574 Pecas Ndahe

Januari 8, 2007 § 17 Komentar

Misteri hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 belum terpecahkan hingga sekarang. Tim SAR bahkan belum berhasil menemukan serpihan pesawat atau tanda-tanda di mana korban berada. Hasil pencarian mereka setiap hari nihil.

Di tengah harapan keluarga para korban yang kian menipis, spekulasi pun merebak. Ada yang menduga pesawat itu meledak di udara, jatuh di laut, dan sebagainya.

Saya mendengar teori lain: Teroris membajak pesawat itu. Benarkah? Ikuti kisahnya berikut ini, Ki Sanak.

Tentu saja itu kabar itu bohong belaka dan hanya rekaan tukang cerita yang suka nggedabrus dengan ide liarnya. Kisah tukang nggedabrus itu tertuang dalam sebuah parodi pelesatan dari album seri petualangan wartawan berjambul Tintin, Flight 714.

Parodi ini dibuat tanpa bermaksud mentertawakan musibah Penerbangan 574 itu. Ini hanya sebuah perspektif lain yang bukan tak mungkin memang benar-benar terjadi. Selamat menikmati, Ki Sanak.

Once upon a time Thukul, Captain Goblok, and Professor Akalbulus are on their way to Manado for an international conference on oil exploration. They flew with Flight 574 – MendemAir.

While their flight makes a refueling stop in Soekarno-Hatta International Airport, Jakarta, they unexpectedly meet their old friend Tukang Sikut, who is now the chief pilot for eccentric millionaire Lazlo Racerdas.

A short time earlier, the Captain had erroneously taken the somewhat disheveled Racerdas for a tramp and surreptitiously slipped him a five-dollar bill (which later is taken by the oblivious Professor Akalbulus, making the millionaire laugh for the first time in years). When introduced to Racerdas, the Captain inadvertently shakes the hand of the millionaire’s secretary, the tall, aloof Kepiting.

Unable to politely refuse Racerdas’s offer of a ride on his prototype private jet, Thukul and his friends join the millionaire on the way to Manado. Racerdas plays Battleship with the Captain, defeating him repeatedly by cheating with a hidden closed-circuit television camera and monitor.

Unbeknownst to Racerdas and the others, Kepiting and two of the pilots have been recruited to hijack the plane and bring it to a deserted island called Pulau-Pulau Bompas in the Celebes Sea where Sondonesia Fighters was waiting for them.

Sikut is not involved in the plot, and so becomes himself a prisoner. After a rough landing, our friends are escorted out of the plane, and a terrified Suwi (that little cute dog) breaks out of Thukul’s arms and runs off. Armed guards shoot at him, and a mortified Thukul takes him for dead.

A moment or two later, to Thukul’s further shock, it turns out that the mastermind of the plot is none other than the evil Culaspopoulous, who declares that since “it’s a bore to stop being a millionaire,” it would be easier to simply take Racerdas’s fortune. Accordingly, he has hatched an elaborate scheme to kidnap Racerdas and extract his Swiss bank account number.

Captain Goblok’s corrupt old nemesis, Sialan, is working as Culaspopoulos’s henchman. As for Thukul, the Captain, and Akalbulus, Culaspopoulous actually had no idea they would be accompanying the crotchety millionaire, but is nonetheless delighted to have the opportunity to exact revenge, and makes it quite evident that a very grim fate awaits our friends.

Everyone is bound and held in Japanese World War II-era bunkers. That’s why they never found until today and the Flight 574 remains a great mystery ….

Catatan Ndoro Kakung: Kisah di atas adalah fiktif. Kalau ada kesamaan nama orang, tempat, dan sebagainya, itu kebetulan semata.

Penerbangan 714 adalah sebuah album serial Kisah Petualangan Tintin yang ke-22. Versi asli album ini dalam bahasa Prancis disebut Vol 714 pour Sydney (terbit dalam bentuk buku pada 1968) yang dalam bahasa Indonesia berarti “Penerbangan 714 menuju Sydney”.

Dalam album ini diceritakan bagaimana Tintin dan kawan-kawannya yang sedang dalam perjalanan dari Eropa ke Australia mendarat di lapangan udara Kemayoran, Jakarta, untuk transit dan berpindah pesawat.

Secara tidak sengaja mereka terlibat petualangan luar biasa di Indonesia dan bertemu dengan UFO dan makhluk luar angkasa ketika pesawat mereka dibajak dan dipaksa mendarat di sebuah pulau terpencil di daerah Indonesia Timur.

Dengan tokoh Lazlo Carreidas dalam album Penerbangan 714, Hergé kelihatannya mengkritik Marcel Dassault, seorang penjual senjata Yahudi. Oleh beberapa kalangan hal ini dianggap anti-semitik atau menghina orang Yahudi. Namun, tidak ada rujukan apa pun juga bahwa ia sebenarnya seorang Yahudi. Hergé memang sering mengkritik para penjual senjata seperti Bazil Zaharoff, De Havilland dan Vickers Armstrong.

Ada sebuah hal kontroversial lainnya lagi. Dalam album ini dikisahkan bahwa aksi Rastapopoulos membajak pesawat dan menghilangkan jejaknya dibantu para pejuang “Sondonesia”. Ada yang menduga nama ini bentuk pelesetan “Sunda “dan “Indonesia”.

Saya tak tahu apa maksud si pengarang dengan pelesetan itu. Apakah Hergé ingin menunjukkan sebuah gerakan separatisme di Indonesia?

§ 17 Responses to 574 Pecas Ndahe

  • avatar ancilla ancilla berkata:

    HUAHAHAHAHA….

    Captain Goblok… kikikik …
    Ah kangen baca Tintin…

    lah kok ndak kangen sama saya … kikikik …. 🙂

  • avatar riswanti riswanti berkata:

    bagaimana kalau memang ada teroris beneran? kabarnya kan ada sanak keluarga korban yang berhasil menghubungi selular korban, selular sempat dijawab tapi tidak ada suara lalu dimatikan. nah loh.

    kan baru kabarnya toh? siapa tahu yang nelepon itu pencopet handphone … nah lo.

  • avatar Herman Saksono Herman Saksono berkata:

    Apa mungkin nama Sononesia dibikin agar Herge tidak dituduh menghina Indonesia pakdhe?

    Eh Tintin yang ini endingnya nggak banget, mosok ada alien segala tho.

    Herge takut Indonesia? kalau dilihat setting tahun cerita itu kan akhir 1960-an. waktu itu soekarno baru saja jatuh dan indonesia dipimpin oleh orang yang belum dikenal dunia. jadi mengapa takut? kukira itu soal pilihan cara bertutur herge saja.

  • avatar dodi dodi berkata:

    pertanyaan di akhir posting ini hanya untuk “menggosok” imajinasi pembaca.

    maka tak heran, Thukul pun berujar, “Kembali ke laptoppppp!”

    ah, dodi … mentang2 nulis komen sambil liat thukul beraksi … 😛

  • avatar depokranger depokranger berkata:

    Walah… Om Ndoro Kakung ki memang huebat bikin cerita, perciss banget… Kok yo kepikiran…

  • avatar ferry kinalsal ferry kinalsal berkata:

    Duh, jadi kepingin lagi aku baca petualangan Tintin. Walau saat ini tersedia vcdnya, ternyata imajinasiku lebih hanyut saat membaca komiknya. Dan aku juga bisa tersenyum sendiri dengan guyonan ceritanya.

    Herge yang cerdas, ceritanya begitu hidup dan nyata. Ini dia yang bikin hidup lebih hidup.

  • avatar Blanthik Ayu Blanthik Ayu berkata:

    ting tung…huaaaa tintin…
    aku kangen madame castafiore 😀

  • avatar -tikabanget- -tikabanget- berkata:

    “Secara tidak sengaja mereka terlibat petualangan luar biasa di Indonesia dan bertemu dengan UFO dan makhluk luar angkasa ketika pesawat mereka dibajak dan dipaksa mendarat di sebuah pulau terpencil di daerah Indonesia Timur.”

    Berarti Adam Air itu diculik UFO..???
    *ngubung2in membabi buta..*

  • avatar indra indra berkata:

    kalau ada yang mengangkat hp korban adam air saat keluarganya nelpon,kenapa operator seperti telkomsel atau indosat tidak membantu mencari pesawat itu melalui sinyal hp korban,kan bisa?

  • avatar petroek petroek berkata:

    jambulnya itu loh……

  • avatar ve ve berkata:

    kalo menurut mata batinku *hayaaah*, adam air kesedot ke kerajaan bawah laut embuh dimana. dunia alusan :p

  • avatar mbakDos mbakDos berkata:

    wah… lha wong MendemAir itu isinya Thukul, Captain Goblok, Professor Akalbulus, Tukang Sikut, sampe Lazlo Racerdas. piye jal?!

  • avatar Goio Goio berkata:

    Hummm… aku simpulkan Adam Air akan ketemu setelah ada gunung meletus (di pulau terpencil, jadi nda ada korban) di daerah Indonesia timur sana. Para penumpang akan ditemukan mengapung dalam sekoci penyelamat (semoga ada) setelah terkatung-katung semalaman. Tidak ada satupun yang ingat tentang kejadian sebenarnya karena sudah dicuci otak oleh alien.

    syerem amat… tapi nda apa2, apapun itu, semoga para korban Adam Air bisa diselamatkan. Kalaupun tidak, semoga amal2annya menjadi pahala yang menguatkan posisi mereka di surga Allah, dan yang ditinggalkan bisa tabah dan meneruskan hidup… Amin…

    *bused, panjang amat komen-nya… mending kalo bermutu… maap pakdhe

  • avatar tingtung tingtung berkata:

    wah..top markotop deh.
    Kok yo iso2ne 🙂
    Sampeyan ki loh…

    kuncinya imajinasi … 🙂

  • avatar -f -f berkata:

    khayalan tingkat tinggi sir :d

    bukan … bukan …. itu peterpan, kan? 😀

  • avatar then besar asijanto then besar asijanto berkata:

    yach….semua karya Herge memang mengasyikkan termasuk Flight 714, yang menterjemahkan itu lho yang huebat sehingga kita ter-pingkal2 dibuatnya. tapi Herge telah tiada. jadi ya tinggal mendem air aja

  • avatar Pujianto Pujianto berkata:

    Kalau sekarang sudah, hehehe….

Tinggalkan Balasan ke ferry kinalsal Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading 574 Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta