantor sambil nongkrong di tepian danau lumpur? Pintu ke mana saja?
sama kaya gambar di blogku ya… tapi belum jatuh tuh…
malah ada yang jualan bakso pakdhe…