Kondom Pecas Ndahe

Februari 6, 2007 § 30 Komentar

Aburizal Bakrie, juragan besar yang juga menteri itu, sekarang ngurusin kondom. Ndak tanggung-tanggung, kondom khusus perempuan loh. Sampean pasti ndak percaya yo? Mosok dari urusan lumpur kok dia banting stir ke urusan pembungkus burung?

Ndak usah kaget, ndak perlu gumun. Saya juga baru baca berita di sini. Di berita itu disebutkan, Ical meluncurkan kondom khusus perempuan sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk menanggulangi HIV dan AIDS.

Tapi, sebelum kegiatan peluncuran itu memicu kontroversi dan protes di mana-mana, Ical buru-buru mengeluarkan disclaimer. Halah. Rupanya dia takut juga.

Jangan diputar balikkan, seolah menteri mempromosikan seks bebas dengan mengkampanyekan kondom — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie.

Padahal ya ndak apa-apa loh. Boleh-boleh saja dia memperkenalkan kondom perempuan dan menyatakan semacam peringatan sebelum menuai protes. Toh tujuannya baik?

Baik? Belum tentu.

Pada Desember 2005, ada sebuah kelompok mahasiswa di Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang memprotes rencana penyediaan mesin ATM kondom di daerahnya.

Menurut kelompok yang menamakan dirinya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Nusa Tenggara Barat itu, penyediaan ATM berisi kondom hanya akan semakin meningkatkan perbuatan zina di kalangan remaja.

Mereka mengancam akan mengambil “tindakan sendiri” jika rencana penyediaan ATM kondom tak dibatalkan.

Saya ndak tahu persis apa yang mereka maksud dengan “tindakan sendiri”. Apakah mereka akan merusak ATM itu atau justru memborong isinya supaya pembeli lain tak kebagian?

Entah apa yang terjadi kemudian. Saya ndak mengikuti lagi berita itu. Yang jelas, kondom belum dianggap sebagai benda biasa seperti halnya sarung tangan atau sabun di sebagian kalangan. Padahal benda elastis dari karet itu banyak gunanya loh — selain tentu saja sebagai alat kontrasepsi. Rasanya warna-warni pula, kayak permen.

Ketika suatu hari anak saya merengek minta balon, padahal tak ada penjual balon lewat, kondom sukses menghentikan tangisannya. Kondom itu saya tiup sampai menggelembung cukup besar. Eh, ternyata anak saya menyukai bentuknya. Mungkin dia pikir lucu.

Saya pernah menonton adegan di sebuah film, saya lupa judulnya, yang menggambarkan ada sekelompok serdadu yang sedang menyeberangi sungai. Mereka menggunakan kondom untuk menutup moncong senapan agar tak kemasukan air. Saya ndak tahu apakah itu sekadar hiperbola si sutradara atau memang kondom memang berguna sebagai penutup ujung laras senapan.

Lain waktu saya pernah melihat kondom dipakai sebagai sarung tangan oleh para pemuda ketika mereka membersihkan got di sebuah kompleks perumahan di pinggir Jakarta — jauh sebelum banjir datang seperti sekarang.

Kondom dan mesin ATM-nya juga bisa membuat seorang penyiar radio punya bahan siaran. Beberapa malam yang lalu, ada mbak-mbak penyiar radio yang memancing pendengarnya mengirimkan SMS dengan satu pertanyaan menggoda: di mana sebaiknya mesin penjual kondom diletakkan?

Dalam waktu beberapa menit saja, belasan SMS masuk. Ada pendengar yang mengusulkan agar ATM kondom itu ditaruh di mal atau pusat perbelanjaan agar gampang ditemukan.

Ada pula yang mengusulkan supaya mesin ditempatkan di toilet pria. Alasannya, para lelaki biasanya malu-malu membeli kondom di tempat terbuka, apotek atau toko swalayan. ATM kondom di toilet membuat pria tak perlu malu lagi bila ingin mendapatkan “sarung” serba guna itu.

Ah, si pengirim SMS tampaknya belum tahu para perempuan zaman sekarang juga suka beli kondom. Kalau ndak percaya, tanyakan saja pada Venus. Menteri Ical bahkan baru saja meluncurkan kondom khusus wanita. Jadi, rasanya ATM kondom juga perlu ditempatkan di toilet wanita.

“Ah, tapi saya ndak suka pakai kondom, Mas. Pakai kondom itu ibarat ngupil pakai sarung tangan,” kata Paklik Isnogud suatu ketika.

Halah, siapa juga yang tanya, Paklik. Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak?

§ 30 Responses to Kondom Pecas Ndahe

  • avatar balak6 balak6 berkata:

    Sayang engga’ dibahas yang ada rasa strawberry, melon, dan orange….
    juga perlu dibahas model dan bentuknya

    soal rasa dan bentuk, giliran sampean dong yang membahas… 🙂

  • avatar Herman Saksono Herman Saksono berkata:

    Saya belum pernah ngupil e pakde. Enak po? Kalau di film2 itu kayaknya enak sih.

    kalo ngutil pernah?

  • avatar kenny kenny berkata:

    setuju banget ndoro ada atm kondom, klo ada org yg blm nikah beli kan urusane dewe wong duwit2 e dewe, doso yo ditanggung dewe, moral bejat yo dipek dewe, gitu aja kog pada ribut yo.
    Pdhl kan kondom skr multiguna(dlm keadaan darurat!! :D)
    Yg aku heran ndoro, napa yah para suami malu beli kondom?? (ndoro tms yg pemalu pora?)

    biasanya penjualnya yang malu kalau saya yang beli … 😀

  • avatar Herman Saksono Herman Saksono berkata:

    Oiya, sudah pernah lihat ini belum:

    bananabunker.com

    Kondom buat pisang 😀

    halah, niat banget searching-nya … 😛

  • avatar Lita Lita berkata:

    Eits, Momon nyebut-nyebut diriku 😀

    Soal para lelaki yang malu-malu, lha beli kondom aja kok malu. Eh, tapi ternyata yang umum justru yang malu ya, pakde?
    Suami saya -beberapa bulan lalu- beli kondom di apotek. “Biasa aja, kaya kita beli obat gitu lho. Biasa aja kan? Gak ada alasan untuk malu,” gitu katanya. Nah, karena suami gak malu, jadi penjualnya deh yang tersipu malu. Apakah untuk urusan kondom ini harus ada pihak yang malu?

    Menurut saya, kondom itu agak mengurangi mood. Jadi saya pilih metode lain saja. Dan rupanya DSOG saya sehati dengan saya soal ‘mengurangi mood’ itu.
    Eh.. bentar. Aku ngomongin apa sih ini?
    *ngakak*

    Komentar saya dikasi tag ‘dewasa’ ya, pakde hihihi…

    wakakak … gitu ya. kalau ngomongin kondom, baru deh bulik komentar. lain kali bikin posting kondom lagi ah, biar bulik komentar … 🙂

  • avatar gandrik gandrik berkata:

    aku sih nunggu kondom yang udah ter-integrated dengan celana (dan bisa diisi ulang), jadi begitu lepas celana, kondom langsung terpasang, gitu lo. Kalo yang model sekarang kan suka repot 😀

    idemu menarik kuwi kang … aku yo nunggu … 🙂

  • avatar venus venus berkata:

    halah halaaahh, mimpi apa ya aku tadi malem kok jadi bulan-bulanan ndoro kakung gini?

    jadi curiga nih, ndoro. jangan-jangan sebentar lagi situ sms saya, “jeng, nanti kalo ke Puncak, bapaknya anak-anak gak usah dibawa ya? jangan kuatir, i got my protection with me”

    modiarrrr!!!!

    wakakakak …. my place or yours … 😀

  • avatar venus venus berkata:

    #@$*()*&%$_*(&^$^@~ !!!!

    aarrrrrrrrrrrrgggghhhhhhhhhhhhhh…..

    nguntal duku yo, jeng? 😀

  • avatar yu gembik yu gembik berkata:

    lah pantes ditekoni soal banjir ga gelem jawab trnyata Ical gek ngutak ngatik kondom..

  • avatar triadi triadi berkata:

    wah bahasan seputar weteng kebawah dan segala equipment pendukungnya gini nih yang selalu bikin rame..:).

    tapi btw..kok barang kaya gitu dinamai kondom ya..?
    kalo dipikir asalnya dari karet (rubber), ato balon (ballon),lalu apa hubungannya kok jadi condom??
    kalo di bule sana dinamai (C)ondom, setelah dibasa ndonesa in jadi (K)ondom. Kayanya dari CONtraception Device OF Making love..(hehehe asli ngawur!)

    rasa bahasa saya belum nyampe nih ngutek-utek nya…
    ato jangan2 nama penemunya MR.MICHAEL CONDOM ya?…hehehe

  • avatar evi evi berkata:

    kondom khusus wanita kayak apa yah…? *penasaran* harus nanya pak ical, ndoro atau budhe venus yah…?

    lah mestinya saya yang nanya sampean. 😀

  • avatar Lita Lita berkata:

    Wah, pakde ngenyek kiy. Komentar saya yang lain gak dianggep yo. Ngaku aja pakde, urusan ginian memang selalu menggelitik urat komentar kok *ngikik*

    lah saya tuh sebetulnya ndak enak je kalo membahas soal ini sama sampean. nanti menimbulkan fitnah … halah, opo toh 😀

  • avatar diditjogja diditjogja berkata:

    seharusnya si ical bikin kondom buat muncratnya semburan lumpur panas (lumpur panas beneran!!) yang ada di sidoarjo!!

    sik, mas. lumpur itu jenis kelaminnya apa: laki atau perempuan? 🙂

  • avatar anima anima berkata:

    ndoro, mohon disrinsyutkan kondom untuk wanita 🙂

    halah, nanti sampean pengen … 🙂 … tapi kalo masih penasaran, ya klik saja si mbah ini saja.

  • avatar nana nana berkata:

    belum cukup umur nih. ntar aja aku balik lagi ya kung! 😀

    halah. trembelane, tenan … 🙂

  • avatar Andry Andry berkata:

    Sebetulnya, seperti yang sudah saya bilang berkali-kali, semua itu tergantung pada “contentnya”.

    Bukan kondomnya.

    😛

    ya kalau ada content-nya .. 🙂

  • avatar mbak mala mbak mala berkata:

    wah, saya jadi ingat beberapa taon lalu cari2 yang ada bintil2nya di romo gayeng. hihihi. tapi saya ndak malu tuh. (malah malu2in ini…)

    akhirnya dapet nggak tuh yang bintil-bintil? mau dong … 😀

  • avatar d-nial d-nial berkata:

    Jadi lumpur lapindo itu mau disempal pake kondom, gitu?

    mosok disumpel pakai cangkemnya ical … 😀

  • avatar Saya Saya berkata:

    Di sini, di mesin vending (bukan, bukan virtualvending) di terminal bis atawa stasiun metro, di antara beragam jenis minuman ringan yang dijual biasanya diselipin juga kondom di situ. Tapi yang ada ya yang buat pria dan tipe biasa dan cuma satu jenis, kalau mau yang bintil2 belinya di pasar swalayan.

    Justeru kalau dijual di mesin macam begitu atawa ATM kan tempatnya ramai, jadi ketahuan kalau beli kondom. “Idiiih liat tuh mas-mas itu lagi beli kondom….”, begitu ujar abg yang lagi liwat sambil cekikikan.

    kenapa ya nyarinya yang bintil-bintil? kok nggak nyari yang mlenuk?

  • avatar mbah keman mbah keman berkata:

    kondom, gak perlu ada ATM nya, kalau bisa sih ada SPG nya sekalian tes (karepe) ,,hek hek, tapi yang jelas kondom itu tidak seru,, lebih baik menahan diri (halah) kalau tidak kuat, gunakan pemberian Tuhanmu , tangamu mu mu mu

    lah nanti tanganmu malah hamil … 😀

  • avatar Dian Dian berkata:

    gak pernah pakai, ndoro…abis susah makainya. kelamaan.

    pasang permanen aja.

  • avatar andrias ekoyuono andrias ekoyuono berkata:

    kalau bisa pake ATM, berarti kita mesti punya kartu ATM dan Tabungan Kondom dulu dong ndoro…*halah*

    namanya terus diganti jadi ATK: anjungan tunai kondom 😀

  • avatar mei mei berkata:

    halah, masalah kondom aja rame2..mau kondom buat wanita kek, mau kondom buat para manula kek..apa urusannya toh??lha wong barang gt aja looh..kalau ada yang rame2 itu tandanya MU****K, lha wong memang 7annya bagus toh!!!

    Lha timbang banyak bayi di buang
    Lha timbang banyak yang kena HIV
    Lha timbang banyak yang hamil tapi ndak ada pak’e
    Lha timbang mi Pil dan bikin gendut*katane…

    ah mbohlah, tapi aku bukan pengguna kondom wadon kang, pertama makee susyah, kedua ya lebih milih yang kondom bentuk melembung alias gampang masange neng manuk mabur too..wahahaha*maaf bukan buat under17*

    iyo mbak, santai wae. rasah nesu-nesu. 🙂

  • avatar Blanthik Ayu Blanthik Ayu berkata:

    sik tho, moco komen soko nduwur tekan ngisor, malah penasaran, dadi venus kui sakjane usaha ojek payung anget opo distributor kondom sakjane ndoro :p huahahahahahaha

    kadang aku yo bingung ki, yu. sakjane venus ki lanang atau wadon seh … 😀

  • avatar chigi28 chigi28 berkata:

    masalahnya nggak setiap masyarakat dan calon konsumen mampu menggunakan teknologi baru ini secara tepat guna, hahaha

    loh, ini teknologi lama je. soal ndak mampu menggunakan itu soal lain. apa sampean mau saya ajarin … 😀

  • avatar -tikabanget- -tikabanget- berkata:

    wah, ndak tau saya yang beginian..
    *siul siul*

    halah, lambemu, tik … 😀

  • avatar Vita Vita berkata:

    we la kok sepakat ma mei pada poin “susah pakenya” walaupun blm pernah nyoba pake ya, tp mbayangke gimana pakainya thok we wes kebayang.

    weee mala kok ketemu disini, dah dpt blm? tp klo di romo gayeng g ada, disitu sekarang pasti lebih gampang carinya kan?

    vit, kalo susah make, nanti saya ajarin deh … 😀 … btw, ini kok malah ceting di sini seeh …

  • avatar agnes agnes berkata:

    Nek ono atm kondom mbok ben, lha wong saiki menungso wis radha edan kok.po maneh mahasiswa-ne.ya tha ndoro?
    sing penting duso tanggung dhewe, rha marak’e penyakit, rha ngisin2ke wong tuwo neng meteng ndisik.

  • avatar mandiribalon mandiribalon berkata:

    ada rasa apa aja ya kondom itu,
    selain dr rasa buah – buahan ada ngga sich yang rasa sayur2an atau rasa apa yang gurih gitu…

  • avatar mandiribalon mandiribalon berkata:

    ada rasa apa aja ya kondom itu,
    selain dr rasa buah – buahan ada ngga sich yang rasa sayur2an atau rasa apa yang gurih gitu

Tinggalkan Balasan ke Vita Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Kondom Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta