Poligami Pecas Ndahe

Desember 8, 2006 § 7 Komentar

Poligami, katanya, bisa digolongkan sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Karena, praktek itu melanggar hak-hak seorang istri, hak-hak perempuan.

Masalahnya, dalam setiap keluarga memang selalu ada kekerasan: Dari suami kepada istrinya, istri kepada suaminya, bapak kepada anaknya, ibu kepada anaknya, atau anak kepada orang tuanya.

Saya justru menemukan ada kasus kekerasan oleh seorang kakak kandung kepada adiknya. Saya bahkan berhasil mendapatkan bukti dalam bentuk foto. Nama korban dan lokasi kejadian sengaja saya samarkan demi privasi yang bersangkutan. Ah, begitu tragis dan memilukan … « Read the rest of this entry »

Blok M Pecas Ndahe

Desember 7, 2006 § 12 Komentar

Dia tidur begitu saja di lantai. Nyenyak. Ia seolah tak terganggu oleh suasana di sekitarnya. Bising mesin Metromini yang meraung kencang, semburan asap knalpot yang bikin sesak paru-paru tak mampu mengusik. Satu-satunya tanda kehidupan hanyalah napasnya yang teratur. Selebihnya sepi.

Saya menemukan bocah ini di sebuah pojokan terminal bus Blok M, Jakarta, kemarin pagi. Wajahnya bersih. Begitu pula pakaian dan celananya. Ada semburat cat di rambutnya yang keriting. Saya tak tahu siapakah gerangan bocah itu, nama maupun asalnya. Saya tak tega juga membangunkannya dari tidurnya yang lelap. Oh, bocah. Siapakah engkau? « Read the rest of this entry »

Rakyat Pecas Ndahe

Desember 6, 2006 § 8 Komentar

Sampean tahu apa tentang rakyat? Ketika ada si miskin yang tergusur lumpur dan si jelata kebingungan melihat ulah para pemimpin yang semakin ndak mutu, sampean tahu apa? Apa pula yang sampean tahu tentang rakyat ketika wakilnya malah berbuat mesum?

Paklik Isnogud kaget ketika pagi itu saya memberondongnya dengan pertanyaan seperti itu. Mulutnya menganga. Alis matanya naik. “Mas, mas, sampean kenapa, Mas?”

“Ndak kenapa-kenapa kok, Paklik. Saya lagi sedih saja, bingung, setelah membaca berita-berita di koran dan televisi. Sampean mestinya rak yo mengikuti to? Apa sampean ya ndak sedih. Coba baca berita tentang wakil rakyat yang mesum itu. Coba baca berita soal dai yang mengingkari kotbahnya sendiri. Coba sampean dengar jeritan warga Sidoarjo yang ndak kunjung mendapat uang kompensasi setelah rumahnya terendam lumpur PT Lapindo itu, Paklik. Apa komentar sampean?” « Read the rest of this entry »

Sajak Pecas Ndahe

Desember 5, 2006 § 13 Komentar

Malam seperti itu, hujan sering turun.
Ada kabut tipis dalam gelap, tumbuh dari udara panas.
Kulit terasa lekat.
Tapi hujan telah menunjukkan janjinya, untuk datang.
Kaki-kaki telah bergegas. Orang mencari tempat dan atap.

Saya melihat goretan pensil di atas kertas putih itu di atas meja Paklik Isnogud. Sebuah puisi? Sajak? Mungkin. Hujan memang turun. Paklik barangkali ingin mengabadikannya dalam larik-larik kalimat yang romantik. Saya membatin: tumben. Ada apakah gerangan?

“Itu bukan sajak, bukan puisi, Mas,” kata Paklik Isnogud yang tiba-tiba sudah berdiri di sebelah saya. Ia seperti bisa menebak pikiran.

“Bukan sajak, bukan puisi? Lah njuk apa, Paklik?”

“Itu pengantar tulisan Fred de Silva, editor koran Ceylon Daily News, yang dia bacakan di sebuah seminar pada 1975 di antara para wartawan Dunia Ketiga. Mungkin dia sedang terpesona oleh sihir hujan, lalu membuka tulisannya dengan kata-kata itu.” « Read the rest of this entry »

Pelatihan Pecas Ndahe

Desember 5, 2006 § 14 Komentar

Hari ini dan kemarin, pabrik saya bikin pelatihan untuk beberapa buruh di sebuah hotel di Menteng, Jakarta Pusat. Nggaya to? Tapi, dasar para buruh, ndak semuanya antusias mengikuti pelatihan itu. Apalagi instruktur sudah sepuh dan mbosenin. Alhasil, para buruh melewatkan waktu dengan caranya masing-masing. Ada yang ngetik SMS mulu, ngisi TTS, ngeces, dan sebagainya.

Saya? Tetep … apalagi kalau bukan nyari bahan buat ngeblog … 🙂

Saya pengen tahu, apa yang sampean lakukan kalau ikut acara kayak gini? Tidur jugakah?

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Desember, 2006 at Ndoro Kakung.