Bidadari Pecas Ndahe

Februari 21, 2007 § 16 Komentar

Tuhan, konon, menciptakan bidadari untuk menemani manusia di sorga. Tapi, di tangan para pengelola tabloid, bidadari tercipta untuk merebut suami orang. Wadoh!

Maaf, Ki Sanak. Ini bukan [iklan] promosi atau sindiran untuk pabrik sebelah. Saya cuma sedang geli saja melihat sensasi-sensasi yang saya lihat sepanjang pagi ini. Ada-ada saja ide orang mempermainkan teks dengan seenak udelnya sendiri.

Tanpa bermaksud melecehkan, mosok Angel Lelga disamakan dengan bidadari sih? Apa ya ndak kasihan Angel Lelga gitu loh. Mungkin kalau buat Kak Rhoma Irama sih, Angel Lelga ibarat bidadari ya? Soalnya, Kak Rhoma kan mantan suaminya. Uhui … 😀

Lukisan bak belakang truk di bawah ini — saya jepret di jalan tol dalam kota, pas di depan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta — pun membuat saya tersenyum.

Saya pun jadi bertanya-tanya, kenapa mayoritas grafiti truk menampilkan gambar wajah perempuan [kadang dengan memelas] dan teks yang sangat berharap ini? “Ojo lalek no aku”. Haiyah.

Terus sejak kapan Spiderman nunut mulyo? Ya sejak tampil di bak truk ini. Coba sampean perhatikan teks-teks di bawah gambar Spiderman itu. Wis jan, nggaya tenan.

Kata “mantu jujur” diganti “M4N7UR”. Di bawahnya lagi ada kata “demi anak and istri” diganti “DHE MIY ANAK END ISTRI.” Halah.

Ngomong-omong, benar nggak sih Angel Lelga menikah dengan Aman Jagau, Ki Sanak? Wakakak … gosip banget!

§ 16 Responses to Bidadari Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan ke sangar! Batalkan balasan

What’s this?

You are currently reading Bidadari Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta