Kalatida Pecas Ndahe

Desember 22, 2006 § 21 Komentar

Ketika kian rumit dan majemuk dunia, manusia kian perlu akan sebuah peta. Mungkin peta ajaib seperti milik Dora yang bisa menunjukkan arah mana saja. Orang butuh arah meskipun arah itu kemudian membawa begitu banyak kekecewaan.

Bli Pedande, kawan saya di Bali, mengirimkan kalimat itu ke kotak surat elektronik saya tempo hari. Pada mulanya saya bingung, Bli Pedande ini mau ngomong apa? Kenapa dia tiba-tiba bercerita tentang manusia dan peta? Setelah saya baca lanjutan kalimatnya, saya baru paham maksudnya.

Rupanya, Bli Pedande yang suka cari angin itu sedang terkaget-kaget mendengar begitu banyak peristiwa yang datang beruntun belakangan ini. Ia membuat perincian yang panjang. Ada penyanyi dangdut yang tidak begitu terkenal bisa tinggal di sebuah apartemen. Ini saja sudah membuat kaget, apalagi kemudian sang penyanyi memiliki video mesum yang pasangannya adalah anggota DPR. Sang politikus itu ternyata pula menjabat pernah jadi pemukau di sebuah urusan kerohanian.

Ada ulama muda yang anaknya sudah melebihi program keluarga berencana. Ulama yang sangat dikagumi, bahkan dikagumi juga di lintas agama. “Jagalah hati,” begitu jargonnya. Ternyata beliau melakukan poligami, suatu sikap hidup yang masih diragukan banyak orang untuk bisa menjaga hati wanita-wanita yang dimadu.

Penyanyi Alda Risma meninggal dunia karena diduga overdosis narkoba. Penggemarnya kaget karena tak tahu bahwa Alda suka narkoba, seperti halnya dulu ribuan anak muda menangisi kematian Nike Ardila di Bandung. Ini pun mendulang kekagetan beruntun, kenapa lelaki yang membawa Alda itu kabur, kenapa ada kondom di kamar hotelnya, kenapa….

Lalu Hamdani Amin, yang kata temannya sehat selalu, tiba-tiba meninggal dunia. Menteri Hamid Awaludin, sobatnya semasih di Komisi Pemilihan Umum, segera datang. Jenazah secepatnya pula dibawa pulang. Tanpa otopsi, karena dilarang keluarganya dengan alasan agama. Ada apa dengan Hamdani?

Yang terakhir ada kabar tentang meninggalnya sepuluh penonton show Band Ungu yang sama sekali belum pernah dia dengar kasetnya. Maklum, Bli Pedande tinggal di pelosok Bali, di sebuah asram yang asri, jauh dari mana-mana, tapi bisa mengakses internet.

Bli Pedande menutup suratnya dengan pertanyaan yang susah saya jawab. “Ada apa dengan manusia Indonesia, Mas? Apakah kita semua sudah kehilangan arah, hati nurani, dan akal sehat?”

Dan, seperti biasa, saya pun mencari Paklik Isnogud agar bisa menjawab pertanyaan itu. Paklik tempo hari itu mendongeng tentang Serat Kalatida karya Ranggawarsita yang dahsyat itu. Tentu ada sebabnya Paklik menyebut Serat itu. Karena penasaran, saya mau bertanya kepadanya ada apa dengan Serat Kalatida dan membicarakan surat dari Bli Pedande itu.

“Kalatida itu kurang lebih artinya zaman yang penuh keragu-raguan, Mas,” jawab Paklik ketika akhirnya saya bertemu dengannya di sebuah pojokan pabrik. “Dalam sebuah tembang sinom, Ranggawarsita mengawalinya dengan kalimat ini:

Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaturi
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tida
Tidhem tandhaning dumadi
Ardayengrat dene karoban rubeda

[Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. Situasi negara telah rusak karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus kalatida, zaman yang penuh keragu-raguan. Suasananya mencekam karena dunia penuh dengan kerepotan.]

Ranggawarsita ternyata pengamat kekinian paling jeli pada masanya — yang ternyata situasinya kurang lebih mirip dengan keadaan sekarang. Dalam serat itu ia juga menulis:

Dasar karoban pawarta
Bebaratun ujar lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yan pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka

[Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar, bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Sebenarnya kalau direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.]

Lihat Mas, bagaimana Ranggawarsita melihat bahwa setiap kejadian dan persoalan di sebuah negeri bisa jadi berhubungan dengan para pemimpinnya. Ia bahkan berani mempertanyakan peran pemimpin di zaman itu. Tapi, rupanya ia bukan cuma meninggalkan pesan untuk zamannya. Ia bahkan telah mengirim pesan yang gaungnya masih terasa sekarang. Dia mampu melihat ke depan. Seorang visioner.

Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan nora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada

[Hidup di zaman edan memang repot. Mau mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya zaman tidak mendapat apa pun. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun, sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga, walaupun orang yang lupa itu bahagia, namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.]

Kita mungkin juga tengah berada di zaman edan yang sama seperti yang dimaksud Ranggawarsita, Mas.”

“Oh, pantes Bli Pedande juga jadi bingung ya, Paklik? Lah wong sekarang ini menurut saya juga zamane wong edan je. Menurut sampean bagaimana?”

“Mungkin, Mas. Bli Pedande kan termasuk golongan mereka yang bersih hatinya. Dia juga orang tua yang bingung melihat kelakuan anak-anak sekarang. Saya rasa Bli Pedande itu seperti Mangkunegara IV, pencipta Wedatama yang masyhur itu.”

Wedatama? Apa itu, Paklik?”

Wedatama itu puisi panjang dari Surakarta pada abad ke-19. Isinya mengkritik sikap anak muda dan budaya verbalisme yang tengah menggejala pada masa itu. Penciptanya pandai menyusun kecamannya dalam tembang, dan menambahkan di dalam tembang itu sejumlah nasihat. Sikapnya mencerminkan bukan saja suatu zaman. Kata-katanya juga menyoroti suatu soal yang ternyata bisa ditemukan pada zaman-zaman yang lain.”

“Wah, menarik itu. Coba saya didongengi soal Wedatama dan Mangkunegara IV, Paklik.”

Wedatama itu mengecam sejumlah anak muda, pada masa itu, yang cenderung pamer dan bertingkah, menarik perhatian.

katungkul mungkul sami bengkrakan mring masjid agung.

[Asyik masyuk beramai-ramai memamerkan diri di Masjid Agung.]

Tentu, anak-anak muda itu dengan giatnya menjalankan syariat agama. Mereka bahkan pandai berkhotbah, dengan melodi dandanggula. Suara mereka harum, ketika mengumandangkan alunan palaran. Tapi pada dasarnya mereka memendam pamrih ‘untuk dipuji’. Atau, dalam kata-kata seorang sufi, mereka membangun cermin tempat mereka berkaca menyaksikan dan membenarkan diri sendiri.”

“Sik Paklik. Kok sindiran itu rasanya masih cocok sampai sekarang ya?”

“Hush! Sudah-sudah, sampean jangan mengait-kaitkan dengan kondisi sekarang.”

“Hehehe … Iya Paklik. Silakan diteruskan dulu ceritanya.”

“Baik, Mas. Nah, apa sebenarnya yang berlangsung pada waktu itu? Apa yang membuat anak-anak muda seperti itu? Pasti, suatu semangat yang semarak dalam menjalankan ajaran. Tapi adakah di sana terbayang kedalaman yang cukup, itulah yang diragukan pengarang Wedatama.

Bagi penulis puisi panjang itu, orang-orang yang benar tekun beragama, yang dalam ibadahnya, ialah justru mereka yang tuman tumanem ing sepi: terbiasa gemar ‘tertanam’ dalam kesepian.

Sebuah sikap mistik, kurang lebih. Dalam pelbagai tinjauan, pendirian penggubah Wedatama memang sering ditafsirkan sebagai pendirian seorang yang tak betah kepada mereka yang hanya repot dengan syariat. Atau, kalau tidak, Wedatama adalah satu cemooh seorang aristokrat tua Jawa, kepada generasi muda yang meniru sikap santri, yang ‘bising’.”

“Wah, yang ini rasanya juga cocok dengan yang terjadi belakangan ini, Paklik.”

“Barangkali begitu, Mas. Tapi mungkin juga benar untuk menafsirkan Wedatama sebagai kritik terhadap verbalisme ideologi: kecaman terhadap begitu banyaknya kata-kata yang diobral untuk suatu keyakinan. Bunyi nyaring memang sering menunjukkan kosongnya sebuah tong. Wedatama dengan bagus berbicara tentang keyakinan seperti itu:

Sepi asepa lir sepah samun

[Hampa, hambar, seperti sepah yang habis dikunyah].”

