Magazine Pecas Ndahe
Februari 16, 2007 § 12 Komentar
Saya baru tahu bahwa majalah yang bagus ini berhenti terbit mulai Februari ini. Saya agak telat mendengar kabar itu dari temen-temen di Maverick.
PC Magazine Indonesia diterbitkan oleh kelompok usaha penerbitan pers Femina Group.
Dalam penjelasan resminya di edisi terakhir itu, Wakil Presiden Grup Femina, Svida Alisjahbana, menjelaskan bahwa trend bergesernya sumber bacaan, dari cetak ke online, membuat perusahaannya menghentikan penerbitan majalah PC Magazine Indonesia.
“Perkembangan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah Teknologi Informasi, dari suatu bidang khusus menjadi gaya hidup yang diterima oleh semua golongan masyarakat … Melalui analisa dan pertimbangan mendalam, kami berpendapat sudah bukan masanya lagi untuk menyajikan perkembangan Teknologi Informasi dalam suatu majalah khusus. Dengan sangat menyesal kami sampaikan bahwa PC Magazine Indonesia edisi Februari 2007 merupakan edisi terakhir kami.”
Lewat posting ini saya hanya mau ikut menyampaikan keprihatinan saya atas ditutupnya PC Magazine Indonesia.
Well, everybody goes online. Is this the end of MSM era?

bukannya paman tyo di majalah ini juga, ndoro?
absen dulu… baru baca hehehehe
hah? PC Magz Indonesia dah wafat? aku inget banget dulu waktu masih mahasiswa suka mbacain itu. sedih….
sama kayak ipod menggeser walkman? hanya perubahanlah yang abadi?
dia mungkin baru sadar bedanya media cetak dan media online,… “yang baca tidak bisa kasih kommentar”
Kenapa Ndorokakung survive..??? Karena banyak yang komentar.. he..he..
*ada yg mrasa tersanjung*
wah…untung suamiku gak kerja disitu, jadi nggak ngaruh 😀
loh? bukan gara gara saya tho ini..?
Kali ini bukan kamu tik, bersyukurlah.
MSM itu apa to pakde? Bukan MLM, tapi mirip?
walah PC Magz kukut to pakde? turut berduka cita…siapa tau mo diganttin versi onlennya?
wah bubar …
ndoro, hidup dan menghidupkan majalah kayaknya rada syusyah ya? virtual generation is running..
Satu hal lagi, mungkin biaya lisensi atau franchise-nya naik terus sementara sirkulasi belum mencapai skala ekonomis. Apalagi, penetrasi PC di Indonesia masih sangat kecil untuk menumbuhkan permintaan informasi PC. Check out another story about this at: deriz.wordpress.com