Pemakaman Pecas Ndahe

Januari 29, 2007 § 27 Komentar

Sampean butuh pekerjaan? Mau nggak jadi sales kuburan? Eits, jangan mencibir dulu. Gajinya lumayan lo, Rp 10 juta per bulan.

Kalau berminat, silakan telepon taipan Mochtar Riady. Bos Grup Lippo ini sedang membangun taman pemakaman mewah seluas 500 hektare di Karawang Barat, 46 kilometer dari Jakarta. Dan, dia membutuhkan wiraniaga yang sanggup menjual kapling “rumah masa depan” itu ke publik.

Hayo, siapa berminat?

Saya agak telat membaca berita tentang rencana pembangunan pemakaman yang namanya keren betul itu: San Diego Hills Memorial Park and Funeral Homes. Seorang kawan bercerita, iklan lowongan sales pemakaman itu katanya bahkan sudah terpampang di koran-koran nasional, persis advertensi yang mencari tenaga penjual rumah mewah.

Pemakaman lengkap itu dibuat karena pendiri San Diego Hills prihatin melihat kondisi rata-rata pemakaman yang ada sekarang.

“Menakutkan, tidak rapi, tidak aman, dan hanya berkaitan dengan kematian. Tidak memberikan kedamaian dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.”

Halah. Lah wong namanya juga kuburan, ya pasti berkaitan dengan kematian. Kalau mau cari hiburan ya di taman hiburan atau di pasar malam saja to, mbak.

Di mata orang Lippo, pemakaman itu mestinya tak hanya tempat mengenang mereka yang telah meninggal, tapi juga untuk mencari inspirasi dan aktifitas lainnya.

Karena itu, Lippo akan membangun fasilitas olah raga, seperti kolam renang, lapangan basket, dan lapangan bola di pemakaman itu. Mereka bahkan membangun toko bunga, gift shop, dan restoran berkelas bintang lima. Ringkas kata: Inilah pemakaman berfasilitas terlengkap di dunia.

Gandrik, jabang bayi! Ini makam atau kompleks perumahan ya?

Tapi, sampean jangan heran atau gumun dulu, Ki Sanak. Pemakaman dengan arsitektur bergaya mediteran itu katanya bakal jadi pemakaman pertama di Indonesia yang memiliki musoleum (pemakaman di atas tanah dengan peti mati diletakkan di ruangan beton dalam gedung).

Katanya, Lippo juga akan menyediakan columbarium (pemakaman di atas tanah untuk abu kremasi). Pemakaman ini juga menyediakan area untuk tokoh nasional yang diberi nama “National Heroes Garden” — untuk menghormati jasa-jasa para tokoh nasional, katanya.

Lah kok saya jadi ingat fim drama remaja dari Taiwan itu ya? Apa namanya … Meteor Garden?

San Diego Hills Memorial Park memberikan hak kepemilikan kepada pembeli berupa surat kolektif makam. Surat tersebut dapat dipindahtangankan dan diadministrasikan oleh biro administrasi efek.

Terus, nah ini yang hebat, pembeli dijanjikan akan memperoleh keuntungan karena, “Lahan pemakaman berlaku untuk selamanya. Pembeli tak perlu khawatir akan digusur dan membayar biaya perawatan tambahan.”

Saya jadi mikir, lah ini mau bikin pemakaman atau jualan properti sih? Ah, mungkin saya saja yang terlalu ndesit. Lahan pemakaman kan properti juga ya?

Saya bayangkan nantinya orang-orang akan mengunjungi arwah leluhurnya di sana seraya berbekal makanan dan minuman seperti layaknya mau piknik. Setelah memanjatkan doa dan membersihkan makam orang tua, mereka lalu main sepak bola, petak umpet, basket, atau sekadar kongkow menikmati pemandangan sembari menjilat es krim.

Saya ndak tahu apakah pemakaman seperti itu masih perlu juru kunci seperti kuburan di kampung saya dulu. Jangan-jangan juru kuncinya pakai seragam biru-putih, bawa pentungan, dan di lengannya ada badge bertuliskan: Satuan Pengamanan Pemakaman.

Terus apa ya di sana nanti masih ada kemenyan? Soalnya, kuburan tanpa kemenyan, mana asyik? Seperti sayur tanpa garam kan?

Ki Sanak, apa sampean ya mau dimakamkan di sana?

Iklan

§ 27 Responses to Pemakaman Pecas Ndahe

  • dnial berkata:

    Kalo sudah mati mana ngurus kita dikubur dimana. Terserah yang masih hidup, mampunya nuburin dimana.

  • bangsari berkata:

    mau dikubur atau tidak, terserah yang hidup. *kata gus dur soal korban tsunami aceh*

  • fer1 berkata:

    lumyan bagt tuh, gaji salesnya 10 jt/bulan..wah wah. Jangan2 nanti kudu pake kostum pocong tu..

  • mbah keman berkata:

    itu pemakam menggusur Nilai seramnya pocongan dan wewe gombel,saya tidak setuju…
    simbah yakin itu hantu akan berubah menjadi vampire gak serem lagi..huh

    apalagi itu sudah tidak,,. ada menyan ,baunya pengharum ruangan lah kalau mayatnya minta AC sekalian kan tambah Biaya huh..

    ya kalau nanti mayatnya juga mau renang kan,,,juga repot huh,…

    wong mati ora obah. yen obah medeni bocah … 😀

  • Herman Saksono berkata:

    Ini tidak menyelesaikan permasalahan… bagaimana soal lahan bumi yang semakin menipis, sementara calon mati semakin banyak…

  • Kardjo berkata:

    Ndoro… sekalian diliatkan, ada Production House deket kuburan itu ndak?? Siapa tahu ada marang meninggal yang dulunya punya mimpi jadi pemain sinetron, baru bisa keturutan adi figuran film hantu.

  • trie berkata:

    wong sing wis mati ngerti opo, itu yg akan dikubur disitu, pasti kluargane mlekithi..kakehan duwit sampe bingung arep dipake apalagi.
    mbok sampeyan mbuat biro jasa untuk membantu mereka menghabiskan uang mereka tho, ndoro.
    *ra nyambung yo ben, sengit denger msh ada org2 macam begitu, ndak bisa nengok kebawah piye, jan ?, pasti ndas e lagi tengklengen*

  • Kardjo berkata:

    error: marang
    ralat : orang

  • balak6 berkata:

    *walah*…. Ndoro iki jenenge buset dot com dah…!!!

  • Unik berkata:

    Haha..

    Tapi suer! Aku pernah liat iklan di koran turki! Pendeknya kayak gini:

    Saya mau menjual sebuah petak pemakaman warisan orang tua disebuah kawasan elit, Topkapi, komplek pemakaman elit para Raja turki terdahulu. Terletak hanya beberapa kilometer dari jalan pusat kota, asri, terawat dan yang pasti Elit! Nenek moyang saya telah memberikan petak itu untuk masa depan saya, tapi saya tidak mau dikubur disitu kalau saya mati, karena saya tidak mau berbaring di sebelah sepupu saya yang sangat saya benci! Segera hubungi saya, no….

    Cheers

  • maruria berkata:

    emang kuburan harus pake kemenyan ndoro?
    Wah kalo gajinya 10jt, maru mau jadi salesnya..*wink*

  • kaipangkulon berkata:

    Setahu saya, orang ‘timur’ itu memberi penghargaan tinggi terhadap arwah leluhur karena menentukan kesejahteraan anak cucunya yang hidup. Caranya, memberikan memberi tempat pemakaman yang cocok, nyaman dan bisa mengawasi anak-cucunya. Tempat idealnya adalah lereng gunung. Karena itulah kuburan mereka banyak di tempat seperti itu. Kalau salah mohon koreksi…

  • kenny berkata:

    walah…mesake sing urip tambah angel golek panggon.