“Nah, betul kan, Paklik? Wedatama itu sebetulnya berbicara juga untuk zaman kita. Yakni zaman, ketika ideologi ternyata tak mati-mati. Ketika kian rumit dan majemuk dunia, manusia kian perlu akan sebuah peta. Orang butuh arah meskipun arah itu kemudian membawa begitu banyak kekecewaan. Ini dia yang disebut Bli Pedande dalam suratnya itu. Aha, saya tahu, Paklik! Saya sudah tahu …”

“Halah. Tahu apa sampean? Huh, nggaya … “

§ 21 Responses to Kalatida Pecas Ndahe

  • avatar kenny kenny berkata:

    oh..reti aku maksude paklik, brati cah nom2 sing seiki kurang ajar malah ketinggalan jaman yo..ampun purik maleh lho paklik ;))

    yo…yo… paklik sudah maapken sampean … 😀

  • avatar soesheila soesheila berkata:

    berarti yang idup di zaman ini wong edan semua yach ndoro… weleh… edan tenan qi… 🙂

    saya juga sudah tahu ndoro… tadi pas sarapan pagi… pake tahu goreng… 😀

    kirain pake tahu gejrot 😛

  • avatar bu guru bu guru berkata:

    dadi wong enom kok yow angel yo ndoro? ndadak nganggo arah barang

    lah biar sampean ndak kehilangan arah to, bu guru … 😀

  • avatar pitik pitik berkata:

    saya juga seneng tahu ndoro…apalagi Tahu kuning asli kediri..yang dari kacang ijo itu..

    tahu kuning dari kacang ijo? piye carane kuning dadi ijo? 😛

  • avatar venus venus berkata:

    walah kok berat2 terus ya, topiknya? 😀

    hidup itu memang berat, jenderal … 😛

  • avatar dendi dendi berkata:

    sebenarnya.. ramalan itu meramalkan kejadian yang akan datang
    atau kita sendiri, manusia, yang memenuhi jalan yang dituliskan oleh ramalan itu..
    bahasa kerennya tuh.. apa tuh?
    self fulfilling propechy..?
    ah entahlah
    salam buat paklik isnogud aja deh..
    salam dangdut!

    kata paklik, salam jablai buat sampean … 😀

  • Aduh
    mata monyet merah
    abis nangis…

    kecolok apa tuh matanya?

  • avatar wong ganteng wong ganteng berkata:

    harusnya mereka yg asyik masyuk di masjid agung belajar dulu khutbah pendek dari Nasruddin Hoja..

    ato jadi seperti saya yang “tuman tumanem ing sepi”; anti sosial maksudnya ..hohoho..

    ketawamu kok koyok sinterklas? mentang-mentang dah mau natalan yo, hohoho … 😀

  • avatar Abi Abi berkata:

    Kalo ndoro menyadur sastra njawi, saya mau sadur sastra landhi (walaupun engles) saking seratipun ‘Mother Shipton Prophecies’ yang di Inggresipun dikenal sebagai mitos peramal yang cukup akurat, walaupun kalah beken kaleh ndoro Nostradamus. Banyak yang yakin inilah yang terjadi di Endonesa. Monggo;

    The signs will be there for all to read
    When man shall do most heinous deed
    Man will ruin kinder lives
    By taking them as to their wives.

    And murder foul and brutal deed
    When man will only think of greed.
    And man shall walk as if asleep
    He does not look – he many not peep
    And iron men the tail shall do
    And iron cart and carriage too.

    The kings shall false promise make
    And talk just for talkings sake
    And nations plan horrific war
    The like as never seen before
    And taxes rise and lively down
    And nations wear perpetual frown.

    Yet greater sign there be to see
    As man nears latter century
    Three sleeping mountains gather breath
    And spew out mud, and ice and death.
    And earthquakes swallow town and town,
    In lands as yet to me unknown.

    And christian one fights christian two
    And nations sigh, yet nothing do
    And yellow men great power gain
    From mighty bear with whom they’ve lain.

    These mighty tyrants will fail to do
    They fail to split the world in two.
    But from their acts a danger bred
    An ague – leaving many dead.
    And physics find no remedy
    For this is worse than leprosy.

    Oh many signs for all to see The truth of this true prophecy.

    Tapi… jangan takut jangan kuatir ndoro… ini kentut bukan petir!

    hiayah, lah mbok bikin posting sendiri to cah bagus. kok pake numpang kentur di sini segala … 😀

  • avatar bibisp bibisp berkata:

    Ndoro, kok rasa-rasanya hal ini tidak terjadi di Endonesah saja ya. Di negoro-negoro lain juga terjadi peristiwa-peristiwa yang kemudian menuai kritik dari masyarakatnya sendiri. kayak yang diberitakan di tipi itu lho…(*hayah, biasane nonton dangdut wae, saiki nggaya nonton berita barang*)

  • avatar kaipang kulon kaipang kulon berkata:

    lha dari jamannya ronggowarsito sudah begitu, kok ngak kapok-kapok ya? tambeng puol! atau bebal ngak ketulungan ya? Apa perlu seminar terus di kampanyekan bagaimana urip eling lan waspodo itu. Saya dukung!

  • avatar lodzi lodzi berkata:

    kulonuwuuun..ndoro kakung wonten?
    nyuwun sewu ndoro, puniko artikel (hallah) ipun sae sanget. punopo angsal kulo pundut lan dereaken wonen blog kulo. soale ajenge nulis dewe mengke nggeh percuma lha wong mesti sami dadose (padahal asline males :)) —

    angsal nggih mbah. mengke riadin kulo ganti kaleh sarung. ampun kuatir, mengke link resource (nyuwun semu keminggris thithik) blog puniko nggih kulo cantolaken..

    “iyo, le ora opo opo…”

    maturnuwun ndoro kakung, nggih..

  • avatar Yank kakunK Yank kakunK berkata:

    kelihatannya sekarang ini zaman waras, dhe. lha sekarang ini sulit je mbedakan yang waras dan edan. ketoke gitu ya waras semua, wong semua ngasih nasihat. piye to yo, malah pecas dhahe yo dhe

  • avatar sunan kuning penebar pesona sunan kuning penebar pesona berkata:

    PANTUN GELOMBANG CINTA
    ( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
    Oleh : Maulana Mahbub Al – Majnun

    NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
    TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
    HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
    KESEWENANG – WENANGAN MERAJALELA

    SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
    LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
    BENCANA JADI OBYEK WISATA
    PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA

    DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
    AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
    TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
    NUSANTARA NEGERI KUTUKAN

    BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
    ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
    TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
    NUSANTARA MENUJU KIAMAT

    KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
    KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
    BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
    TAPI KAMI SELALU TERTIPU

    NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
    SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
    BERHARAP – BERDOA SEPANJANG WAKTU
    KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?

    KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
    BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
    SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
    PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT

    KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
    INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
    AKAN MUNCUL SEORANG RATU
    YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU

    KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
    MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
    DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
    ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?

    AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
    KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
    WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
    SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN

    AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
    KARENA LAKUMU – LAKU YANG SUCI
    WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
    SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI

    MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
    LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
    BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
    PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN

    UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
    SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
    MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
    BUKAN WAHYU AGAMA BARU

    NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
    TERBITNYA FAJAR – SANG MENTARI HARAPAN
    LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
    GELAP MALAM PENUH JEBAKAN

    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
    JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI

    KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
    ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
    KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
    TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT

    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
    JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI

    KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
    DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
    YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
    DEMI TEGAK HUKUM – KEADILAN ILAHI

    NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
    CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI

    RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
    TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI

    RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
    TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
    CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
    LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI

    KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
    KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
    LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
    KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU

    BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
    DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
    SATRIO – PINANDITA SIAP MENEMANI
    SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA

    TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
    KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
    BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
    MENGUJI NYALI JIWA PERKASA

    WAHAI APARAT – PENEGAK HUKUM NEGARA
    WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
    WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
    APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!

    Semarang,15 November 2007
    Ditemani Gudang Garam Surya
    Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
    Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti

    Hidayah datang tak pandang bulu
    Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
    salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
    Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
    “MALIKUL MUQSITH”
    Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
    MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
    Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
    IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.

    Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh – ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.

    Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal – karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.

    Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :

    1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.

    2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.

    3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi – nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
    a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
    b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
    c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.

    4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
    a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
    b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
    c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.

    Minimal pertanyaan – pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku – aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
    Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.

    Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
    Sekian..

    Tertanda,
    01’12’2007
    Sunan Kuning Penebar Pesona
    Indonesia

    Keyakinan lebih berharga dari kajian seribu kitab
    Wacana diatas bertujuan untuk menjembatani pemikiran rakyat agar tidak DIBODOHI, Terima kasih atas kesediaannya untuk menyebar luaskan informasi diatas.
    salam

    • avatar greenforce15 greenforce15 berkata:

      bersama allah yang maha berkasih-sayang.ucapan penuh kasih -sayang dari hamba untuk sekalian alam

      telah tertulis didalam kitab-kitab agama dari langit dan pembeda kitab al-quraan sebagai panduan dan pedoman.
      ringkasannya bahawasanya mereka ahli kitab mengenal insan pilihan ini seperti mengenal anaknya sendiri.
      justeru kerana masaalah duniawi semua ini diselindungkan.
      jawapan yang paling mudah bagi mengenal insan pilihan ini rujuk kisah rasullullah di zaman remaja bagaimana seorang ahli kitab boleh mengenal siapakah baginda.apabila melihat awan memayungi kemana sahaja baginda pergi.
      dalam kontek insan pilihan ini apabila allah redha pada seseorang pastilah akan diperintahkan seisi alam perlu akur hormat atau tunduk kepadanya.seluruh alam pohon-pohon, angin, awan gunung ganang burung2 bumi, langit, air, binatang -binatang , unggas unggas ,jin-jin yang beriman akan bersama membantu insan pilihan ini.
      wahai saudara hamba-hamba allah ingat kita adalah HAMBA ingat sekali lagi HAMBA sekali lagi HAMBA janganlah terpedaya .bekerjalah bergeraklah berkasih sayanglah sebagai hamba. sesungguhnya allah wali(pemimpin) orang yang beriman..bersiap-siagalah demi allah.
      kasih sayang allah tidak ternilai.nikmat yang manakah yang kita dustakan.
      janganlah kita mendahului allah dan para rasulnya.belajarlah kesengsaraan insan-insan atau rasul-rasul pilihan ini jadikan insan-insan pilihan ini sebagai idola kita sesungguhnya baginda-baginda ini telah teruji keimanannya dan ditempatkan dikalangan orang-orang yang soleh dan lurus.
      siapalah kita yang berani melawan allah dan rasul-rasulnya dan berani mengatakan satu kelebihan yang melebihi dari rasul-rasul allah . maha suci allah
      .kesejahteraan buat sekalian para mursalin.dan segala puji-pujian bagi allah seru sekalian alam.

    • avatar Gofar Gofar berkata:

      Salam kenal..
      Bisa tanya ciri-ciri sang satrio paningit?
      Kalo sdh muncul kira-kira dimana saat ini berada?
      terimakasih atas jawabannya.

  • avatar sancoko sancoko berkata:

    Terus terang saya bingung, karena ada temen-temen saya yang bilang kalau isi kitab karya pujangga jawa dan cerita wayang kulit itu menyesatkan. Padahal banyak pesan moral dan filosofi hidup yang bisa kita petik dari isi kitab itu atau dari cerita pewayangan..

  • avatar paijo paijo berkata:

    aku setuju bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

  • avatar aysar aysar berkata:

    Nuwun sewu dherek2, kulo enggal wonten ngriki, can’t say anything. Namung melu mirengaken kabar. nuwun…

  • avatar Al-Kelantani Al-Kelantani berkata:

    PERINTAH DARI MALAIKAT JIBRIL.
    Dengan kehendak Allah saya adalah IMAM MAHADI. Menurut perintah yang saya terima dari Malaikat Jibril menyuruh saya menikahkan semua manusia yang hendak berkahwin samaada yang sudah kawin atau baharu hendak berkawin. Saya bertanya kepada Malaikat Jibril masalah nikah ini, adakah setengah orang saja yang mesti menikah atau setengah yang lain pula dikecualikan? Jawab Malaikat Jibril “Tidak ada siapa yang dikecualikan semuanya WAJIB menikah. Nikah yang ada sekarang ini tidak sah. Jadinya bila nikah tidak sah maka jatuhlah kita dalam hukum zina. Maka pasangan yang sudah menikah kena menikah semula kerana nikah yang dulu sudah tidak sah lagi. Saya bertanya lagi kepada Malaikat Jibril “Bolehkah orang lain menikahkan pasangan yang hendak menikah?. Jawabnya boleh tapi mesti dapat izin dari saya terlebih dahulu.

    Syarat untuk saya izinkan seseorang itu menjadi jurunikah perkahwinan dari Malaikat Jibril ini orang itu mestilah kenal i’tiqad orang mukmin yang sebenar. I’tiqad ini samalah SAPERTI i’tiqad para anbia dan aulia Allah.

    Penjelasan mengenai hal ini semua saya berani bersumpah dengan lafaz sumpah wallahi, wabillai wathallahi bahawa keterangan ini adalah datang dari Malaikat Jibril.
    Amin.
    Sekian wasallam dari,
    Tok Da Juri,
    Pemegang Panji Panji Hitam,
    Kg Chicha Tinggi, 17000 Pasir Mas,
    Kelantan.
    http://www.imamahadi.blogspot.com/

  • avatar Mulya ahmad Mulya ahmad berkata:

    Wong akir jaman nek golek tuntunan gur di sawang apike sastra lan sapa sing omong. Tuntunan alqur’an lan hadits sing mesti benere pada ditinggalne.

Tinggalkan Balasan ke Mulya ahmad Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Kalatida Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta