Hermaprodit Pecas Ndahe
Desember 22, 2006 § 19 Komentar
Apa enaknya jadi makhluk hermaprodit (berkelamin ganda)? Tanyakanlah pada mas komodo. Reptil melata raksasa ini ternyata bisa beranak-pinak meski tanpa pejantan. Lah terus di mana yang namanya kenikmatan “berhubungan” itu? Apa malah ndak rugi ya komodo itu bisa punya keturunan, tapi tanpa melakukan “itu”?
Saya jadi mikir, seandainya manusia juga tergolong makhluk hermaprodit, mungkin ndak ada lagi yang namanya poligami, poligini, poliandri dan poli-poli itu. Karena tanpa melakukan apa-apa, bayi-bayi itu bisa dibikin.
Tapi, apa enaknya ya? Tanpa pertemuan lingga dan yoni itu, lalu ke mana perginya sensasi alami itu? Ke mana larinya peluh-peluh yang berleleran dan lenguh-lenguh liar yang tak terkendali itu? Bukankah reaksi purba itu kadang-kadang membuat kita kangen? Membuat kita ingin melakukannya lagi? Terus dan terooos …
Ah, untunglah kita bukan hewan hermaprodit ya. Atau jangan-jangan ada di antara sampean yang [pernah] memendam keinginan jadi makhluk hermaprodit? 😀
Beri peringkat:
Bagikan ini:
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik

Wah Om Ndorokakung cuma lihat enaknya saja… Anak-anak manusia itu mewarisi sifat orang tuanya yang adaptif terhadap keadaan saat ini. Jadi pertemuan lingga dan yoni mutlak diperlukan demi kelanjutan generasi… Beda dengan hermafrodit yang hanya itu-itu saja keanekaragaman genetiknya. Gampang punah gitu bahasa singkatnya. Enak itu hanya ongkos sajalah, tapi banyak kita yang ambil ongkos saja tanpa mau punya anaknya he.. he…
masiyo durung payu, aku ga gelem ah 😀
hmm.. rada aneh ya.
kalo ayam jantan bertelur, pernah lihat. ayam betina bertelur tanpa pejantan, sering tau.
tapi nek njur bisa netes.. weleh..
pecas ndahe nggolek kenikmatannya pakdhe.. betul itu. waheuhehue
wah..ndoro nopo liar yen meh ngentok’ke lenguh2 kringet? ;))
ojo2 malah ndoro wes mendam karepan dadi hermaprodit ki, pizzz ndoro
enak tenan tho ndoro?wah…lha saya itu kok belon tau rasanya…mbok sekali2 saya di ajak,supaya tau rasanya…sampeyan mesthi kenal yu dharmi yang di emceka tho?kira2 sampeyan bisa menjebatani saya untuk mendapatkan kenikmatan itu ga?
melakukan *itu*. itu, itu apa to ndoro?
kalau kita hermaprodit ya jelas ndak ada panjenengan, ndorokakung.
begitu juga ndak akan ada ndoroputri.
nah, kalau ndak ada ndorokakung dot com sensasi blogwalking jadi kurang “itu”.
kira-kira demikian, ndoro.
Kalau menurut pendapat Aa Isnogym ketika saya sampaikan pendapet daripada ndoro kakung :”…manusia hermaprodit? bagus itu berarti tidak ada dosa zinah dan tete’em, sebentar… tidak ada poligami? tidak bagus itu!!… betul tidak?!…”
wah ndoro perlu nyoba nigh..
wak kek kek kek. simbah ki wes ngrasake enaknya jadi KOMODO loh ?#$!@!kok iso mbah ??? ( halah le lee.. Koyo kuwe ki yo rapernah ) bedane… nek manungso koyo dewe ki ora metu anak e.. tapi metu.. Ambune tok neng kamar mandi.. hek hek… Ndoro Rasah ngguya ngguyu lagi seminggu wae marine… Ben di arani payu ngonoo, haaah Mbahmu Buyut wes ra ono .. Simbah terpaksa dadi komodo.
Bukannya laki-laki sejak SD sudah hemaprodit? Cuman ndak bisa hamil aja.
jadi ingat jurrassic park 😀
Yah.. Kalo semua manusia hermaprodit.. cinta menjadi langka kali ya?
Salam kenal ndorokakung 😀
Semua sudah diatur oleh kang Murbeng Dumadi kok Ndoro….
Yang pasti ada enak dan nggaknya. Enaknya no time and energy wasted. Nggak enaknya yah itu yang Ndoro bilang tadi “nggak kan pernah merasakan kenikmatan surga dunia”…ehhh tapi sapa tau tuh Komodo juga merasakan, nggak ada yang tau tho….yang tau cuma dia (wallahualam). Andai tuh komodo bisa ngomong, pasti sudah diwawancarai….
yang serem itu kalo hermafrodit lalu bisa hamil hanya karena masturba**.
manusia hermafrodit .. ah, memang cacing 😀
Lagi nyasar ke artikel ini,
kebetulan beberapa hari yg lalu saya baca artikel di slashdot: manusia bisa jadi hermaprodit kalau mau (teknologinya sudah memungkinkan):
http://science.slashdot.org/article.pl?sid=08/02/02/0244213
waduh mas klo ngono sih seru juga mas
kenikmatan dobel wkwkwkwkwkwk
oh ya klo hermaprodit diterapkan ke manusia pasti gag ada yg namanya ilmu sosial, mo enaknya sendiri
wow