  • -tikabanget- berkata:

    wakakakakkak…
    wah.. ide yang keren..
    nanti sayah akan buatkan juga wece umum berfasilitas lengkap..
    ada ruang tamu, ada tempat tidur juga, saluran indovision di masing masing ruangan wece..

    loh? itu hotel ya?

    wah, tika dapet peluang bisnis baru … 🙂

  • rinonce berkata:

    Kuburan beton diatas tanah sudah ada di muntilan jateng, yang setiap jumat minggu pertama dikunjungi orang Nasrani.

    yang di pinggir kali itu ya? di bogor juga ada, di belakang rancamaya. tapi kan ndak ada restorannya, lapangan basket dan sepak bolanya, gift shop, dan tetek bengeknya itu to?

  • dendi berkata:

    wah..wah.. kalau begini orang minta wangsit dan nomer serasa gaul di mal ya?
    lha kalo kuburannya kayak gini.. wangsit nomernya pasti akurat ya?

  • pudjakesuma berkata:

    Wah, jangan² kalo tanah semakin sempit, nantinya ada konglomerat gendeng (or genius? lah, apa bedanya) yang bikin funeral berformat apartemen. Wakakakaka… Atau buat yang menengah ke bawah pakai format rusun. Wah, jan…
    Pecas ndahe tenan kuwi. Wakakaka…:D

  • dodY berkata:

    aku kok yo pengen daftar yo! sing penting oleh duwit… fufufu 😀

  • chigi28 berkata:

    hallah mati aja koq repot, wong dah nggak ngerasain apa-apa lagi tho? kalo abadi ya paling cuman dalam kenangan orang-orang tercinta

  • Sinta Rahmi berkata:

    Kalau ada yang mau / bisa bikin pemakaman yang indah plus tidak serem, why not lah ! Kalau mau beli, harus menghubungi siapa ya ?

  • mat sangkrah berkata:

    mantep tenan ndoro..barangkali juga nanti ada kawasan yang khusus orang mati VIP sehingga tipe makamnya sama dengan kawasan real estate, terus kawasan RSS dengan tipe-tipe 21, 45 sama 70..

  • gianti berkata:

    minta tlong dong…
    boleh tau n minta alamat & no tlp pemakaman san diego hills-nya ngga?? tlong kirim ke email ya…

  • kw berkata:

    waduh… kalau aku mati, aku persilakan terserah jasadku mau di apain. di mummy, di bakar atau di pakai praktek adik-adik mahasiswa juga boleh. 🙂

  • jewe berkata:

    menurutku ide san diego soal sales makam bagus. biasanya org ketika kena musibah-anggota keluarga ada yg meninggal-kelabakan cari lahan kuburan. maklum lah tanah makin abis. kalo udah punya “jatah” kan aman, gak usah repot2 lagi. tapi yah, emg mesti nabung dulu sih..heheh..(tapi katanya bisa dicicil)..hebat euy

  • Excellent KAB berkata:

    Kematian adalah suatu proses yang alamiah dan pasti akan terjadi pada setiap orang. Kematian memisahkan kita dengan orang yang kita kasihi di dunia ini. Selayaknya segala hal terbaik kita berikan terhadap orang yang kita kasihi sebagai wujud kasih dan penghargaan yang mendalam.

    Tetapi yang sering terjadi adalah kita tidak bisa memberikan yang terbaik kepada orang yang kita kasihi saat meninggal dunia, hal tersebut karena kematian datangnya tidak ada yang tahu dan biaya kematian yang tinggi menyebabkan kita tidak siap secara finansial.

    Selanjutnya ; http://excellentkab.com

  • I like Your Article about Pemakaman Pecas Ndahe Ndoro Kakung Perfect just what I was looking for! .

  • elvan berkata:

    Gila san diego hills mah, mending buat beli rumah murah tuh di citra maja raya banten, cuma hitungan ratusan juta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pemakaman Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: