Kalatida Pecas Ndahe
Desember 22, 2006 § 21 Komentar
Ketika kian rumit dan majemuk dunia, manusia kian perlu akan sebuah peta. Mungkin peta ajaib seperti milik Dora yang bisa menunjukkan arah mana saja. Orang butuh arah meskipun arah itu kemudian membawa begitu banyak kekecewaan.
Bli Pedande, kawan saya di Bali, mengirimkan kalimat itu ke kotak surat elektronik saya tempo hari. Pada mulanya saya bingung, Bli Pedande ini mau ngomong apa? Kenapa dia tiba-tiba bercerita tentang manusia dan peta? Setelah saya baca lanjutan kalimatnya, saya baru paham maksudnya.
Rupanya, Bli Pedande yang suka cari angin itu sedang terkaget-kaget mendengar begitu banyak peristiwa yang datang beruntun belakangan ini. Ia membuat perincian yang panjang. Ada penyanyi dangdut yang tidak begitu terkenal bisa tinggal di sebuah apartemen. Ini saja sudah membuat kaget, apalagi kemudian sang penyanyi memiliki video mesum yang pasangannya adalah anggota DPR. Sang politikus itu ternyata pula menjabat pernah jadi pemukau di sebuah urusan kerohanian.
Ada ulama muda yang anaknya sudah melebihi program keluarga berencana. Ulama yang sangat dikagumi, bahkan dikagumi juga di lintas agama. “Jagalah hati,” begitu jargonnya. Ternyata beliau melakukan poligami, suatu sikap hidup yang masih diragukan banyak orang untuk bisa menjaga hati wanita-wanita yang dimadu.
Penyanyi Alda Risma meninggal dunia karena diduga overdosis narkoba. Penggemarnya kaget karena tak tahu bahwa Alda suka narkoba, seperti halnya dulu ribuan anak muda menangisi kematian Nike Ardila di Bandung. Ini pun mendulang kekagetan beruntun, kenapa lelaki yang membawa Alda itu kabur, kenapa ada kondom di kamar hotelnya, kenapa….
Lalu Hamdani Amin, yang kata temannya sehat selalu, tiba-tiba meninggal dunia. Menteri Hamid Awaludin, sobatnya semasih di Komisi Pemilihan Umum, segera datang. Jenazah secepatnya pula dibawa pulang. Tanpa otopsi, karena dilarang keluarganya dengan alasan agama. Ada apa dengan Hamdani?
Yang terakhir ada kabar tentang meninggalnya sepuluh penonton show Band Ungu yang sama sekali belum pernah dia dengar kasetnya. Maklum, Bli Pedande tinggal di pelosok Bali, di sebuah asram yang asri, jauh dari mana-mana, tapi bisa mengakses internet.
Bli Pedande menutup suratnya dengan pertanyaan yang susah saya jawab. “Ada apa dengan manusia Indonesia, Mas? Apakah kita semua sudah kehilangan arah, hati nurani, dan akal sehat?”
Dan, seperti biasa, saya pun mencari Paklik Isnogud agar bisa menjawab pertanyaan itu. Paklik tempo hari itu mendongeng tentang Serat Kalatida karya Ranggawarsita yang dahsyat itu. Tentu ada sebabnya Paklik menyebut Serat itu. Karena penasaran, saya mau bertanya kepadanya ada apa dengan Serat Kalatida dan membicarakan surat dari Bli Pedande itu.
“Kalatida itu kurang lebih artinya zaman yang penuh keragu-raguan, Mas,” jawab Paklik ketika akhirnya saya bertemu dengannya di sebuah pojokan pabrik. “Dalam sebuah tembang sinom, Ranggawarsita mengawalinya dengan kalimat ini:
Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaturi
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tida
Tidhem tandhaning dumadi
Ardayengrat dene karoban rubeda
[Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. Situasi negara telah rusak karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus kalatida, zaman yang penuh keragu-raguan. Suasananya mencekam karena dunia penuh dengan kerepotan.]
Ranggawarsita ternyata pengamat kekinian paling jeli pada masanya — yang ternyata situasinya kurang lebih mirip dengan keadaan sekarang. Dalam serat itu ia juga menulis:
Dasar karoban pawarta
Bebaratun ujar lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yan pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka
[Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar, bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. Sebenarnya kalau direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin? Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.]
Lihat Mas, bagaimana Ranggawarsita melihat bahwa setiap kejadian dan persoalan di sebuah negeri bisa jadi berhubungan dengan para pemimpinnya. Ia bahkan berani mempertanyakan peran pemimpin di zaman itu. Tapi, rupanya ia bukan cuma meninggalkan pesan untuk zamannya. Ia bahkan telah mengirim pesan yang gaungnya masih terasa sekarang. Dia mampu melihat ke depan. Seorang visioner.
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan nora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada
[Hidup di zaman edan memang repot. Mau mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya zaman tidak mendapat apa pun. Akhirnya dapat menderita kelaparan. Namun, sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga, walaupun orang yang lupa itu bahagia, namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.]
Kita mungkin juga tengah berada di zaman edan yang sama seperti yang dimaksud Ranggawarsita, Mas.”
“Oh, pantes Bli Pedande juga jadi bingung ya, Paklik? Lah wong sekarang ini menurut saya juga zamane wong edan je. Menurut sampean bagaimana?”
“Mungkin, Mas. Bli Pedande kan termasuk golongan mereka yang bersih hatinya. Dia juga orang tua yang bingung melihat kelakuan anak-anak sekarang. Saya rasa Bli Pedande itu seperti Mangkunegara IV, pencipta Wedatama yang masyhur itu.”
“Wedatama? Apa itu, Paklik?”
“Wedatama itu puisi panjang dari Surakarta pada abad ke-19. Isinya mengkritik sikap anak muda dan budaya verbalisme yang tengah menggejala pada masa itu. Penciptanya pandai menyusun kecamannya dalam tembang, dan menambahkan di dalam tembang itu sejumlah nasihat. Sikapnya mencerminkan bukan saja suatu zaman. Kata-katanya juga menyoroti suatu soal yang ternyata bisa ditemukan pada zaman-zaman yang lain.”
“Wah, menarik itu. Coba saya didongengi soal Wedatama dan Mangkunegara IV, Paklik.”
“Wedatama itu mengecam sejumlah anak muda, pada masa itu, yang cenderung pamer dan bertingkah, menarik perhatian.
katungkul mungkul sami bengkrakan mring masjid agung.
[Asyik masyuk beramai-ramai memamerkan diri di Masjid Agung.]
Tentu, anak-anak muda itu dengan giatnya menjalankan syariat agama. Mereka bahkan pandai berkhotbah, dengan melodi dandanggula. Suara mereka harum, ketika mengumandangkan alunan palaran. Tapi pada dasarnya mereka memendam pamrih ‘untuk dipuji’. Atau, dalam kata-kata seorang sufi, mereka membangun cermin tempat mereka berkaca menyaksikan dan membenarkan diri sendiri.”
“Sik Paklik. Kok sindiran itu rasanya masih cocok sampai sekarang ya?”
“Hush! Sudah-sudah, sampean jangan mengait-kaitkan dengan kondisi sekarang.”
“Hehehe … Iya Paklik. Silakan diteruskan dulu ceritanya.”
“Baik, Mas. Nah, apa sebenarnya yang berlangsung pada waktu itu? Apa yang membuat anak-anak muda seperti itu? Pasti, suatu semangat yang semarak dalam menjalankan ajaran. Tapi adakah di sana terbayang kedalaman yang cukup, itulah yang diragukan pengarang Wedatama.
Bagi penulis puisi panjang itu, orang-orang yang benar tekun beragama, yang dalam ibadahnya, ialah justru mereka yang tuman tumanem ing sepi: terbiasa gemar ‘tertanam’ dalam kesepian.
Sebuah sikap mistik, kurang lebih. Dalam pelbagai tinjauan, pendirian penggubah Wedatama memang sering ditafsirkan sebagai pendirian seorang yang tak betah kepada mereka yang hanya repot dengan syariat. Atau, kalau tidak, Wedatama adalah satu cemooh seorang aristokrat tua Jawa, kepada generasi muda yang meniru sikap santri, yang ‘bising’.”
“Wah, yang ini rasanya juga cocok dengan yang terjadi belakangan ini, Paklik.”
“Barangkali begitu, Mas. Tapi mungkin juga benar untuk menafsirkan Wedatama sebagai kritik terhadap verbalisme ideologi: kecaman terhadap begitu banyaknya kata-kata yang diobral untuk suatu keyakinan. Bunyi nyaring memang sering menunjukkan kosongnya sebuah tong. Wedatama dengan bagus berbicara tentang keyakinan seperti itu:
Sepi asepa lir sepah samun
[Hampa, hambar, seperti sepah yang habis dikunyah].”
“Nah, betul kan, Paklik? Wedatama itu sebetulnya berbicara juga untuk zaman kita. Yakni zaman, ketika ideologi ternyata tak mati-mati. Ketika kian rumit dan majemuk dunia, manusia kian perlu akan sebuah peta. Orang butuh arah meskipun arah itu kemudian membawa begitu banyak kekecewaan. Ini dia yang disebut Bli Pedande dalam suratnya itu. Aha, saya tahu, Paklik! Saya sudah tahu …”
“Halah. Tahu apa sampean? Huh, nggaya … “

oh..reti aku maksude paklik, brati cah nom2 sing seiki kurang ajar malah ketinggalan jaman yo..ampun purik maleh lho paklik ;))
berarti yang idup di zaman ini wong edan semua yach ndoro… weleh… edan tenan qi… 🙂
saya juga sudah tahu ndoro… tadi pas sarapan pagi… pake tahu goreng… 😀
dadi wong enom kok yow angel yo ndoro? ndadak nganggo arah barang
saya juga seneng tahu ndoro…apalagi Tahu kuning asli kediri..yang dari kacang ijo itu..
walah kok berat2 terus ya, topiknya? 😀
sebenarnya.. ramalan itu meramalkan kejadian yang akan datang
atau kita sendiri, manusia, yang memenuhi jalan yang dituliskan oleh ramalan itu..
bahasa kerennya tuh.. apa tuh?
self fulfilling propechy..?
ah entahlah
salam buat paklik isnogud aja deh..
salam dangdut!
Aduh
mata monyet merah
abis nangis…
harusnya mereka yg asyik masyuk di masjid agung belajar dulu khutbah pendek dari Nasruddin Hoja..
ato jadi seperti saya yang “tuman tumanem ing sepi”; anti sosial maksudnya ..hohoho..
Kalo ndoro menyadur sastra njawi, saya mau sadur sastra landhi (walaupun engles) saking seratipun ‘Mother Shipton Prophecies’ yang di Inggresipun dikenal sebagai mitos peramal yang cukup akurat, walaupun kalah beken kaleh ndoro Nostradamus. Banyak yang yakin inilah yang terjadi di Endonesa. Monggo;
The signs will be there for all to read
When man shall do most heinous deed
Man will ruin kinder lives
By taking them as to their wives.
And murder foul and brutal deed
When man will only think of greed.
And man shall walk as if asleep
He does not look – he many not peep
And iron men the tail shall do
And iron cart and carriage too.
The kings shall false promise make
And talk just for talkings sake
And nations plan horrific war
The like as never seen before
And taxes rise and lively down
And nations wear perpetual frown.
Yet greater sign there be to see
As man nears latter century
Three sleeping mountains gather breath
And spew out mud, and ice and death.
And earthquakes swallow town and town,
In lands as yet to me unknown.
And christian one fights christian two
And nations sigh, yet nothing do
And yellow men great power gain
From mighty bear with whom they’ve lain.
These mighty tyrants will fail to do
They fail to split the world in two.
But from their acts a danger bred
An ague – leaving many dead.
And physics find no remedy
For this is worse than leprosy.
Oh many signs for all to see The truth of this true prophecy.
Tapi… jangan takut jangan kuatir ndoro… ini kentut bukan petir!
Ndoro, kok rasa-rasanya hal ini tidak terjadi di Endonesah saja ya. Di negoro-negoro lain juga terjadi peristiwa-peristiwa yang kemudian menuai kritik dari masyarakatnya sendiri. kayak yang diberitakan di tipi itu lho…(*hayah, biasane nonton dangdut wae, saiki nggaya nonton berita barang*)
lha dari jamannya ronggowarsito sudah begitu, kok ngak kapok-kapok ya? tambeng puol! atau bebal ngak ketulungan ya? Apa perlu seminar terus di kampanyekan bagaimana urip eling lan waspodo itu. Saya dukung!
kulonuwuuun..ndoro kakung wonten?
nyuwun sewu ndoro, puniko artikel (hallah) ipun sae sanget. punopo angsal kulo pundut lan dereaken wonen blog kulo. soale ajenge nulis dewe mengke nggeh percuma lha wong mesti sami dadose (padahal asline males :)) —
angsal nggih mbah. mengke riadin kulo ganti kaleh sarung. ampun kuatir, mengke link resource (nyuwun semu keminggris thithik) blog puniko nggih kulo cantolaken..
“iyo, le ora opo opo…”
maturnuwun ndoro kakung, nggih..
kelihatannya sekarang ini zaman waras, dhe. lha sekarang ini sulit je mbedakan yang waras dan edan. ketoke gitu ya waras semua, wong semua ngasih nasihat. piye to yo, malah pecas dhahe yo dhe
PANTUN GELOMBANG CINTA
( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
Oleh : Maulana Mahbub Al – Majnun
NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
KESEWENANG – WENANGAN MERAJALELA
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
BENCANA JADI OBYEK WISATA
PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA
DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
NUSANTARA NEGERI KUTUKAN
BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
NUSANTARA MENUJU KIAMAT
KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
TAPI KAMI SELALU TERTIPU
NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
BERHARAP – BERDOA SEPANJANG WAKTU
KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?
KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT
KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
AKAN MUNCUL SEORANG RATU
YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU
KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?
AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN
AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
KARENA LAKUMU – LAKU YANG SUCI
WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI
MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN
UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
BUKAN WAHYU AGAMA BARU
NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
TERBITNYA FAJAR – SANG MENTARI HARAPAN
LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
GELAP MALAM PENUH JEBAKAN
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI
KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI
KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
DEMI TEGAK HUKUM – KEADILAN ILAHI
NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI
RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI
RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI
KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU
BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
SATRIO – PINANDITA SIAP MENEMANI
SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA
TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
MENGUJI NYALI JIWA PERKASA
WAHAI APARAT – PENEGAK HUKUM NEGARA
WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!
Semarang,15 November 2007
Ditemani Gudang Garam Surya
Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti
Hidayah datang tak pandang bulu
Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
“MALIKUL MUQSITH”
Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.
Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh – ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.
Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal – karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.
Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :
1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.
2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.
3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi – nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.
4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.
Minimal pertanyaan – pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku – aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.
Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
Sekian..
Tertanda,
01’12’2007
Sunan Kuning Penebar Pesona
Indonesia
Keyakinan lebih berharga dari kajian seribu kitab
Wacana diatas bertujuan untuk menjembatani pemikiran rakyat agar tidak DIBODOHI, Terima kasih atas kesediaannya untuk menyebar luaskan informasi diatas.
salam
bersama allah yang maha berkasih-sayang.ucapan penuh kasih -sayang dari hamba untuk sekalian alam
telah tertulis didalam kitab-kitab agama dari langit dan pembeda kitab al-quraan sebagai panduan dan pedoman.
ringkasannya bahawasanya mereka ahli kitab mengenal insan pilihan ini seperti mengenal anaknya sendiri.
justeru kerana masaalah duniawi semua ini diselindungkan.
jawapan yang paling mudah bagi mengenal insan pilihan ini rujuk kisah rasullullah di zaman remaja bagaimana seorang ahli kitab boleh mengenal siapakah baginda.apabila melihat awan memayungi kemana sahaja baginda pergi.
dalam kontek insan pilihan ini apabila allah redha pada seseorang pastilah akan diperintahkan seisi alam perlu akur hormat atau tunduk kepadanya.seluruh alam pohon-pohon, angin, awan gunung ganang burung2 bumi, langit, air, binatang -binatang , unggas unggas ,jin-jin yang beriman akan bersama membantu insan pilihan ini.
wahai saudara hamba-hamba allah ingat kita adalah HAMBA ingat sekali lagi HAMBA sekali lagi HAMBA janganlah terpedaya .bekerjalah bergeraklah berkasih sayanglah sebagai hamba. sesungguhnya allah wali(pemimpin) orang yang beriman..bersiap-siagalah demi allah.
kasih sayang allah tidak ternilai.nikmat yang manakah yang kita dustakan.
janganlah kita mendahului allah dan para rasulnya.belajarlah kesengsaraan insan-insan atau rasul-rasul pilihan ini jadikan insan-insan pilihan ini sebagai idola kita sesungguhnya baginda-baginda ini telah teruji keimanannya dan ditempatkan dikalangan orang-orang yang soleh dan lurus.
siapalah kita yang berani melawan allah dan rasul-rasulnya dan berani mengatakan satu kelebihan yang melebihi dari rasul-rasul allah . maha suci allah
.kesejahteraan buat sekalian para mursalin.dan segala puji-pujian bagi allah seru sekalian alam.
Salam kenal..
Bisa tanya ciri-ciri sang satrio paningit?
Kalo sdh muncul kira-kira dimana saat ini berada?
terimakasih atas jawabannya.
Terus terang saya bingung, karena ada temen-temen saya yang bilang kalau isi kitab karya pujangga jawa dan cerita wayang kulit itu menyesatkan. Padahal banyak pesan moral dan filosofi hidup yang bisa kita petik dari isi kitab itu atau dari cerita pewayangan..
aku setuju bangetttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
Nuwun sewu dherek2, kulo enggal wonten ngriki, can’t say anything. Namung melu mirengaken kabar. nuwun…
PERINTAH DARI MALAIKAT JIBRIL.
Dengan kehendak Allah saya adalah IMAM MAHADI. Menurut perintah yang saya terima dari Malaikat Jibril menyuruh saya menikahkan semua manusia yang hendak berkahwin samaada yang sudah kawin atau baharu hendak berkawin. Saya bertanya kepada Malaikat Jibril masalah nikah ini, adakah setengah orang saja yang mesti menikah atau setengah yang lain pula dikecualikan? Jawab Malaikat Jibril “Tidak ada siapa yang dikecualikan semuanya WAJIB menikah. Nikah yang ada sekarang ini tidak sah. Jadinya bila nikah tidak sah maka jatuhlah kita dalam hukum zina. Maka pasangan yang sudah menikah kena menikah semula kerana nikah yang dulu sudah tidak sah lagi. Saya bertanya lagi kepada Malaikat Jibril “Bolehkah orang lain menikahkan pasangan yang hendak menikah?. Jawabnya boleh tapi mesti dapat izin dari saya terlebih dahulu.
Syarat untuk saya izinkan seseorang itu menjadi jurunikah perkahwinan dari Malaikat Jibril ini orang itu mestilah kenal i’tiqad orang mukmin yang sebenar. I’tiqad ini samalah SAPERTI i’tiqad para anbia dan aulia Allah.
Penjelasan mengenai hal ini semua saya berani bersumpah dengan lafaz sumpah wallahi, wabillai wathallahi bahawa keterangan ini adalah datang dari Malaikat Jibril.
Amin.
Sekian wasallam dari,
Tok Da Juri,
Pemegang Panji Panji Hitam,
Kg Chicha Tinggi, 17000 Pasir Mas,
Kelantan.
http://www.imamahadi.blogspot.com/
Wong akir jaman nek golek tuntunan gur di sawang apike sastra lan sapa sing omong. Tuntunan alqur’an lan hadits sing mesti benere pada ditinggalne.