Cinta Pecas Ndahe

Februari 14, 2007 § 23 Komentar

Mengapa lagu-lagu cinta umumnya terdengar cengeng? Mengapa pula penyanyi lagu-lagu ngak-ngik-ngok itu hampir selalu berwajah seragam, melankolis, dan suaranya rata-rata seperti orang tercekik?

Saya ingat, dulu ada Iis Sugianto, Betharia Sonata, Nia Daniaty, dan serombongan artis JK Record yang nada suaranya hampir seragam itu. Saya bahkan sering kali tak bisa membedakan mereka karena teriakannya pun sama, “Kauuu …. kaulah segalanya … ”

Halah. Jadul amat ya?

Paklik Isnogud tertawa ngakak ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Paklik lalu mengusap-usap kepala saya seperti sedang mengelus cucunya yang baru lahir.

“Saya ndak heran Mas, kalau sampean sinis seperti itu. Terkadang kita memang suka mencemooh rintihan cinta sebagai sentimentalitas anak bawang. Memang bagi sebagian generasi iPod seperti sampean ini Mas, sikap putus asa karena putus cinta terasa kelewat bodoh, cengeng, dan sia-sia.

Tapi, tentu ada yang bermakna dalam setiap cerita kesetiaan yang tragis, seperti lakon Romeo – Juliet, Sam Pek-Eng Tay, Damarwulan-Anjasmara, atau Pronocitro – Roro Mendut. Meskipun semuanya menyedihkan.

Barangkali kesedihan, dalam suatu karya kesenian, punya fungsi yang tak bisa diejek. Kesedihan Sam Pek-Eng Tay toh tak bisa kita ringkus begitu saja, untuk dimasukkan ke dalam kantung apak sejarah. Semuanya, seakan dengan sebuah sembilu yang magis, telah menorehkan sebuah luka yang kekal.

Kata orang, itulah tanda sebuah puisi yang abadi.

Adipati Karna konon juga pernah menuliskan semacam puisi abadi untuk Surtikanti istrinya. Ia menuliskannya di dalam tenda, pada malam yang resah di Kurusetra, menjelang hari kematiannya.

Bila esok aku mati, istriku, kenanglah kebahagiaan itu. Satu-satunya kesedihanku ialah bahwa aku tak akan lagi bisa memandangmu, ketika kau memandangku.

Kita tahu, sebetulnya Karna sedang menunjukkan rasa kasihnya kepada Surtikanti. Ungkapan kasihnya seperti nyanyian. Kasih yang seperti nyanyi adalah kasih yang terpancar keluar tulus, bebas, dan bersahaja, tanpa ritual yang ruwet, upacara besar, dan tempat pemujaan yang megah. Tanpa pretensi.

Ia yang mencinta dan menyanyi tak akan menganggap caranya sebagai ekspresi yang bisa berlaku buat orang di mana saja, kapan saja. Cinta, seperti nyanyian, bukanlah hukum. Cinta, seperti nyanyian, berbeda dari pribadi ke pribadi. Cinta, seperti nyanyian, tak menyemburkan amarah.

Amarah hanya membuat cinta macet dan hati kering – seperti yang pernah dialami Raja Midas.

Raja Midas, dalam dongeng, pernah meminta kepada para dewa agar apa saja yang disentuhnya berubah jadi emas. Doanya dikabulkan. Tapi, kita tahu apa yang terjadi ketika ia mencium anak yang dikasihinya.

Dongeng itu memang dengan baik telah bercerita tentang keserakahan dan korbannya yang terdekat, tentang harta yang tumbuh, dan cinta yang macet.

Di kehidupan modern, Midas-Midas baru bermunculan. Dalam The Gamesman, misalnya, Maccoby menunjukkan 250 Midas modern. Ia, ahli psikologi sosial dan klinis dari Harvard, rekan sekerja Erich Fromm, meneliti sikap dan pandangan 250 orang eksekutif dan manajer perusahaan-perusahaan besar Amerika.

Hasilnya mengejutkan. Dalam suasana kerja mereka yang sukses, ternyata kasih sayang, idealisme, dan compassion tidak pernah berkembang. Kepala mereka menjangkau ke angkasa, tapi hati mereka kering.

Orang mengatakan, ambisi dan kompetisi tak membutuhkan hati yang peka, dan keserakahan tetap tak bisa didefinisikan. Tapi, kita tahu, semua itu hanya akan membuat hati kering.”

§ 23 Responses to Cinta Pecas Ndahe

  • avatar balak6 balak6 berkata:

    Ahh… akhir-akhir ini temanya nyerempet2 cinta…
    bulan2 cinta sih…emang!
    Pertanyaannya adalah apakah saat ini lakone… Hanoman gandrung..???

    bukan, anoman kobong buntute .. 🙂

  • avatar venus venus berkata:

    nice post. gak bikin hati saya menyemburkan amarah, wekekeke…

    telek! 😀

  • avatar galih galih berkata:

    Karena mbah, orang putus cinta yang lagi cengeng akan mudah terasuki karya seperti itu daripada yang berhasil cinta. Jadinya kan ceruk pasar juga hehehe…

    Luv you mbah… met hari kasih sayang 😉

    oh gitu ya? luv u too, deh …. halah! 😛

  • avatar bangsari bangsari berkata:

    makmur berhati kering lebih baik daripada kere. 😀

    lagi puber kedua ndoro? 🙂

    puber ke seribu … 🙂

  • avatar kenny kenny berkata:

    wah durung babak belur kog wes ganti babak ndoro. Dadi kesimpulane biarpun perang tulisan sama tetangga sebelah …tp rasa sayang ndoro nggak berkurang yo , kesane gak menye2 ngunu tho 😀 (kipas2 ah….)

    ah, bude bisa ajah … 😛

  • avatar nananias nananias berkata:

    haaa!! ndooorrrroooo generasi ipod? lha paklik itu umurnya berapa to, ndoro? (kalimat tanya kedua adalah kamuflase ejekan di kalimat tanya pertama kikikikikik)

    soalnya banyakan masocist in denial, buat meraih yang namanya cinta itu, biasanya sok sok sedih biar disayang-sayang huhuhu… jarene lho ndoro! lha saya ini ndak ada pengalaman huhuhu…

    cerewet, kampleng! 🙂

  • avatar andrias ekoyuono andrias ekoyuono berkata:

    Romeo – Juliet, Sam Pek-Eng Tay, Damarwulan-Anjasmara, atau Pronocitro – Roro Mendut.

    Damarwulan-Anjasmara ? Bukannya yang bener itu Dian Nitami – Anjasmara ? Kayaknya ada perbedaan generasi nih.  sakjane sing generasi IPod ki aku opo sampeyan to ndoro ?…hihihi

    ngawur, anjasmara itu pemain sepak bola, dian nitami pemain sinetron. wah, beda generasi sih… 😀

  • avatar indahjuli indahjuli berkata:

    Rama – Sinta kok nga ada Ndoro ?
    Orang mengatakan, ambisi dan kompetisi tak membutuhkan hati yang peka, dan keserakahan tetap tak bisa didefinisikan. —> karenanya banyak korupsi 🙂
    met palentin yah ndoro.

  • avatar adipati kademangan adipati kademangan berkata:

    gandrung gak mesti nangis. My Chemical ROMANCE bikin lagu ngerock abis, sampe vid klip nya pake baju tengkorak ….
    mbok sekarang diganti suasananya, patah hati ndak usah nangis, jingkrak2 aja ngerock. jaman sudah berubah bukan seperti jaman sepur lempung.

    menarik juga kali ya, kalau patah hati terus main bal-balan atau layangan … 😀

  • avatar pitik pitik berkata:

    cintah…oh..cintah…
    trus gmana kelanjutan gelutnya??hayo tetap semangat…

  • avatar anima anima berkata:

    kata pacar saya cinta itu melelahkan, ndoro. apa betul? apa mungkin mencintai saya saja yang melelahkan?

    kalau capek ya istirahat dulu, nanti diteruskan. yang penting pantang mundur kan?

  • avatar mei mei berkata:

    wong jatuh cinta itu khan emang mukae mendanyu2 kang..makanya lagu2 jadul meekspresikannya dengan muka yang melas dan suara yang melengking tinggi*gitu kali*

    coba sampeyan yen jatuh cinta khan juga gt toh?? opo wes lali rasane kang *hahhaa..ngaboorrr

    iyo, lali je. tur dulu ndak sempet liat muka saya kayak apa tuh .. 😀

  • avatar Pengamen Pengamen berkata:

    Nuwun sewu….
    Ndoro mau minta lagu apa? Monggo!

    anu mas, “maju tak gentar” ada nggak? 🙂

  • avatar Rara Rara berkata:

    keserakahan tak bisa didefinisikan.. tapi ada 1001 definisi tentang cinta.. *halah*

  • avatar es es berkata:

    blog sebelah musim duren..sini musim cinta..!!!

    kirain musim hujan. 🙂

  • avatar -tikabanget- -tikabanget- berkata:

    ahh, cintaa..
    deritanya tiada akhir…

    wah, keluhan khas jomblo ki … 😛

  • avatar Biho Biho berkata:

    puber ke empat kok, wong puber kedua itu di 40 thn 😀

    ini pasti teori dari gunung putri? 🙂

  • avatar syah syah berkata:

    abis Adipati Karna ngasih puisi itu, trus perang ama Gathotkaca ya mas? aku emang suka wayang, tapi ga ngerti yg detail2

    bukan, perangnya ama superman. 🙂

  • avatar thestoopid thestoopid berkata:

    wah… ini juga kena virus cinta 😛
    ckckck…
    bahkan hari ini bnyak orang make baju pink…
    *jomblo ngiri*

  • avatar lek atemo lek atemo berkata:

    tapi sampean ndak sinikal to sama yg namanya ‘cinta’ itu? blaaiiikkk

    ya enggak to, mas atmo … 🙂

  • avatar nia nia berkata:

    piye nek surti-tejo

  • avatar abu abu berkata:

    cintane enyong wis mati wulan wingi

  • avatar Abadi Abadi berkata:

    Memang cinta itu indah.terlebìh kalau lagi rindu.dengerin lagu saayang….diradio wah semakin ingin ketemu.ora koyo cah saiki.pakaian gambar tengkorak kalo jatuh cinta jingkrak2 .jaluk di jotos ndase.rak yo gitu to mas?

Tinggalkan Balasan ke pitik Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Cinta Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta